Volume 1, Chapter 4: Digoda
TL: Pedrosa
"Jian ge, ceritakan sebuah cerita~~"
Xiao Ling berbaring di tempat tidur, yang telah aku ikuti sebelumnya ke kamar tidurnya.
(TL: tidak, itu bukan salah ketik untuk namanya, MC sudah mulai memanggilnya lebih dekat, itu adalah lampiran "Xiao" yang digunakan di depan namannya "Ling")
Ini bisa dianggap sebagai pertama kalinya aku memasuki kamar seorang gadis, namun karena gelap, aku tidak bisa melihat dengan jelas dekorasi ruangan itu, dan yang berbeda dari apa yang aku bayangkan adalah bahwa sama sekali tidak ada boneka sama sekali, di ruangannya.
Aku pikir gadis-gadis di sekitar usia ini akan dan harusnya memiliki banyak boneka di kamar mereka?
Aku mulai meragukan pola pikirku yang lama dan kaku.
"Aku tidak punya cerita untuk diceritakan kepada mu, lebih seperti aku tidak tau bagaimana menceritakan sebuah cerita!"
"Humph, orang yang bahkan tidak tahu bagaimana cara menceritakan sebuah cerita akan selamanya lajang ~~!Woof woof~~!"
Dia bahkan belajar mengonggong dua kali seperti anjing kecil, apakah itu semacam isyarat?
Xiao Ling, meskipun aku memiliki kalimat yang agak gak enak di ucapkan, tapi apakah kau akan percaya jika aku mengatakan kepadamu bahwa ada seorang gadis yang naksir kepada manusia sampah sepertiku?
Dia kemungkinan besar akan menghubungi nomor rumah sakit jiwa......
"Xiao Ling, lihat sekilas jedela.... ada sesuatu disana!"
Aku berencana untuk menakut-nakuti dia sedikit, untuk mendapatkan kembali martabatku sebagai orang dewasa!
Dia melirik ke arah jendela, sebelum kembali menatapku. Tiba-tiba perkataannya menjadi sangat gugup, saat dia mengulurkan jarinya untuk menunjuk ke belakang punggungku.
Ingin menakutiku ya? Heh, kamu terlalu naif! Apakah aku terlihat seperti tipe yang mudah takut?
Aku mungkin harus bertindak seperti berkordinasi dengannya. pikirku, dan saat aku memalingkan kepalaku sepasang tangan tiba-tiba memeluk kepalaku erat-erat.
"Waah ~ ini sangat aneh!"
Dia dengan seksama menjerit sedikit, setelah itu segera menekan kepalaku kebawah ke tempat tidurnya.
"Xiao Ling, lepaskan ...... lepaskan aku, tulang belakangku... leherku ahh... ini seperti akan patah!"
Sebenarnya, tulang belakang dan leherku baik-baik saja, tapi karena kepalaku ditekan ke tempat tidur, hanya ada lapisan selimut tipis yang menutupi dadanya, sehingga aku bisa merasakan dengan jelas dua gundukan lembut bulat yang menopang bagian belakang kepalaku.
Dalam banyak hal, ini sangat buruk sekarang, aku bahkan bisa merasakan pikiran rasionalku melambaikan tangan kepadaku untuk mengucapkan selamat tinggal.
"Tiduur denganku malam ini~, aku agak takut sendirian~!"
"Aku tidak bisa, sebenarnya aku seorang lolicon! Aku takut bahwa aku tidak dapat menahan diri untuk melakukan sesuatu yang akan merugikanmu!"
Ini benar, bahkan jika aku bukan seorang lolicon sekarang, jika ini berlanjut, aku akan benar-benar menjadi salah seorang darinya!
"Aku tidak takut!"
Dia tiba-tiba mengambil sesuatu dari balik bantalnya, dan mengkliknya; Cahaya berkilau biru muncul di tangannya.
Sebuah Taser
"Ini wajib dimiliki semua gadis yang tinggal sendirian dirumah!"
"Apakah kamu mencoba menemukan alasan untuk menyetrumku!?"
Aku bertanya kepadanya kalimat itu, dan ketika dia tiba-tiba menyadari bahwa daerah dimana kepalaku terbaring sekarang agak buruk.
"Bagaimana rasanya? Apakah nyaman?"
Setelah melepaskanku, dia dengan banggga bertanya kepadaku saat di membusungkan landasan pacu pesawatnya dekat denganku.
(TL: Landasan pacu pesawat = permukaan datar tempat pesawat lepas landas, kan? jika kau menggambarkannya sebagai dada anak kecill)
"Mm, ini memang tak bisa terlupakan, aku berharap bisa berbaring seperti ini selamanya, heh heh!"
Aku terus tertawa terkekeh-kekeh beberapa saat, dan dia langsung menatap dengan hati-hati kepadaku.
"Jian~ge ini rasanya gak enak di setrum oleh taser ini!"
"Ini tidak akan menghentikan aku!"
"Bagaimana dengan sekarang?"
Dia mengambil taser yang lebih besar lagi dari bawah bantalnya, kali ini, cahaya berkilau biru itu menerangi seluruh kamar tidurnya dengan seketika
Itu adalah taser tegangan tinggi, setelah disetrum oleh itu pasti sangat tidak nyaman....
"Aku sudah kalah!"
Aku menundukan kepalaku; Cahaya biru itu menyilaukan mata, setelah melihatnya sebentar mataku terasa agak tidak nyaman.
"Jika kau berani melakukan sesuatu yang aneh maka aku akan menyertrum mu~!"
Dia tiba-tiba menarikku ketempat tidur sekali lagi, kembali ke posisi awal sebelumnya, dengan perasaan asli yang aku rasakan saat itu juga.
Apakah dia benar-benar ingin sekali menyetrumku!!
Aku memperbaiki posisiku saat ini karena aku tidak berani bergerak dengan gegabah, dan aku tidak tahu berapa lama waktu berlalu ketika akhirnya aku mendengar suara mendengkur secara halus, sebelum dengan lembut menggerakan tanganya, dan mendapatkan kembali kendali tubuhku.
Dia memang anak keci, huh... setelah bermain-main dia sangat lelah sampai tertidur.
Aku membantu menyelimutinya sedikit lebih lembut, dan berjalan keluar kamar tidurnya.
Setelah melibat wajahnya yang tertidur pulas, aku dengan lembut menutup pintu.
"Selamat malam."
Kukatakan itu bukan hanya untuknya, tapi juga untukku.
Sejak hari ini banyak terjadi hal-hal yang bisa membuatku masuk penjara, aku masih perlu memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah sekolah besok, yang membuatku agak sakit kepala.
Singkatnya, ayo kita tidur dulu!
Lelah berbaring di tempat tidurku, saat aku terbangun, aku sadar bahwa aku hampir terlambat ke sekolah.
Karena terlambat pada hari kedua seorang murid yang baru pindah sekolah bukanlah ide terbaik, jadi aku dengan cepat mengenakan seragam sekolahku, dan ketika aku berjalan menuju pintu masuk distrikku, aku perhatikan bahwa sebenarnya ada seorang yang aku kenal menunggu disana.
Itu Ma Qing xue....
Jangan bilang bahwa dia juga tinggal di distrik ini juga? itulah yang pada awalnya yang aku pikirkan.
Tapi tindakannya disana telah mengubah pemikirannku, saat dia melihat jam, sebelum melihat pintu masuk distrik lagi, nampaknya dia sedang menunggu seseorang.
Untuk menguji teoriku, Sepertinya aku akan terlabat untuk hari ini, aku menghela napas saat aku menunggu Ma Qing Xue pergi.
Waktu pelajaran Su Hua dimulai pukul 8 pagi, dan dia menunggu sampai 7.50 sebelum berangkat, pada saat ini akan memungkinkan bahwa dia akan sampai sekolah pada waktunya.
Aku harus mengaguminya dia, dia benar-benar akurat disana.
Selanjutnya adalah menanyakan keamanan yang ada di pintu masuk distrik.
"Security Da'ge, baru sekarang bukankah ada gadis yang menunggu seseorang di pintu masuk ini tadi?"
"Memang ada yang lebih awal, dia baru saja pergi, kau kenal dia?"
"Dia temanku."
"Aku khawatir itu pacarmu kan? dia menunggu dari sana sejak jam 6 pagi samapai sekarang, bagaimana kau bisa tahan melakukan itu!"
Penjaga keamanan itu tiba-tiba menatapku dengan ekspresi 'kamu adalah sampah', tapi bukankah kukatakan bahwa kita hanyalah teman? Mengapa semua orang sepertinya terlalu memikirkan hal ini?
"Hai ~ Jian ge~"
Xia Ling tiba-tiba berjalan dari belakangku sambil membawa ransel dia memberi salam kepadaku.
"Bagaimana tadi malam menginapnya? apakah tubuhku nyaman? Malam ini kau bisa datang ke rumah untuk menginap lagi~"
Setelah ngeuap dan mengucapkan kalimat ini, dia tiba-tiba meniggalkan pintu distrik.
Tidak bisakah kamu mengatakan seseuatu yang tidak akan menyebabkan kesalah pahaman!?
Dan penjaga keamanan sekarang menatapku dengan ekspresi yang jelas-jelas dimaksudkan untuk penjahat dan sejenisnya.
"Cough cough, Aku pikir aku seharunya pergi juga, hemn.. selamat tinggal penjaga keamanan Da'ge!"
Jika aku tidak pergi kesekolah , guru mungkin kan memarahiku setengah mati.
"Tunggu, kamu tidak bisa pergi!"
" Mengapa?"
Aku tertawa pahit saat aku bertanya kembali, aku pasti mengalami kesalah pahaman yang besar sekarang.
"Kau harus ikut denganku ke pos sekarang!"
Petugas keamanaan berbicara seakan benar sambil mendekatiku, aku pasti akan di masukan kepenjara!
"Penjaga keamanan da'ge, Anda salah!"
"Tidak, kau pasti sudah menipu anak yang tidak berdosa itu!'
Apakah semua pemuda sekarang memiliki kebenaran di dalamnya?
jika iu adalah paman tua dia pasti akan mencibir dengan kejam saat dia memberikan jempol, kau tahu...
"Penjaga keamanan da'ge, apa yang harus kulakukan agar kau mendengarkanku menjelaskan ini!"
"Jelaskan didalam pos!"
"............"
Mengapa aku harus selalu bertemu dengan tipe orang ini !! Aku tidak punya pilihan, semua ini demi menghindari penjara!
Aku mengubah semua kepahitan didalam batin ku menjadi kekuatan mental, dan bersiap untuk memulai mode gay.
"Penjaga keamanan da'ge sebenarnya.... orang yang aku cintai itu kamu!"
"Sejak aku datang kedistrik ini, sosokmu berakar kuat di dalam hatiku ini!"
"Seteiap senyumannmu, semuanya, aku mencintainya!"
Metode kejam yang telah aku gunakan ini dikenal sebagi [Hancurkan 1000 musuhmu, namun tantanglah api untuk 800 dari sekutumu] Ini adalaj salah satu gerakanku yang paling kuat yang aku miliki di gudang senjata yang jarang aku gunakan.
Alasanya, begitu aku menggunakan taktik ini dan akan menyebapkan laki-laki yang memiliki LDD hampir tertarik padaku.
"Anak ini... kamu..."
Petugas keamanaan mentapku dengan tatapan bingung, spertinya tidak menerima fakta-fakta itu padanya.
"Cukup dengan pembicaraanya, sekarang cium aku!"
Aku memejamkan mata, dan mencoba mengingat kembali sejarah masa lalu yang telah aku alami sebelumnya, untuk membuat wajah lebih merah.
"Aku tidak tahu pola pikir orang di kota ini, aku pikir aku akan kembali ke desa untuk bertani sebaiknya!"
Penjaga keamanan memandang kearah langit, dan mengeleng tak berdaya, sambil meninggalkan pintu masuk distrik.
Rencana berhasil, setelah bebas diri dari penjaga keamanan, aku akhirnya sampai di sekolah sekitar jam 9 lebih.
Aku terlambat hampir 1 jam, mudah-mudahan guru tidak akan memarahiku tentang ini...
"Maaf, aku bertemu dengan seorang wanita tua yang tersandung di pinggir jalan, jadi aku mengantarnya pulang, aku sangat menyesal telah terlambat!"
Setelah mengatakan itu, aku menundukan kepala dengan nada meminta maaf kepada guru.
Taktik ini juga disebut sebagai [Mereka yang meminta maaf terlebih dahulu akan mendapat keuntungan], dengan menggunakan taktik ini, guru tidak akan merasa ingin memarahi ku.
"Terlambat ya tetap terlambat, Meskipu kau sudah melakukan perbuatan baik, tapi ada garis tegas antara penghargaan dan hukuman, jadi kau terlambat akan di laporkan ke dewan siswa, dan tentu saja masalah tentang menolong orang tua juga akan di laporkan juga!"
Guru wanita yang memakai kacamata ini membuat keputusan yang sangat adil.
"Kata-kata manusia sampah tidak bisa di percaya!"
Kata-kata murid perempuan langsung membuat seluruh kelas menangapinya sehingga menimbulkan curiga terhadapku.
Selagi aku mulai menjelaskan alasanku yang sudah disiapkan sebelumnya, sebuah suara tiba-tiba menyela pikiranku.
"Kalian sama sekali tidak mengerti kepribadian Zhang jian?" Kenapa kalian harus mencurigainnya?"
Ma Qing Xue berdiri, sepertinya kecurigaan seluruh kelas itu membuatnya agak kesal.
Terima kasih, Ma Qing xue. Sejujurnya, jika kau tidak memiliki LDD, Aku pasti jatuh cinta kepadamu....
Tetapi kata-kata ini, aku hanya bisa mengatakannya diam-diam di dalam hatiku.
Kembali ke kursi barisan belakang yang menyedihkan di dekat dengan jendela, aku melihat bahwa meja itu di coret-coret oleh beberapa murid. Pada titik ini aku telah lama terbiasa dengan hal seperti ini sebelumnya.
Dan Ma Qing Xue, dia masih berpaling beberapa kali untuk menatapku, tapi ketika dia menyadari bahwa aku mengabaikan tatapannya, dia dengan sedih berbalik menghadap kedepan.
Dia gadis yang sangat baik, aku tahu itu dengan baik, dan sejujurnya aku memang memiliki kesan yang baik padanya.
Tapi demi dia, dan bahkan lebih untukku, aku harus berusaha semaksimal mungkin untuk membiarkan dia membenciku!
Vol 1 chp 4 ~ END







