kawai

kawai

Volume 1, Chapter 4: Digoda


Volume 1, Chapter 4: Digoda


TL: Pedrosa





"Jian ge, ceritakan sebuah cerita~~"


Xiao Ling berbaring di tempat tidur, yang telah aku ikuti sebelumnya ke kamar tidurnya.



(TL: tidak, itu bukan salah ketik untuk namanya, MC sudah mulai memanggilnya lebih dekat, itu adalah lampiran "Xiao" yang digunakan di depan namannya "Ling")


Ini bisa dianggap sebagai pertama kalinya aku memasuki kamar seorang gadis, namun karena gelap, aku tidak bisa melihat dengan jelas dekorasi ruangan itu, dan yang berbeda dari apa yang aku bayangkan adalah bahwa sama sekali tidak ada boneka sama sekali, di ruangannya.


Aku pikir gadis-gadis di sekitar usia ini akan dan harusnya memiliki banyak boneka di kamar mereka?



Aku mulai meragukan pola pikirku yang lama dan kaku.



"Aku tidak punya cerita untuk diceritakan kepada mu, lebih seperti aku tidak tau bagaimana menceritakan sebuah cerita!"


"Humph, orang yang bahkan tidak tahu bagaimana cara menceritakan sebuah cerita akan selamanya lajang ~~!Woof woof~~!"



Dia bahkan belajar mengonggong dua kali seperti anjing kecil, apakah itu semacam isyarat?



Xiao Ling, meskipun aku memiliki kalimat yang agak gak enak  di ucapkan, tapi apakah kau akan percaya jika aku mengatakan kepadamu bahwa ada seorang gadis yang naksir kepada manusia sampah sepertiku?


Dia kemungkinan besar akan menghubungi nomor rumah sakit jiwa......


"Xiao Ling, lihat sekilas jedela.... ada sesuatu disana!"



Aku berencana untuk menakut-nakuti dia sedikit, untuk mendapatkan kembali martabatku sebagai orang dewasa!


Dia melirik ke arah jendela, sebelum kembali menatapku. Tiba-tiba perkataannya menjadi sangat gugup, saat dia mengulurkan jarinya untuk menunjuk ke belakang punggungku.



Ingin menakutiku ya? Heh, kamu terlalu naif! Apakah aku terlihat seperti tipe yang mudah takut?



Aku mungkin harus bertindak seperti berkordinasi dengannya. pikirku, dan saat aku memalingkan kepalaku sepasang tangan tiba-tiba memeluk kepalaku erat-erat.


"Waah ~ ini sangat aneh!"


Dia dengan seksama menjerit sedikit, setelah itu segera menekan kepalaku kebawah ke tempat tidurnya.



"Xiao Ling, lepaskan ...... lepaskan aku, tulang belakangku... leherku ahh... ini seperti akan patah!"



Sebenarnya, tulang belakang dan leherku baik-baik saja, tapi karena kepalaku ditekan ke tempat tidur, hanya ada lapisan selimut tipis yang menutupi dadanya, sehingga aku bisa merasakan dengan jelas dua gundukan lembut bulat yang menopang bagian belakang kepalaku.



Dalam banyak hal, ini sangat buruk sekarang, aku bahkan bisa merasakan pikiran rasionalku melambaikan tangan kepadaku untuk mengucapkan selamat tinggal.



"Tiduur denganku malam ini~, aku agak takut sendirian~!"



"Aku tidak bisa, sebenarnya aku seorang lolicon!  Aku takut bahwa aku tidak dapat menahan diri untuk melakukan sesuatu yang akan merugikanmu!"



Ini benar, bahkan jika aku bukan seorang lolicon sekarang, jika ini berlanjut, aku akan benar-benar menjadi salah seorang darinya!



"Aku tidak takut!"



Dia tiba-tiba mengambil sesuatu dari balik bantalnya, dan mengkliknya; Cahaya berkilau biru muncul di tangannya.


Sebuah Taser


"Ini wajib dimiliki semua gadis yang tinggal sendirian dirumah!"



"Apakah kamu mencoba menemukan alasan untuk menyetrumku!?"



Aku bertanya kepadanya kalimat itu, dan ketika dia tiba-tiba menyadari bahwa daerah dimana kepalaku terbaring sekarang agak buruk.



"Bagaimana rasanya? Apakah nyaman?"



Setelah melepaskanku, dia dengan banggga bertanya kepadaku saat di membusungkan landasan pacu pesawatnya dekat denganku.



(TL: Landasan pacu pesawat = permukaan datar tempat pesawat lepas landas, kan? jika kau menggambarkannya sebagai dada anak kecill)



"Mm, ini memang tak bisa terlupakan, aku berharap bisa berbaring seperti ini selamanya, heh heh!"



Aku terus tertawa terkekeh-kekeh beberapa saat, dan dia langsung menatap dengan hati-hati kepadaku.


"Jian~ge ini rasanya gak enak di setrum oleh taser ini!"


"Ini tidak akan menghentikan aku!"



"Bagaimana dengan sekarang?"



Dia mengambil taser yang lebih besar lagi dari bawah bantalnya, kali ini, cahaya berkilau biru itu menerangi seluruh kamar tidurnya dengan seketika



Itu adalah taser tegangan tinggi, setelah disetrum oleh itu pasti sangat tidak nyaman....



"Aku sudah kalah!"



Aku menundukan kepalaku; Cahaya biru itu menyilaukan mata, setelah melihatnya sebentar mataku terasa agak tidak nyaman.



"Jika kau berani melakukan sesuatu yang aneh maka aku akan menyertrum mu~!"



Dia tiba-tiba menarikku ketempat tidur sekali lagi, kembali ke posisi awal sebelumnya, dengan perasaan asli yang aku rasakan saat itu juga.



Apakah dia benar-benar ingin sekali menyetrumku!!



Aku memperbaiki posisiku saat ini karena aku tidak berani bergerak dengan gegabah, dan aku tidak tahu berapa lama waktu berlalu ketika akhirnya aku mendengar suara mendengkur secara halus, sebelum dengan lembut menggerakan tanganya, dan mendapatkan kembali kendali tubuhku.


Dia memang anak keci, huh... setelah bermain-main dia sangat lelah sampai tertidur.



Aku membantu menyelimutinya sedikit lebih lembut, dan berjalan keluar kamar tidurnya.



Setelah melibat wajahnya yang tertidur pulas, aku dengan lembut menutup pintu.



"Selamat malam."


Kukatakan itu bukan hanya untuknya, tapi juga untukku.



Sejak hari ini banyak terjadi hal-hal yang bisa membuatku masuk penjara, aku masih perlu memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah sekolah besok, yang membuatku agak sakit kepala.


Singkatnya, ayo kita tidur dulu!


Lelah berbaring di tempat tidurku, saat aku terbangun, aku sadar bahwa aku hampir terlambat ke sekolah.


Karena terlambat pada hari kedua seorang murid yang baru pindah sekolah bukanlah ide terbaik, jadi aku dengan cepat mengenakan seragam sekolahku, dan ketika aku berjalan menuju pintu masuk distrikku, aku perhatikan bahwa sebenarnya ada seorang yang aku kenal menunggu disana.


Itu Ma Qing xue....


Jangan bilang bahwa dia juga tinggal di distrik ini juga? itulah yang pada awalnya yang aku pikirkan.


Tapi tindakannya disana telah mengubah pemikirannku, saat dia melihat jam, sebelum melihat pintu masuk distrik lagi, nampaknya dia  sedang menunggu seseorang.


Untuk menguji teoriku, Sepertinya aku akan terlabat untuk hari ini, aku menghela napas saat aku menunggu Ma Qing Xue pergi.


Waktu pelajaran Su Hua dimulai pukul 8 pagi, dan dia menunggu sampai 7.50 sebelum berangkat, pada saat ini akan memungkinkan bahwa dia akan sampai sekolah pada waktunya.



Aku harus mengaguminya dia, dia benar-benar akurat disana.



Selanjutnya adalah menanyakan keamanan yang ada di pintu masuk distrik.



"Security Da'ge, baru sekarang bukankah ada gadis yang menunggu seseorang di pintu masuk ini tadi?"



"Memang ada yang lebih awal, dia baru saja pergi, kau kenal dia?"


"Dia temanku."


"Aku khawatir itu pacarmu kan? dia menunggu dari sana sejak jam 6 pagi samapai sekarang, bagaimana kau bisa tahan melakukan itu!"


Penjaga keamanan itu tiba-tiba menatapku dengan ekspresi 'kamu adalah sampah', tapi bukankah kukatakan bahwa kita hanyalah teman? Mengapa semua orang sepertinya terlalu memikirkan hal ini?



"Hai ~ Jian ge~"


Xia Ling tiba-tiba berjalan dari belakangku sambil membawa ransel dia memberi salam kepadaku.


"Bagaimana tadi malam menginapnya? apakah tubuhku nyaman? Malam ini kau bisa datang ke rumah untuk menginap lagi~"


Setelah ngeuap dan mengucapkan kalimat ini, dia tiba-tiba meniggalkan pintu distrik.


Tidak bisakah kamu mengatakan seseuatu yang tidak akan menyebabkan kesalah pahaman!?


Dan penjaga keamanan sekarang menatapku dengan ekspresi yang jelas-jelas dimaksudkan untuk penjahat dan  sejenisnya.


"Cough cough, Aku pikir aku seharunya pergi juga, hemn.. selamat tinggal penjaga keamanan Da'ge!"


Jika aku tidak pergi kesekolah , guru mungkin kan memarahiku setengah mati.


"Tunggu, kamu tidak bisa pergi!"


" Mengapa?"


Aku tertawa pahit saat aku bertanya kembali, aku pasti mengalami kesalah pahaman yang besar sekarang.


"Kau harus ikut denganku ke pos sekarang!"


Petugas keamanaan berbicara seakan benar sambil mendekatiku, aku pasti akan di masukan kepenjara!


"Penjaga keamanan da'ge, Anda salah!"



"Tidak, kau pasti sudah menipu anak yang tidak berdosa itu!'



Apakah semua pemuda sekarang memiliki kebenaran di dalamnya?
jika iu adalah paman tua dia pasti akan mencibir dengan kejam saat dia memberikan jempol, kau tahu...


"Penjaga keamanan da'ge, apa yang harus kulakukan agar kau mendengarkanku menjelaskan ini!"



"Jelaskan didalam pos!"


"............"



Mengapa aku harus selalu bertemu dengan tipe orang ini !! Aku tidak punya pilihan, semua ini demi menghindari penjara!



Aku mengubah semua kepahitan didalam batin ku menjadi kekuatan mental, dan bersiap untuk memulai mode gay.



"Penjaga keamanan da'ge sebenarnya.... orang yang aku cintai itu kamu!"


"Sejak aku datang kedistrik ini, sosokmu berakar kuat di dalam hatiku ini!"


"Seteiap senyumannmu, semuanya, aku mencintainya!"



Metode kejam yang telah aku gunakan ini dikenal sebagi [Hancurkan 1000 musuhmu, namun tantanglah api untuk 800 dari sekutumu] Ini adalaj salah satu gerakanku yang paling kuat yang aku miliki di gudang senjata yang jarang aku gunakan.


Alasanya, begitu aku menggunakan taktik ini dan akan menyebapkan laki-laki yang memiliki LDD hampir tertarik padaku.


"Anak ini... kamu..."


Petugas keamanaan mentapku dengan tatapan bingung, spertinya tidak menerima fakta-fakta itu padanya.



"Cukup dengan pembicaraanya, sekarang cium aku!"



Aku memejamkan mata, dan mencoba mengingat kembali sejarah masa lalu yang telah aku alami sebelumnya, untuk membuat wajah lebih merah.


"Aku tidak tahu pola pikir orang di kota ini, aku pikir aku akan kembali ke desa untuk bertani sebaiknya!"


Penjaga keamanan memandang kearah langit, dan mengeleng tak berdaya, sambil meninggalkan pintu masuk distrik.

Rencana berhasil, setelah bebas diri dari penjaga keamanan, aku akhirnya sampai di sekolah sekitar jam 9 lebih.


Aku terlambat hampir 1 jam, mudah-mudahan guru tidak akan memarahiku tentang ini...



"Maaf, aku bertemu dengan seorang wanita tua yang tersandung di pinggir jalan, jadi aku mengantarnya pulang, aku sangat menyesal telah terlambat!"



Setelah mengatakan itu, aku menundukan kepala dengan nada meminta maaf kepada guru.


Taktik ini juga disebut sebagai [Mereka yang meminta maaf terlebih dahulu akan mendapat keuntungan], dengan menggunakan taktik ini, guru tidak akan merasa ingin memarahi ku.



"Terlambat ya tetap terlambat, Meskipu kau sudah melakukan perbuatan baik, tapi ada garis tegas antara penghargaan dan hukuman, jadi kau terlambat akan di laporkan ke dewan siswa, dan tentu saja masalah tentang menolong orang tua juga akan di laporkan juga!"



Guru wanita yang memakai kacamata ini membuat keputusan yang sangat adil.



"Kata-kata manusia sampah tidak bisa di percaya!"



Kata-kata murid perempuan langsung membuat seluruh kelas menangapinya sehingga menimbulkan curiga terhadapku.


Selagi aku mulai menjelaskan alasanku yang sudah disiapkan sebelumnya, sebuah suara tiba-tiba menyela pikiranku.


"Kalian sama sekali tidak mengerti kepribadian Zhang jian?" Kenapa kalian harus mencurigainnya?"



Ma Qing Xue berdiri, sepertinya kecurigaan seluruh kelas itu membuatnya agak kesal.



Terima kasih, Ma Qing xue. Sejujurnya, jika kau tidak memiliki LDD, Aku pasti jatuh cinta kepadamu....



Tetapi kata-kata ini, aku hanya bisa mengatakannya diam-diam di dalam hatiku.



Kembali ke kursi barisan belakang yang menyedihkan di dekat dengan jendela, aku melihat bahwa meja itu di coret-coret oleh beberapa murid. Pada titik ini aku telah lama terbiasa dengan hal seperti ini  sebelumnya.


Dan Ma Qing Xue, dia masih berpaling beberapa kali untuk menatapku, tapi ketika dia menyadari bahwa aku mengabaikan tatapannya, dia dengan sedih berbalik menghadap kedepan.


Dia gadis yang sangat baik, aku tahu itu dengan baik, dan sejujurnya aku memang memiliki kesan yang baik padanya.


Tapi demi dia, dan bahkan lebih untukku, aku harus berusaha semaksimal mungkin untuk membiarkan dia membenciku!



Vol 1 chp 4 ~ END




Volume 1, Chapter 3: Tetanggaan Dengan Loli



Volume 1, Chapter 3: Tetanggaan Dengan Loli


TL: Pedrosa




Aku harus dianggap  benar-benar luar biasa karena berusaha semaksimal mungkin untuk membuat seorang gadis cantik membenci ku.



Saat berjalan dalam perjalanan pulang, rasa sakit didadaku terasa seperti di tembak dengan anak panah, apakah ini yang mereka maksud dengan teguran hati nurani?



Seorang gadis yang pemalu, akhirnya berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk menyatakan cinta padaku, namun aku telah telah melakukan hal seperti ini, aku benar-benar ingin menggunakan  pisau untuk menusuk tubuhku!



"Haishh....!"




Aku menghela napas, mungkin aku harus meminta maaf  pada Ma Qing Xue suatu hari nanti, dia jauh lebih baik dengan orang lain, selama aku mengatkan padanya aku bahwa aku tidak menyukainya, dan juga aku tidak memiliki niat untuk memiliki hubungan saat bersekolah, kemungkinan besar dia akan meyerah saat itu. Aku sampai rumah, saat tiba-tiba ponsel ku berdering, aku lihat nomor panggilan, ini ibu ku.


"Weeii, Xiao Jian ~ Bagaimana sekolahan yang baru, apakah kamu sudah terbiasa dengan sekolahmu? Apakah kamu cocok dengan teman sekelas baru mu? Jika kau punya sesuatu yang ingin di katakan, ingat tinggal beritahu mama mu ini, ok!"

(TL: Pikirkan "Wei" sebagai "moshimoshi", atau "helloo")



"Ma, aku baik-baik saja sekarang! Sekolahnya sangat bagus dan teman-temannya sangat ramah."


Meski aku mengucapkannya dengan baik, aku benar-benar menghadapi masalah yang sangat serius saat ini.


Aku menutup telepon, dan berbaring di sofa sambil melihat mei instanku yang hampir siap.



Kehidupan seperti ini tentu agak seru dan menyenangkan......


Mungkin aku terlalu terburu-buru saat meninggalkan sekolah, karena telah menjatuhkan dopet ku; didalamnya tidak hanya berisi uang, tapi juga kartu identitas dan kartu bank milikku.


Uang yang tersisi di rumah ku masih bisa bertahan cukup lama untuk makan mie instan, mudah-mudahan bisa membantu aku mengatasi masa ini sampai aku mendapatkan kembali kartu identitas baru.


Tiba-tiba , "Hua~la~"


Ketika kita manusia tidak beruntung kita bahkan akan mendapat sendakan di gigi kita saat  minum air putih*, untuk mie instan.... mereka benar-benar tumpah kelantai......

(TL: Sendakan di gigi kita saat minum air putih adalah sindiran, pada dasarnya kadang kala kalian mendapatkan sendakan makanan yang menempel digigi saat makan makanan kan? itu terjadi karena makanan adalah benda padat tapi untuk ini terjadi saat kalian minum air biasa? kemungkinan hal itu terjadi berarti sungguh ketidak beruntungan kalian sangat parah)


"Jangan katakan bahwa sekarang ini adalah hukuman karena bermain dengan hati seorang gadis?"


Aku menggumamkan sebuah kalimat yang tidak jelas, dan bersiap untuk merebus secangkir mie insatan lagi ketika aku menyadari bahwa aku kehabisan Gas.


"Jangan takut, aku masih punya kompor listrik."


Tapi, setelah menancapkan ke saklar tidak ada respon dari kompor listrik sama sekali.


Kabel saklar telah dipotong....


"Aku masih punya korek api!!"


Meski aku tidak merokok, satu hobi kecil ku adalah mengumpulkan korek api.


Aku pergi kedapur untuk mengabil teko, dan ketika aku ingin menuangkan air keteko, tau-taunya tidak ada air yang keluar dari keran sama sekali, yang hanya bisa dijelaskan oleh satu hal.


"Pasokan air sudah di potong.."


Ini dunia sengaja ingin memusnahkan ku, bukan!?


Tanpa tujuan berjalan menuju rauang keluarga, aku mentapa mie instan yang tumpah ke lantai; itu membuatku menjilat bibirku tanpa sadar.


Itu benar, aku sudah jatuh.


"Bahkan jika aku sakit perut, aku harus mengisi perut ini terlibih dahulu bukan?"


Aku menggumamkan sebuah kalimat untuk diriku sendiri, dan baru saja akan memulai berpesta dengan mie yang tumpah di lantai saat suara pintu di ketuk terdengar.



"Aku datang"


Siapa itu, aku berpikir, aku tidak memiliki orang yang ku kenal di kota ini, jangan bilang itu pengelolah properti? Mereka datang untuk memecahkan masalah ku saat ini?


Aku membuka pintu, dan melihat seorang gadis kecil di depan ku, sepertinya dia masih pergi kesekolah dasar; dia mengenakan gaun wanita tipis di bawa rompi, dan tidak mengenakan celana apa pun di bawahnya, tapi langsung menggunakan sepasang kaus kaki panjang di kakinya. Karena rompinya sedikit besar, sepertinya dia mengenakan gaun yang terhubung sekilas.



"Umm.... nin hao.... aku tinggal disamping sini... pakaianku tertiup angin ke rumahmu disini, bisakah kamu mengijinkan ku mengambillnya kembali?


(TL: ni hao = "halo apakabar"; nin hao = "halo apakabar tapi dengan nada yang lebih formal dan hormat..Intinya dia berbicara agak formal")


Sambil menggetarkan tubuhnya dengan cara yang tampaknya gugup, bahkan saat dia menyapa ku, dia menggunakan istilah "nin", sepertinya dia anak yang baik yang tahu sopan santun dengan baik.


"Tentu saja tidak ada masalah dengan itu, aku akan membawanya ke sini untuk mu!"


Mengatakan itu, aku bersiap berbalik untuk membantunya mengabil pakaiannya.


"Tidak.... tidak perlu kau bantu, tidak masalah kalau aku sendiri yang mengabilnya!"



Sepertinya anak ini agak malu.



"Jangan khawatir, jangan khawatir! Menjadi tetangga, kita harus saling membantu!"


"T-.....Tapi....."



"Tidak apa-apa, aku suka membantu orang lain!"


Mengabaikan sensibilitasnya aku berlali menuju balkon, dan di lantai memang ada sehelai pakaian yang bukan miliku.


Tidak, berbicara keintinya itu adalah celana dalam!


Bahkan ada juga bentuk stroberi di atasnya.



Ini memang agak tidak nyaman bagiku untuk membantu mengambilnya, tapi karena aku orang yang agak dewasa, aku menahan rasa malu dalam diriku, dan mengembalikan pakaian itu padanya.


"Terima kasih banyak, jika tidak telalu merepotkan, tolong datang ke rumahku untuk makan!"


Sepertinya dia melihat mie instan tumpah yang tegeletak di lantai, anak yang benar-benar bijak! dia persis seperti malaikat!


"Um .... baik, itu sedikit merepotkan..."


Aku menolak dengan sopan sedikit, karena aku tidak bisa benar-benar menerima gagasan untuk makan di tempat lain secara gratis setelah membatu mengerjakan tugas sederhana semacam itu.


"Tidak apa-apa, sungguh, malam ini akan ada reparasi pemeliharaan manajemen, gege kamu masih belum mengetahuinya, kan?


(TL:gege = kaka yang penyebutannya imut)


Dia melirik mie instan yang tumpah ke lantai sekali lagi, karena perutku yang tidak taat membuat suara gerurutan pada saar bersamaan.


"Aku baru saja selesai makan malam, tapi secara tidak sengaja aku masak terlalu banyak, jika gege tidak keberatan maka datanglah dan bantu aku makan beberapa makanan, akan sangat sia-sia jika aku membuangnya..."


Dia memegang tanganku, dan tersenyum saat menatapku, tapi yang tidak dia ketahui adalah, pada saat itu hatiku berangsur-angsur meleleh karena terlalu besyukur seperti  hampir ingin menangis.



Demi membuat tidak terlalu canggung, dia secara khusus berbohong bahwa dia telah membuat lebih banyak porsi.


"Baiklah... kalau begitu, dari pada bersikap sopan aku akan mengikuti takdirku saat itu juga!"


Aku bermuka tebal tertawa dengan nada yang kering, seperti mengisi perut lebih di utamakan dari hal lain.


Setelah aku masuk ke rumahnya, aku menyadari bahwa rumahnya agak luas, yang tiba - tiba sadar bahwa mengapa mereka membiarkan gadis kecil seperti ini yang saat ini berada di sekolah dasar untuk memasak makan malam untuk dirinya sendiri?


"Um.... dimana orang tuamu?"


"Mereka sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, biasanya mereka pulang kerumah tiap minggu.."


Dia melepaskan ekspresi kesepian, meski itu berbohong dengan baik, tapi aku masih bisa melihatnya karena cuma anak-anak.


"Kau sangat bijaksana, jujur saja kamu lebih baik dari pada beberapa orang seumuran ku!"



Aku membelai kepalanya dengan lembut, karena dia masih kecil, jadi dia seharusnya agak senang jika terkadang aku memujinya.


"Hehehehehee....."



Dia tertawa terbahak-bahak beberapa kali, sebelum menepuk nepuk tanganku seperti seekor kucing yang sedang marah.


"Jangan memperlakukanku seperti anak kecil Humphh---"


Tiba-tiba dia menjadi marah, tapi jelas itu terjadi, Wajahnya yang cemberut dan ekspresi marahnya di kombinasikan membuatnya sangat lucu.


Seperti anak yang baik, aku benar-benar ingin memeluknya didalam pelukanku dan mengelusnya, mencubitnya, meringkukinya - -


................ Tunggu, tunggu, kalau memang seperti itu maka bukankah itu membuatku jadi seperti penjahat!!



Sambil mengelap keringat di dahiku, aku segera mengubah pembicaraan.


"Oh.. iya, siapa namamu?


"Aku dipanggil Xia Ling, Xia dari kata Musim panas, dan Ling dari kata Lonceng~"


(TL: catatan, dia berbicara dengan nada yang sangat lucu disini jadi TL yang nerjemahin dari Novel Aslinya jadi kesulitan - - Ngomong2, Xia berati musim panas di cina, dan Ling adalah bagian dari 2 kata untuk lonceng di cina)


"Oh~ itu adalah nama yang sangat imut, bukankah itu ` lonceng musim panas bukan? Hanya mendengarnya saja memberi perasaan yang agak menenangkan~"


"Tentu saja ~ juga bukankah tampangku menenangkanmu juga kan?


Pada saat itu aku benar-benar menilai tubuhnya dari kepalai sampai kaki, meskipun aku merasa dia agak dewasa di bagian dalam, dia masih memiliki tubuh anak kecil.


Untungnya, aku bukan tipe orang yang memiliki ketertarikan khusus pada tubuh anak kecil.


Perasaan yang diberikan Xia Ling kepadaku sama sekali bukan anak kecil, apa yang dia berikan lebih seperti anak perempuan yang lucu.


"Oh... iya, namaku Zhang Jian Zhang dari kata Open, dan Jian dari kata simple."


(TL: Lagi, Zhang berarti terbuka di cina, dan Jian adalah bagian dari dua kata yang berarti sederhana)


"Mm, nama ini sangat cocok untuk gege~, terutama dengan kepala gege~"


Aku memikirkan dengan mendalam apa arti kata-katanya, apakah dia bermaksud mengatakan bahwa kepalaku sederhana, yang berarti bahwa aku bodoh?


"Oh ya, aku lupa memberi tahumu, aku adalah pedagang manusia! aku sangat suka menculik gadis-gadis muda, terutama anak perempuan sepertimu!"


"Tentu!tentu! baiklah dimana gege akan menjualku? aku tidak menyetujuinya kecuali jika aku di jual seharga 1 miliar!"

(TL: 1 miliar Yuan = $ 145,5 juta USD)


"Ai~yoh~ kau benar-benar anak kecil pengeruk uang."


Setelah melakukan pengenalan diri yang sederhana, perutku bergemuruh sekali lagi, tidak bisakah kau memberiku beberapa wajah di sini?

"Nasi akan dingin, ayo kita makan, jian ge~!"


(TL:ge adalah kependekaan dari gege dalam konteks ini, ini juga dapat berarti bahwa seseorang memperlakukanmu dengan sangat dekat karena biasanya memanggil seseorang yang sangat dekat denganmu secara informal)



Anak ini benar-benar cepat nyaman sama seperti memanggil namaku secara langsung, tapi aku benar-benar tidak terlalu keberartan, memiliki anak yang aktif seperti itu pasti membuat moodku jadi lebih baik.


"Mm...? Ini enak! Ini bahkan lebih enak dari pada masakan restoran di luar, lain kali siapa pun yang menikah denganmu pasti akan senang!!"


Dengan tulus aku memujinya dari dasar lubuk hatiku, agar anak kecil itu memiliki kemampuan kuliner yang bagus, dia pasti telah berusahan dengan usaha yang taktebayangkan didalamnya.


"Lalu bagaimana kalau Jian ge menikahiku lain kali~?


"Tentu, aku akan sangat menyambutnya"


"Tch ~ tunggu lama kalau begitu~"


"Tidak bisakah kamu menghormati gege sedikit lagi~?


Anak ini sebenarnya mulai mengolok - olokku, apakah semua anak saat ini seperti itu?


Tidak, aku harus mengolok-olok dia juga!



"Apakah kau percaya bahwa aku akan memetikmu sekarang juga?"

(TL: pasti tau maksudnya)



"Halo, 110? ada orang mesum dirumahku!"



(TL: 110 nomor polisi)




Dia mengeluarkan ponsel, dan yang mengejutkan adalah dia benar-benar menekan nomornya!


"Xia Ling xiaojie, aku sudah terlalu lancang dalam hal ini, maafkan kau"


(TL: Bahwa ada banyak kata dalam bab ini yang bisa membingungkan mu, tapi itu bahasa cina untukmu, xiaojie berarti "nona" dalam bahasa indonesia)



Ketika seorang pria berada di bawah atap, dia kadang - kadang menurunkan kepalanya, yang sekarang mengatkan bahwa ku saat ini, karena aku telah makan makanan gratis disini, jadi tidak masalah jika aku di olok-olok olehnya.


(TL: Ungkapan lain, ini secara praktis berarti, bila anda tidak berdaya tanpa otoritas atau uang, karena tidak dapat bertahan dengan kesepian secara mandiri, anda akan perlu bekerja dengan seseorang yang lebih kaya dari pada anda, sehingga anda harus mematuhi dan mendengar setiap perintahnya)


Meski aku benar-benar merasa seperti orang idiot karena dimainkan dalam linkaran olehnya...


Setelah selesai makan malam, atas permintaan keras kepalaku, aku terus mencuci piring, yang benar-benar menggambarkan diriku pada sebuah idiom saat ini:<Untuk memuaskan kesombongan yang meyedihkanku saat ini dalam diriku>

(TL: TL originalnya gk tau idiom ini)


"Jian ge, kau benar-benar contoh model untuk pria!"


Dia benar-benar masih mengacungkan jempol pada ku.



Tapi! Dipuji oleh anak kecil adalah hal yang sama sekali hal yang yang tidak menyenangkan! itu benar, sama seklai tidak menyenangkan!


Meski hatiku agak tidak setuju sedikit dengan apa yang aku katakan...



Baiklah, aku akui sekarang tindakan kecil untuk melakukan tsun, yang di puji olehnya justru membuatku agak senang.


Cuaca di luar sudah gelap, seharusnya sudah waktunya pulang ke rumah.


"Xiao Ling, aku akan pulang sekarang~"


Setelah mencuci piring, aku besiap untuk pulang, tapi dia tetap terlihat sangat tidak mau mebiarkanku pergi.


"Jangan terburu-buru malam ini ada pemadaman listrik, ini sangat gelap dan menakutkan... aku takut..."


Sambil mengatakan dengan nada menyedihkan, dia memilki ekspresi yang sangat menyedihkan dan matanya berkaca-kaca saat menatapku.


Tidak bisa tertolong, aku paling tidak bisa menagani anik kecil.



"Aku akan pulang kerumah setelah kau tidur, oke?


"Tidak bisakah kau kembali kerumah besok...?


Senyum muncul di wajahnya, tapi aku tidak berani tinggal disini dalam semalam, bagaimana jika besok orang tuanya kembli, maka aku harus meluangkan waktuku di penjara....




Vol 1 chp 3 ~ END




Volume 1, Chapter 2: Ditemukan oleh yandere



Volume 1, Chapter 2: Ditemukan oleh yandere


TL: Pedrosa





“Um….. apakah ada masalah?”


Tanyaku santai, meski firasat buruk mulai tumbuh didalam diriku.


“Aku…..”


Dia mulai berbicara tapi kemudian berhenti tiba-tiba, melirik sekelilingnnya, sebelum menundukkan kepala, dan terus mengulangi “aku”.


“Su-…..”


Akhirnya, dia berhasil berusaha mengucapkan kata lain, dan wajahnya pada titik ini sudah menjadi merah terang, dan jarinya terus berputar satu sama lain tanpa henti.


“Mm?”


Teman sekelas di sekeliling kami berkata “Mm” tanpa henti, karena sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi padaku; dan suasana kelas tiba-tiba menjadi berat.


Mati aku! mati aku! mati aku!


Itulah satu-satunya pikiran yang muncul di otak ku saat ini.


Berangsur-angsur, mulutnya sedikit bergerak, dan kali ini berbentuk menjadi bentuk “-ka”, sementara pada saat yang sama, kedua matanya terus menatap ke kiri dan kekanan berulang kali, seolah-olah proses itu bisa meredakan kegugupannya.


Sejujurnya, jika seorang gadis menyatakan cinta kepada mu pada hari pertama pindah sekolah membuat aku agak senang, tapi aku mengerti omong kosong tentang cinta pada pandangan pertama hanya untuk lelucon, dan terlebih lagi, gadis cantik yang akan menyatakan cinta pada ku di hari pertama hanya akan menghasilkan satu kesimpulan.
Dia , punya penyakit ketergantungan cinta!
Juga, itu cukup parah!


Jangan katakan, jangan katakana itu! Kau akan menghancurkan hubungan yang baru saja aku bangun dengan murid laki-laki!


Aku tidak ingin gaya hidup di sekolah menengah dimana tidak ada anak laki-laki dan perempuan yang ingin bersosialisasi dengan ku!!


“Oh, aku mengerti, jangan katakan kalau kau juga menyukai sumber daya yang ku sebutkan tadi, tidak mengherankan jika kau sulit mengutarakannya, jangan khawatir, aku akan memberikannya kepadamu nanti, jadi itu, aku agak terburu-buru jadi aku akan pulang duluan!!”


[Ketika kau sakit, kau dengan cemas mencari dokter dengan acak], idiom ini benar-benar diterapkan dengan baik pada situasi ku sekarang, namun saaat menenangkan diri dan berpikir secara logis, mengapa ada seorang gadis yang ingin naik ke mobil pengemudi tua?]


(TL: itu adalah sebuah kata, seorang sopir tua mengacu pada seorang veteran p*rno, dan memasuki mobilnya, berarti dia akan membawa mu untuk berlayar di sekiar koleksi p*rnonya seperti pemandu wisata)


Sekali lagi, dia meraih ujung bajuku, dan menggelengkan kepalanya dengan kuat sementara wajahnya yang merah kemerahan menatapku. Melihatku yang mencoba mencari alasan untuk pergi, dia menjadi sangat cemas sampai pada titik dimana dia benar-benar menyentakan kakinya karena frustasi.


“Um,  tongxue ini, jika ada yang tidak menyenangkan untuk dikatakan, kita akan cari tempat yang sepi untuk membicarakannya lain kali, oke?”


Mengekspresikan wajahku dengan kaku membuat senyuman kecil; aku tidak bisa tinggal di tempat ini lebih lama lagi! Aku harus cepat kabur!


“Aku mengalami masa-masa sulit…… untuk membuat keputusan ini….”


Dia tampaknya menggumamkan sebuah kalimat untuk dirinya sendiri, saat dia mengangkat kepalanya; wajahnya masih merah tua, tapi ekspresi wajahnya Nampak sedikit lebih seriius dan sedikit lebih masam kali ini.


Tepat saat kakiku mendarat diluar kelas, sebuah suara yang sangat menyenangkan, melayang dari belakangku.

“Zhang jian! Aku…. Aku….. aku…. Suka kamu!!!”


Tampaknya takut aku tidak bisa mendengarnya, dia berteriak dengan keras.


Pada saat ini, banyak pemikiran mengalir di kepala ku, baik kebahagiaan atau kesedihan, aku belum bisa membedakan banyak hal di antarnya.


Singkatnya, aku sudah selesai! Kehidupan sekolah menengahku, seperi itu, menghabiskannya sendiri di kursi yang menyedihkan itu, dihembus angin sepoi-sepoi yang menjadi rekan yang tak terlihat.


Ahi hampir bisa melihat pristiwa kehidupan masa depan ku berlangsung di depanku.


“Ma Qing Xue….. Kamu hanya bercanda kan, lelucon ini tidak lucu…..”


Seorang murid laki-laki yang tampak sebagai murid paling tampan di kelas memiliki ekspresi seperti disambar petir serta tampang ketidak pastian yang terlukis di atasnya.


“Xiao Xue……. Dia adalah calon manusia sampah seperti ini”


“Itu benar, apa yang baik dari manusia sampah seperti ini!”


“Baru sekarang barang-barang yang dia tawarkan kepadaku, aku pikir itu adalah semacam bahan pembelajaran sekolah, tapi sekarang ketika aku memikirkannya lagi, kemungkinan besar barang yang semacam itu, dia sebenarnnya ingin merusak kita!”


Hei, bukankah kau yang tadi ingin meneraktirku barusan, dan ingin menyebarkan cinta keseluruh dunia? Bagaimana kau bisa membalikan pengemudi mobil tua ini begitu saja, aku diam-diam mendesah di hatiku.


“Kau… Ma Qing Xue, kan? Mari kita bicara sebentar, pasti ada kesalah pahaman disini, mungkin aku terlihat mirip dengan cinta pertama mu, atau mungkin seperti salah sartu kerabat dekat mu yang telah meninggal dunia dan jadi, kesalah pahaman semacam ini bisa terjadi juga, iya kan!”


Aku harus mencari kesemalatan lagi, selama aku bisa membuat Ma Qing Xue tidak menyukai ku, maka aku dapat terus menjalani hubungan baik dengan murid laki-laki, walaupun bagi perempuan mereka masih akan mengabaikan ku begitu…


Dengan seperti itu, mengabaikan tatapan para siswa di seluruh kelas, aku menarik tangannya dan berjalan menuju balkon sekolah. Balkon sekolah ini memiliki teleskop observatorium diatasnya, sehingga tidak terkunci, dan saat ini mungkin tidak akan ada orang yang akan mengunjunginya juga.


Ini tempat yang bagus untuk menyendiri.


Aku tidak menyukaimu, yang berati bahwa kita akan kembali menjadi teman sekelas yang normal, dan walaupun dia masih memiliki penyakit ketergantungan cinta, secara alami dia akan memiliki perasaan yang baik terhadapa ku, jadi sebaiknya aku membuat dia benar-benar membenci ku.


Semakin benci, semakin baik!


Karena murid-murid perempuan sudah memanggilku manusia sampah, jadi aku akan menjadi manusia sampah untuk saat ini saja.


Aku menarik nafas panjang, dan bersiap untuk beralih ke mode manusia sampah.


Sama seperti itu, biarlah kebaikan ku untuk sementara menjadi neraka!


“Kamu bilang kamu menyukaiku kan? Baiklah, berciuman dan seterusnya akan menjadi hal yang menyenangkan bagimu, kan? Keterampilan ciumanku lumayan bagus, setiap wanita yang pernah menciumku sebelumnya semuanya memberi tahuku itu sebelumnya!”


Aku mengunci pintu balkon sekolah, dan persis seperti itu menyudutkannya di depan pintu.


Pada saat yang sama aku secara tidak langsung mengatakan sebuah pesan padanya, bahwa wanita yang aku miliki bukan hanya satu.


Itu benar, ini adalah salah satu metode utama manusia sampah,  menikung didinding!


“Mm…. ini pertama kalinya untukku, jadi…. Tolong lakukan dengan lembut padaku.”


Dia memejamkan matanya, dan menunggu langkahku selanjutnya. Bulu matanya yang indah berkedip-kedip bersamaan dengan kegugupannya.


Terus terang, gadis cantik yang telah menutup matanya seperti ini menunggu untuk di cium, jika ada orang biasa dia pasti kan lepas kendali saat itu. Aku diam-diam dengan kuat mencibit pahaku, dan rasa sakit membuat otakku sedikit lebih sadar dan focus, dan aku terus merencanankan apa yang harus dilakukan untuk langkah selanjutnya.


Mungkin hanya dengan memulai mode manusia sampah yang ekstrim!


“Lupakan saja, kita bisa melakukan hal seperti ini kapan saja kita mau, karena tidak ada orang di sekitar sini sekarang, ayao kita lakukan  beberapa hal lain”


Aku menatap dadanya dengan ganas, dan kedua tangnku membuat beberapa gerakan meraba-raba yang tidak-tidak.

“lembut sedikit…..”



Dia menjawabku dengan suara mungil, dan memiringkan kepalnya kesamping, sambil menekan payudaranya lebih dekat ke arahku, membuat posisi dimana mudah bagiku untuk menyalurkan hasrat hati ku.


Ya tuhan, tidak bisakah kau memberiku tamparan sebelum meniggalkan tempat ini?


Karena semua sudah sampai pada tahap ini, sepertinya aku perlu menggunakan keahlian utama ku, aku tidak percaya kalua kau tidak akan membenciku setelah ini!


Memulai mode manusia sampah gila!


“Heh heh, kau pikir bahwa hanya ini saja yang akan membuat aku puas, ya?  Kau terlalu naif, lepaskan pakaianmu sekarang juga… roknya juga!”


Aku mengeluarkan senyuman jahat yang mengerikan yang mengingatkan pada sampah khas manusia, saat mataku terus menilai seluruh tubuhnya, samabil mengusap telapak tanganku dengan penuh semangat, semua disertai ekspresi di wajahku, jika memang normal, dia akan segera sembuh. Berjalan mendekat dan menamparku tanpa ragu.


“Ini…. Tentang ini kamu harus menunggu sampai kita menikah…”


Dia tampak sedkit tidak nyaman, ini bisa berhasil!! Rancana ini mungkin berhasil!


“Apa? Setelah menikah, Laozi hanya menginginkannya sekarang! Jika tidak, maka semua pembicaraan selesai! Aku pergi!”


(TL: Laozi adalah ungkapan mengatakan ketika seorang ingin dengan angkuh atau sombong menggambarkan diri mereka di posisi yang lebih tinggi dari pada yang lain dalam konteks ini. Ini dianggap vulgar.)


Demi untuk berakting manusia sampah dengan baik, aku bahkan mengucapkan kata-kata kasar, mudah-mudahan dia akan membenci ku sekarang.


“Ja…. Jangan … setidaknya sampai setelah kita lulus dari sekolah menengah…”


Dia benar-benar memperluas jangkauannya, aku tertawa pahit dalam diriku sendiri, sepertinya hal-hal akan berjalan dengan buruk jika hal ini terus berlanjut.


“Aku bilang, sekarang juga!jika kau menolak, maka lain kali jangan pernah berbicara dengan ku lagi”


Dengan wajah yang sangat kejam, aku membuat postur tubuh <lepas pakaian mu>, jika ada orang lain yang melihat ku sekarang, bahkan jangan membicarkan tentang aku yang kesepian di kehidupan sekolah menengah, aku kemunginan besar akan berakhir di penjara untuk ini.

Dalam hatiku, aku menghela napas panjang, sepertinya sudah cukup, setelah itu aku akan mengancamnya beberapa kali sebelum pergi!


“Ayolah”


Sebelum aku sempat mengatkan sesuatu yang mengancam, aku mendengar suara yang tersendak sendak, dan pada saat itu otakku menjadi pendek.

Melihat kearahku, yang akan pergi, dia benar-benar menyerah perlawanannya, matanya berlinang air mata, menangis, dan hanya duduk dilantai seperti itu, dengan mata tertutup, dan tubuhnya yang rapuh gemetaran bersamaan dengan alisnya yang bergetar.


Ya tuhan, apakah ini benar-benar layak?

Aku menahan hati nurani ku yang dengan cepat memarahi ku saat ini, dan meluncurkan mode manusia sampah terakhir ku.

“Humph, kau begitu mudah menyerah pada ancaman ku, pasti tidak ada yang menginginkan mu, atau ini bukan pertama kalinya bagimu! Aku sudah kehilangan minat ku! Lain kali jangan pernah mendekati ku lagi!”


Bahkan aku sendiri merasa bahwa aku terlalu banyak melakukan dengan cara manusai sampah ini untuk berbicara dengan seorang gadis, aku seharusnya masuk neraka untuk ini!

Maafkan aku, Ma Qing Xue!


Aku hanya bisa meminta maaf kepadanya di dalam hati.





Vol 1 - chp2 ~ END



Volume , chapter 1: Awal Yang baru

Volume 1, Chapter 1: Awal yang Baru

TL. Pedrosa


Peyakit Ketergantungan Cinta. ini adalah sebuah type penyakit yang berasal dari hati, ketika penyakit ini menyerang, akan mulai berputar di sekitar kehidupan orang yang anda cintai, dengan kata lain, itu berarti penjara total/ketergantungan. tindakan macam ini sangant buruk bereffek ke pada kehidupan orang lain. dan lebih sering dari itu berubah menjadi akhir yang buruk.

Karena ini di sebut  sebagai "penyaki" didalamnya, maka harus ada ringan dang beratnya. Ringannya, Hanya orang-orang yang melekat dan terikat secara emosional dari biasanya, tetapi yang terpenting adalah yang paling parah, kalian bahkan bisa mengatakan itu sangat berbahaya.

Juga, Penyakit ketergantungan cinta dalam budaya 2 dimensi, lebih sering disebut sebagai "Yandere".

Dan diriku, aku sepertinya memiliki beberapa macam kondisi tubuh yang spesial. yang dengan mudah memikat orang-orang dengan penyakit ketergantungan cinta kepada ku. Didalam hal ini aku agak jengkel, tetapi beruntungnya jumlahnya sedikit, dan setidaknya tidak berpengaruh juga kepada sesama jenis, yang merupakan sebuah berkah di dalam hal buruk.

Melarikan diri dari kota yang sudah dikenal, aku datang ke kota yang baru, memulai hidup yang baru sekali lagi, semua ini demi melarikan diri dari seseorang yang mengclaim sebagai pacar ku.

Maafkan aku jika bahwa aku tidak suka banyak berbicara tentang dia, sampai pada titik aku bahkan tidak merasa ingin mengingat kembali kenangan itu. Persis seperti itu, tinggal di kota baru dan lulus dengan damai dan normal, adalah satu-satunya pemikiran realistis ku saat ini.

Waktu, seharusnya dapat menghapus beberapa hal, yang aku pikirkan.

Memikirkan kembali kesempatan ku untuk datang ke kota ini, aku membawa barang bawan ku dan masuk ke sebuah distrik kecil yang aku telah sewa samapai aku lulus.

Sebuah bangunan yang terdiri dari tiga ruangan dan satu aula, meskipun bagi ku itu sedikit terlalu besar untuk di tinggali ,tetapi bagi diriku sendiri memiliki ruang pribadi yang  luas, aku sedikit senang dengan hal itu, karena keluarga ku terbilang sedikit di kalangan atas,bahkan pindah sekolah diperbolehkan oleh orang tua ku, dan mereka melakukan pekerjaan yang baik dengan tetap merahasiakannya, sehingga orang itu tidak dapat menemukan ku lagi.


Terlahir dalan keluarga yang benar-benar mengerti bahwa kau adalah salah satu berkat terbesar yang aku dapatkan dari masa hidup ku sebelumnya, meskipun aku juga akan meyalahkan orang tua ku juga untuk orang yang terus-menerus mengganggu ku.

Setelah istirahat sejenak, aku berjalan berkeliling dalam lingkaran besar, dan akhirnya terbiasa dengan area baru di sekitar ku, Setelah selesai makan malam di luar, mengunjungi mal terdekat untuk membeli kebutuhan hidup, aku kembali kerumah, mencuci dan membilas dengan benar, lalu besiap untuk tidur, karena besok aku akan pergi kesekolah baru ku, jadi aku harus memiliki penampilan yang segar dan energik untuk itu.

"Selamat malam"

Aku mengatkan kepada diriku sendiri, dengan harapan bisa membatu ku untuk tidur lebih nyenyak.

Su Hua Private Middle School, sekolah menengah yang terkenal di kota ini. Mengambil contoh dari sekolah luar negeri, sekolah tersebut memungkinkan murid-muridnya untuk memiliki pendidikan belajar independend mereka sendiri sebagai dasarnya, pada dasarnya ini berarti bahwa siswa mengelolah urusan sekolah mereka sendiri, jika kepala sekolah dan dewan direktur tidak sibuk di dalamnya, maka akan menjadi Dewan Mahasiswa yang mebuat keputusan.

Aku melihat buku panduan sekolah, menguap, dan masuk ke sekolah.


"Selamat siang murid-murid, hari ini akan ada murid pindahan yang akan masuk kelas kita, semuanya tolong beri sambutan selamat datang ke padanya~"

Seoranng guru wanita yang memakai kacamata memberi isyarat kepada ku yang sedang berdiri sendiri di luar koridor kelas; Aku menyesuaikan dasiku, berdeham, dan masuk ke kelas.

"Erm... Halo semuanya, nama saya Zhang Jian, saya tidak memiliki terlalu banyak pegenalan diri, jadi semuanya, tolong jaga saya dengan baik~!


Pengenalan diri yang sederhana, mereka yang ingin berteman dengan ku hanya akan sedikit jumlahnya, jadi aku cukup mengucapkan nama ku.

"Baiklah, Zhang jian-Tongxue silahkan cari tempat duduk kosong dan duduk, pelajaran akan segera dimulai."

(TL:-tongxue akhiran yg berarti murid/teman sekelas)

Mencari tempat duduk yang kosong, inilah bidang keahlianku!.

Aku mengamati seluruh kelas, dan melihat ada tiga kursi kosong, yang pertama adalah barisan depan, tentu saja tidak! yang kedua ada di deret terakhir di dekat jendela, bukankah tempat duduk ini nampaknya terlalu menyedihkan untuk di gunakan? Tidak! Dan yang ketiga, ada didekat jendela di deretan tengah kelas yang paling kanan, Mm, kursi ini tidak buruk.

Setelah memutuskannya, aku langsung duduk di sana, dan saat mengeluarkan buku sekolah ku, murid yang duduk di belakang menggunakan jarinya untuk mencolek punggung ku.

Berbalik untuk melihatnya, dia tidak mengucapkan sepatah katapun, tetapi matanya mengisyaratkan kepada ku untuk melihat ke kiriku, dan setelah dan setelah aku melihat sekeliling kelas, aku menyadari semua siswa menatapku dengan penuh perhatian. Bahkan kalau aku murid baru kalian tidak tahan melakukan ini padaku, bukan? Tapi dilihat lebih seksama dari mata mereka, aku menyadari ada sesuatu yang salah, terutama murid-murid laki itu yang mengepalkan tinjunya pada ku.

Sampai saat ini, aku kemudian baru menyadari ada seorang gadis yang sangat cantik duduk di sebelahku, dia tampak seperti orang yang agak pendiam, dan rambut hitamnya yang panjang secara alami mengalir turun dari bahunya, dan ketika dia menyadari bahwa aku sedang melihatnya, dia tertawa kecil kepadaku.

Suaranya, sangat lembut.

Dengan telah melewati banyak pasang surut kehidupan, aku langsung tahu saat ini bahwa aku telah membuat kesalahan besar disini.Tidak ada yang duduk disini karena ada kesepakatan diam-diam yang jelas antara murid-murid laki di kelas untuk tidak duduk disini, aku tersenyum dengan menyesal kepada mereka, dan bersiap untuk memindahkan barang-barang ku ke tempat yang menyedihkan itu dibelakang.

"Ai ~ yoh ~ angin di tempat ini nampaknya agak terlalu kuat untukku, kurasa aku harus mengganti kursi."

Setelah duduk di kursi deretan yang paling belakang yang dekat dengan jendela, murid-murid laki dikelas menatapku dengan tatapan "pemahaman yang bagus, bajingan kecil" dan melihat kedapan lagi.

"Zhang Jian~tongxue, aku tidak keberatan kau mengganti tempat duduk,Tapi kau bilang angin disana terlalu kuat, meski jendela disana bahkan tidak terbuka! juga di tempat duduk yang kau duduki sekarang, jendelanya sekarang terbuka lebar, kau tahu."

Guru wajahnya bingung saat menatapku, Seperti murid-murid, Xiao Jiu jiu-laoshi tidak begitu sadar akan masalah ini.

(TL: ada 2 akhiran disini pertama Xiao yang berarti manis atau Cute; yg kedua Laoshi, yang berarti guru)

"Laoshi ~ sebenarnya kursi itu...... bagaimana yah,.... oh, iya! Ada masalah dengan kursi itu, tidak peduli apakah itu musim semi, musim panas, musim gugur atau musim dingin, itu akan selalu dingin kalau duduk disana! kedinginannya itu seperti akan membuat rambut siapa pun berdiri!"

Seorang murid laki-laki berdiri dan membantu ku menjelaskan situasinya,  tapi sekarang ini adalah era pengetahuan modern, dengan alasan bak-baklakan yang sangat jelas, siapa sih yang akan mempercayainya.

"Itu benar, itu benar, kalau prempuan itu akan baik-baik saja, tapi kalau itu laki-laki, itu akan sangat dingin untuknya!"

Beberapa kelompok murid laki-laki lagi benar-benar menemaninya berbicara lebih banyak omong kosong!

"Aku mengerti.... kalau begitu bersiap untuk memulai pelajaran kita!"

Guru perempuan ini terlihat agak muda, dan tampaknya takut dengan topik semacam ini, kemudian dia tidak banyak memikirkannya, tapi sejujurnya, aku benar-benar merasa dingin sekali di sana sekarang.

Itu bukan perbuatan hantu, yang aku tahu.....itu sebenarnya hawa mebunuh dari seluruh murid laki-laki di seluruh kelas.......

Saat kelas dimulai, aku masih sama seperti sebelumnya, melamun disana-sini, meski aku tidak bisa melepaskan perasaan bahwa terkadang  aku merasa seseorang menatapku terus-menerus. Saat aku menoleh untuk melihat, gadis pendiam itu di depan.

Aku menyentuh wajahku, tidak ada yang menempel di wajahku, dan aku tahu bahwa aku juga tidak terlalu tampan, setidaknya dari yang aku tahu ada murid laki-laki yang tampan lainnya di kelas ini.

Mm, itu benar, ada beberapa dari mereka!

Lalu mengapa dia menatapku?

Aku bahkan tidak bisa memikirkan alasan apa pun jadi aku biarkan saja, karena moto hidupku adalah mencoba utuk tidak melibatkan diri kedalam persoalan yang merepotkan. jadi jika dia ingin melihat, maka biarkan saja, karena aku tidak akan rugi apa pun jadinya. Dan aku menolehkan kepalaku kesamping, membiarkan dia melihat apa yang menurutku adalah pose diriku yang paling tampan.

Aku tidak akan membuat salah satu kesalahan terbesar didunia, untuk menyimpulkan dia telah jatuh cinta kepadaku, tetapi bagaimanana jika...? tidak ada yang bisa memastikan hal semacam ini.

karena cinta selalu badai.

Bagaimana pun menghayal tentanng diriku sendiri, Aku pikir mengapa tidak, jika bisa mendapat pacar yang normal dan cantik?

Tidak peduli dimanapun kalian belajar. itu selalu membosankan, dan aku akhirnya bertahan sampai sekolah selesai, dibarengi bel yang berbunyi, aku mulai membangun hubungan antara aku dengan teman sekelas ku.

Aku mencoba membaurkan percakapan dengan orang lain, dan dan pengaruhnya seketika: apa yang sedang mereka diskusikan tidak lain adalah tentang permainan, atau gadis cantik atau.... sumber daya.

(TL: sumber daya dengan kata lain, macam-macam hal dewasa)

Tentang macam-macam sumber daya apa pun itu, menjadi veteran yang sudah lama aku tidak akan kurang dengan semua hal itu, jadi aku secara alami menjadi teman baik dengan semua siswa laki-laki.

"Zhang jian kau berengsek, kau benar-benar kamus suci"

"Jangan, jangan begitu, aku hanya berbagi cinta!"

"Ayo, ayo makan bersama, aku akan meneraktir mu, aku juga ingin berbagi, untuk membiarkan dunia dipenuhi dengan cinta dan kesenangan juga!"

Sekelompok orang berkerumun di sekelilingku, mencoba menggandrungi ku, Terus terang, aku........... agak menikmatinya perasaan seperti ini!

Tapi sepertinya aku hampir tidak memperhatikannya; Terakhir kali aku belajar di sekolah yang semuanya murid laki-laki.

Aku tidak pikir bahwa teman sekelasku akan menjadi type seperti  ini.

Gadis-gadis di samping kami setelah mendengar apa yang sedang kami bicarakan, dengan menghina mengatakan sebuah kalimat.

"Ada empat samapah masyarakat di Su Hua, Zhang jian, Kau memiliki potensi untuk menjadi yang kelimanya."

Seorang murid permpuan bahkan langsung menandakan bahwa aku adalah sampah masyarakat, menghela nafas, jangan katakan ini konsekuensin dari mencoba mendapatkan hasilnya dengan cepat? Meskipun aku berhasil cepat membaur dengan semua murid laki-laki, aku justru memperburuk hubunganku dengan murid prempuan.


Sepertinya aku harus menghabiskan seluruh kehidupan sekola menengahku secara keseluruhan dengan murid cowok. Hatiku pada saat ini ingin menangis tapi ironisnya tidak bisa meneteskan air mata.

Aku tersenyum pahit beberapa kali, dan saaat memikirkan bagaimana untuk menghabiskan hari essok untuk membangun hubungan dengan murid perempuan, aku mulai berjalan keluar dari kelas, saat sebuah tangan menarik ujug bajuku.

Gadis yang pendiam itu, wajahnya tampak agak merah, seolah-olah dia telah mengambil keputusan untuk sesuatu hal.


Vol 1 - chp 1 ~ End


Sebelumnya  -   LDD  -  Selanjutnya




Love Dependency Diseases






Original name : 恋爱依存症
Author: 杂音未来
Type: CN Web Novel
Genre: school-life


Author Synopsis;


Penyakit ketergantungan Cinta: aku memiliki kondisi tubuh yang spesial yang akan secara natural memikat beberapa type orang ke diriku, orang biasanya mengenalnya sebagai -----------"yandere".

Tentang ceritaku, biarkan ku turun terlebih dahulu dari meja bedah sebelum berbicara.

"Aku tidak akan membiarkan mu melarikan diri"

"Kau adalah milikku"

"Tidak akan membiarkan mu diserahkan ke orang lain!"

"Bahkan jika kita meninggal, kita harus masih bersama di kehidupan setelah kematian, ingat itu~"

Perkataan gadis itu, masih terngiang di telinga ku.


Original Tags: younger sister,  harem,  yandere,  p*rn veteran,  yandere brocon,  interesting, comedy, supernatural,  shuraba,  aggressive female leads,  full of jokes



Synopsis TL

Tokoh utama ini, kau brangkali sudah mengira dari Tags aslinya. Seseorang yang diketahui terkenal di Net sebagai master pengoleksi segala jenis p*rn. kau  meyebutnya, ia memiliki itu. Segalanya.


Uh, dengan pegetahuan mendalam tentang XXX tersebut, dia bisa menghindari death flags tertentu yang disebabkan oleh kondisi sepesial tubuhnya, yang secara natural memikat gadis cantik yandere ke dirinya.

kekurangan si tokoh utama? Dia sedikit ngaco terkadang, dia tidak mengerti tentang hubungan percintaan, dia anak muda dengan hormon yang bergejolak dan kacau,  dan faktanya dia terkadang pin - plan dengan pilihan yang sulit. Tipikal apa yang menyebabpkan  yandere terjadi😂.


Daftar Isi

[Desain karakter dan yang lain]
  • Zhangyu;Pegenalan Karakter (ver 2)
  • Ma Qing Xue:PegenalanKakter
  • Xia Ling: Pengenalan Karakter
  • Tong Lin: Pengenalan Karakter

[Side Stories]
  • Legenda dari 12 veteran
  • Hari Xia Ling
  • Adik ku, Zhang Yu
  • Perang pembersian Internet
  • Hari Pasangan edisi spesial
  • Tentang apa yang terjadi setelah di cuci otak
  • Hari valentain yang beracun "side story

[New Life] (vol 1)
  1. Awal yang baru
  2. Diketahui oleh seorang Yandere
  3. Tetanggaan dengan Loli
  4. Digoda
  5. The Forbidden Librarian Keeper/Penjaga Perpustakaan Terlarang
  6. Berkumpulnya 5 Sampah
  7. Dicium
  8. Waktu makan yang berbahaya
  9. Diminta untuk tidur bersama
  10. Rencana licik Dewan Murid
  11. Didorong oleh Dewan Murid Prez
  12. Rencana jahat di balik festival olahraga
  13. Menyelinap ke SMA Eksperimental
  14. Festival olahraga dimulai
  15. Serangan terhadap Empat Raja Kotor
  16. Raja Kotor tercela
  17. Dipaksa untuk Crossdress
  18. Menghadapi Shuraba
  19. Berkencan dengannya 1
  20. Berkencan dengannya 2
  21. Berkencan dengannya 3
  22. Tanggalnya sudah ditemukan!
  23. Pertemuan para veteran
  24. Aku sudah pernah melihat
  25. Aku menjadi anggota Dewan Murid
  26. Prez telah kabuh lagi
  27. Ginjalmu terjatuh
  28. Kepantai
  29. Selanjutnya, pulau Nightcrow!
  30. Kau sama sekali tidak mengerti Bagaimana melakukan CPR
  31. Pulau Nightcrow memang punya masalah
  32. Diserang dimalam hari
  33. Awal badai
  34. Kamu Zi
  35. Eksplorasi malam
  36. Siang hari





Pageviews past week