Volume 1, Chapter 6: Berkumpulnya 5 sampah
TL: Pedrosa
Waktu makan siang. Karena aku kekurangan uang, aku dengan kesepian duduk di balkon sekolah dan mengunyah roti kukus yang tidak ada rasanya, Bagiku sekarang, bahkan sepotong ikan asin pun akan tersa mewah.
"Uhuk Uhuk..."
Aku tiba-tiba tersendak roti yang kumakan.... yang merupakan masalah yang sangat serius sekarang adalah, karena aku tidak memiliki uang tambahan untuk membeli minuman apaun.
Dengan paksa aku berusaha memukul punggungku sendiri, tapi hasilnya malah membuat semakin parah.
Sekarang ini hanya menahan tenggorokanku, dan setelah beberapa kali gagal, bukan hanya tidak tertelan ke perut, tapi malah masuk ke saluran nafas.
Tidak bisa bernafas jika ini terus berlanjut, aku akan mati, tersendak sampai mati oleh roti kukus, ini pasti merupakan retribusi surga!
Ke tolilet kamudian, air alami juga dianggap air, cukup gunakan yang tersedia saat sekarang.
Dengan cepat aku berpikir, karena ketidak bisaan bernafas membuatku sangat menderita.
Aku membuka pintu balkon, dan melihat Ma Qing Xue sedang menaiki tangga, apakah dia juga berencana makan siang di balkon?
Tapi ini bukan inti disini, intinya adalah dia memegang sekotak susu di tangannya, meski ia dengan senang sedang meminumnya melalui sedotan. Tetapi aku yang hampir sekarat ini tidak dapat berpikir banyak di waktu ini.
Menggunakan kecepatan tercepatku untuk berlari kedepannya; ia tidak begitu beraksi terhadap ku yang tiba-tiba dengan cepat meluncur ke arahnya, dan merampas susunya dari tanganya untuk ku minum, dan setelah aku meneguk sedalam-dalamnya sekali saja, aku merasa paru-paruku akhirnya berhasil merasakan kehadiran udara sekali lagi.
"Apa yang kau lihat, aku hanya meminum susumu ok? Ambilah, aku masih punya persoalan untuk dilakukan, aku pergi!"
(TL: susu disini, mudah di salahpahami karena ini juga kata dua sisi untuk susu payudara, aku tidak yakin apakah penulis bermaksud membuatnya tidak sengaja mengatakannya)
Aku harus memanfaatkan kesempatan ini sebelum pemikiran dia kembali lagi, dan dengan cepat kabur....
Baru sekarang, aku juga agak mengagumi tingkah lakuku, karena aku bisa sangat terang-terangan dan acuh tak acuh merebut minuman orang lain yang mereka minum di tengah jalan.
Ketika aku hendak sampai kekelas di lantai tiga aku menyadari bahwa sepertinya aku telah meninggalkan kunciku di balkon.
Kembali ke balkon sekolah sekali lagi, Ma Qing Xue duduk di bangku yang sama dengan tempatku tadi mengunyah roti kukus, dan tepat di pinggir bangku, adalah kunciku yang telah hilang aku jatuhkan.
Dengan diam-diam aku mendekati kunci yang terjatuh, karena aku tidak berencana membiarkan Ma Qing Xue melihatku, karena aku tidak boleh membiarkan kemungkinan aku dan dia memiliki waktu bersama sendirian.
(TL: Aku lupa menyebutkan detail yang sangat sepesifik ini sejauh ini, perhatikan bahwa MC terus memanggil pihak lain dengan nama lengkapnya, ini agak penting karena dia memperlakukan seperti orang asing)
"Sekarang ini, ini benar-benar ciuman tidak langsung, benarkan~? benarkan ~! sedotan~"
"Baiklah, kalau begitu, aku pasti dianggap melakukan ciuman tidak langsung sekarang, benarkan~?benarkan~? sedotan~?"
"Sedotan~ kauuuu terlihattt sangaaaat enaak~biarkan aku menghisapmu~!
Dan mulutnya perlahan mendekati sedotan yang telah aku gunakan tadi, dan dengan sangat kuat menghisapnya dengan mulutnya.
Seketika, dia memberikan ekspresi penuh kebahagiaan, dan saat aku berdiri di belakangnnya, aku bisa melihat wajahnya hampir sangat merah-kemerahan.
"Ada rasa roti kukus di dalam susu....."
Seperti itu, dia terus meminum sekotak susu dan berulang kali tersenyum bodoh saat dia sedang meminumnya.
Sial, aku harus segera lari, aku bahkan tidak ingin kunci lagi...
Kenapa dia sangat imut! Hatiku terus bedebar kencang, pemandangan yang baru saja aku saksikan membuat aku lebih menyukainya.
Pada tingkat ini sekarang bagaimana aku bisa tahan menjadi cukup kejam untuk membuatnya membenciku!!
Tanpa tujuan hanya berjalan di sekitar sekolah, menunggu pelajaran sore dimulai, periode waktu ini akan sangat membosankan.
Apalagi bagiku yang sama sekali tidak punya teman.
Tiba-tiba, sebuah tangan dari belakang menepuk pundakku..
Berbalik untuk melihatnya, ia adalah murid laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal.
"Temanku, kita sedang mencarimu"
dibelakangnya, ada dua orang lagi .
"Halo, anda?"
"Salah satu dari Lima Manusia sampah Su Hua, [ Demon Skirt Flipper/Iblis Pengangkat Rok ]"
Apa...? Kupikir teman sekelas wanita itu hanya bercanda, tapi ternyata memang benar ada Empat Manusia sampah di sini.
Dan tentang Lima Manusia Sampah yang dia bicarakan, telingaku secara otomatis menyaringnya menjadi hanya Empat.
" Tongxue ini, kamu hanya bercanda kan?"
Aku menatapnya dengan sikap agak mencurigakan.
"Kalau begitu aku akan membiarknmu melihat teknik rahasiaku saat ini juga, <Rising Airflow>!!"
Tiba-tiba, angin bertiup sangant kencang, dan pada saat ini semua rok gadis di koridor terangkat. Koridor, tiba-tiba menjadi dunia yang penuh bungan dan tanaman hijau.
Apakah orang ini memiliki semacam kekuatan ? Oi!
"Aku sudah kalah"
Aku menundukan kepala, untuk mengungkapkan ketulusanku terhadap diriku sendiri yang mencurigainya sebelumnya.
Tertawa, dia menatapku, dan mengenalkan kedua orang di belakangnya.
"Orang ini adalah [Master of Stalkers], teknik rahasianya adalah untuk secara akurat mengatakan setiap alamat murid perempuan di Su Hua, atau nomor telepon, atau informasi pribadi apa pun yang tersedia melaui internet, termasuk tiga ukurannya."
Dia menunjuk ke arah seorang pria yang sedikit gemuk, dan mengenalkannya padaku.
Hal ini membuatku agak berhati-hati terhadapnya seketika.
Aku katakan, orang ini, kau sudah melakukan kejahatan, apakah kau tahu itu?
"Dan ini adalah.."
"Tidak perlu, aku akan mengenalkan diriku sendiri."
Seorang pria yang sangat tampan kemudian melangkah maju didepanku, dengan gaya rambut keriting yang trendi, bentuk wajah yang agak jelas tampan, sosok tubuh yang tampak kokoh, jari-jari yang elegan, semua yang meliputi fakta bahwa dia adalah pria tampan.
Jika aku menjadi seorang gadis, mungkin aku akan segera jatuh cinta padanya sampai tidak terpisahkan sepenuhnya.
"Aku disebut sebagai [Anal Calamity]
"....................."
Tiba-tiba aku merasa keganasan yang ekstrem, yang terkumpul disekitar bagian belakang tubuhku.
Tidak mengherankan jika pria tampan itu adalah salah satu dari Empat Manusia Sampah; jadi di memiliki minat terhadap jenis kelamin yang sama...
"Oh, benar, bukankah ada satu lagi?"
(Salah satu dari empat sampah)
"Dia? Aku tidak tahu kemana dia pergi, mungkin ...dia ada disini, dia ada disini, tepat di belakang mu"
[Demon skirt flipper] lalu menunjuk ke belakangku, dan aku belum sadar lagi saat aku tiba-tiba dipeluk oleh seseorag gadis, Cara dia memelukku agak terampil, karena sekarang semua gerakan tubuhku telah dikunci sepenuhnya olehnya.
"Ya ~ hoo ~ aku Aihua Amelia ~ tubuhmu agak fantastis ~!
Dengan susah payah aku berhasil berbalik, dan meyadari bahwa gadis yang memelukku memiliki warna rambut emas, dan dia adalah orang asing yang memiliki mata biru, tapi sebaliknya dia tampak lebih seperti gadis cantik oriental, yang mungkin berarti dia campuran.
"Nama cina ku adalah He Mi, dan orang memanggilku...."
Dia tiba-tiba meletakan bibirnya sangat dekat dengan telingaku, dan dengan lembut meniupnya.
Uuu.... sangat nyaman....
"[Men Huntress]"
Setelah selesai meniup, dia membisikan sisa kalimatnya yang lengkap tadi.
Ini segera membuat aku begidik, aku bertemu seorang ahli !!
"Cepat lihat, ini adalah Berkumpulnya dari Lima Manusia Sampah, Apa yang akan mereka lakukan?"
"Aku tidak tahu, tapi mari kita cepat pergi...."
Para siswa yang tidak sadar yang berada di sekitar kami dengan cepat ketakutan oleh aura intimidasi Empat manusia sampah.
"Selamat begabung dengan kami, [Forbidden Librarian keeper], kami pernah mendengar nama mu yang terkenal sejak lama."
[Demon Skirt flipper] tongxue, jangan bilang begitu !! saat ini, hanya teman sekelasku yang tahu tentang ini, jangan biarkan julukan yang memalukan ini semakin meluas !!
"Tidak.... panggil aku menggunakan namaku...'
Menggunakan julukan yang memalukan seperti itu untuk saling memanggil, bukankah kalian menganggapnya agak memalukan?
"Oh... jangan bilang bahwa menurutmu julukan yang membuktikan identitas mulia kita memalukan?"
Dia segera melihat melalui niat ku, tapi ini memang agak memalukan!
"Baiklah..... kita harus melihat apakah yang lain menyetujuinya atau tidak, bukan begitu? [Holy Light Propagator]? Atau haruskah Aku memanggil mu, [Wise Sage's Enligtenment]?"
Orang ini benar- benar tahu dua julukan memalukanku yang lain.....
Pada saat bersamaan, semua siswa laki-laki di sekitarnya langsung menatapku dengan tatapan memuja.
"Ha ha ha, karena semua orang sudah mengenal kita sebagai Lima Manusia Sampah, jadi seperti ini saling memanggil julukan sama sekali tidak ada pebandingannya!'
Aku tertawa karenanya, seperti jantungku terus berdetak cepat.
"Manusia sampah telah berkumpul, sekarang akan sangat menggairahkan!'
"Yeah, Yeah!'
Banyak siswa di sekitarnya menunjukan kamu secara berulang, dan mereka berempat tampak sangat menikmati pertunjukan semacam ini.
Aku sudah terlibat dengan sekelompok orang yang mentalnya terganggu.
"Kalian.... apa dasar kalian memanggil Zhang jian Manusia sampah!!"
Suara yang familira muncul, bergema disekitar telingaku.
Ia Ma Qing Xue, sepertinya dia kebetulan saja lewat sini.
"Salah satu dari Su Hua's [Three Great Beauties], Ma Qing Xue berdiri untuk mu, tidak buruk sama sekali, [forbiden Librarian keepper].
[Demon Skirt Flipper] melirik sekilas ke arah Ma Qing Xue dan kepadaku, dengan bibir yang sedikit melenkung dalam senyuman.
"Zhang jian tongxue, semuanya salah mengerti kau, kan?"
Ma Qing Xue ternyata adalah salah satu dari dari gadis cantik yang terkenal di sekolah?
Seperti yang diharpkan dari salah satu [Three Great Beauties], pesonanya langsung memadamkan lingkungan sekitar menjadi diam.
Dia mencoba untuk membantu reputasiku, aku sangat berterima kasih padanya untuk itu.
Tapi dia tidak memikirkannnya, apa yang akan terjadi pada dirinya setelah melakukan hal seperti ini,
Jika saja, dia tidak memiliki LDD Pada dirinya.
Tapi, kalau begitu, maka hubungan kita antara satu sama lain hanya sekedar temansekelas biasa.
Demi dirimu, dan untuk diriku, aku minta maaf.
"Tidak, Mereka tidak salah paham dengan ku, aku hanyalah Manusia sampah, itu saja."
Setelah aku selesai mengatakannya, aku berbalik tanpa melihat ke belakang dan meniggalkan tempat kejadian, sekali lagi sekali lagi melukainya. Jika mungkin aku benar-benar berharap agar dia segera maju sekarang dan memberiku dua pukulan dari belakang.
Paling tidak, sedikit pun bisa mengurangi rasa bersalah dalam hatiku.
Vol 1 chp 6 ~ END

No comments:
Post a Comment