Volume 1, Chapter 7: Dicium
TL: Pedrosa
Sore.
Setiap saat setelah pelajaran selesai, Ma Qing Xue akan berusaha mendekati ku, mencari kesempatan untuk berkomunikasi denganku, tetapi aku selalu bersembunyi darinya dengan pura-pura tidur di mejaku.
"Apakah..... apakah kamu masih tidur? Sudah waktunya pulang.... bangun.... baanguunnn!"
Dengan gagap saat menghampiri diriku, dia bahkan menggunakan tangannya untuk menyenggol tubuhku.
Aku sangat idiot, rencana yang lebih bijaksana adalah bahwa sepulang sekolah seharusnya aku mengatakan bahwa aku memiliki sesuatu dan kemudian dengan cepat kabur, dan aku baru saja memikirkannya, sekarang yang malahan terjadi mengarah pada kesempatan untuk sendirian dengannya lagi.
Singkat cerita, ini saatnya untuk pura-pura tidur, aku tidak percaya bahwa kau tidak akan pulang.
"Apakah dia sudah tidur ~ apakah dia benar-benar sudah tidur ~ Heeey ~ "
Dia mendektai wajahku lebih dekat lagi, dan bahkan dengan lembut meniup telingaku, dan setelah dia menyadari bahwa tidak ada tanda-tanda diriku terbangun dia duduk di kursi di sampingku.
Setelah beberapa lama berlalu, para siswa di kelas seharusnya sudah pergi.
"Xiao Xue, kamu masih belum pulang? Ayo cepat, sebelum manusia sampah terbangun dan melakukan sesuatu yang kotor terhadapmu lagi."
Mendengar suara itu, ia adalah murid wanita yang polos yang telah aku coba untuk raba payudaranya sebelumnya, anda datang pada saat yang tepat, cepat dan bawa dia pergi!
"Umm, aku punya sesuatu yang ingin kukatakan padanya, jadi aku akan menunggu disini sampai dia terbangun."
"Tapi dia manusia sampah, manusia sampah! Apa kau mengerti maksud manusia sampah?"
"Tidak, dia bukan manusia sampah! Dia hanya disal pahami oleh kalian semua !!"
Ma Qing Xue mengatakannya dengan tepat, aku benar-benar disalahpahami secara mendalam
Apa yang aku lakukan, adalah hanya melakukan hal-hal semacam itu terhadap mu di balkon sekolah, dan mencoba meraba-raba payudara murid polos yang kebetulan lewat, dan membantu menyebarkan suber daya.....
Tunggu, sial!! Bukankah tindakan ini adalah tindakan yang dilakukan oleh manusia sampah?
Meskipun segala sesuatu di atas memiliki alasan yang kulakukan, tapi aku tidak bisa menyangkal hal itu; Aku sebenarnya tidak disalahpahami saat ini.
"Manusia sampah ini mungkin tidak akan terbangun dalam waktu singkat, ayo kita bangunkan dia."
"Jangan, dia terlihat agak lelah, biarkan dia tidur sebentar lagi, setelah beberapa saat aku akan membangunkannya."
"Mengapa kau memperlakukan manusia sampah ini dengan baik, jangan katakan bahwa dia entah bagaimana telah mencui otakmu?"
Murid perempuan yang tidak bersalah yang aku coba raba dadanya mendesah panjang.
"Xiao Xue, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk bangin lagi!"
Setelah dia selesai mengucapkan kata-kata ini, aku dengan jelas mendengar suara pisau yang menajam, temanku, apakah keluargamu tahu bahwa ini luar biasa!?
(TL: ^ frase terakhir itu adalah perumpamaan dalam bahasa cina, untuk mengambarkan betapa menyeramkannya dia)
Aku benar-benar ingin membuka mataku dan melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini, dia tidak mungkin serius melangkah maju untuk memberiku berberapa tikaman bukan?
Jangan beritahu aku bahwa niatku ingin ditikam sedang didengar oleh tuhan?
Aku mulai panik, dan otakku terus memikirkan apakah aku seharusnya melarikan diri, atau tidak.
"Jika.... jika kau ingin membunuhnya maka kkau hars melngggkahi mayatku dullu!"
Aku bisa merasa dengan jelas bahwa dia tiba-tiba berdiri di depanku.
Tapi, jangan gigit lidahmu saat kau mencoba mengucapkan kalimat menyentuh, oi!
"Dan jika kau melakukan ini, Kau juga akan di tangkap!"
"Baiklah, lupakan saja, sebenarnya aku juga tidak berniat membunuhnya, karena memang merupakan kejahatan jika dilakukan, paling banyak aku akan menikamnya beberapa kali.... karena dia dia manusia sampah di sekolah, dan aku juga memiliki saksi mata sekitar saat dia mencoba meraba ku pada siang hari ini, ketika waktu tiba, aku akan memberi tahu polisi bahwa dia yang pertama kali menyerangku, tindakan ku ini paling dianggap sebagai bela diri, kau pikir bahwa polisi akan mempercayainya atau aku?"
Uwa.... Apa motif yang mendalam, ia gadis yang menyeramkan...
"Aku akan pulang dulu kalu begitu, jika dia melakukan sesuatu yang aneh terhadapmu tolong beritahu aku, oke?"
"Mm, sampai jumpa besok ~"
Begitu gadis yang ingin menikamku beberapa kali meninggalkan kelas, Ma Qing Xue kemudian berjalan ke pintu masuk kelas, apakah dia juga bersiap untuk pergi juga?
Tapi yang terjadi selanjutnya adalah suara "Pak" yang nyaring.
Itu bunyi pintu yang sedang di kunci, dia berjalan ke pintu belakang, dan suara mengunci yang sama juga terdengar dari sana.
aku sedang di kunci
Mataku diam-diam membuka celah kecil, dan di kelas yang luas, hanya ada dua dari kita yang tertinggal.
Sementara tidak bisa memikirkan gagasan bagus, aku tidak punya pilihan lain kecuali terus berpura-pura tidur.
Bergantung pada situasinya, aku bahkan mungkin perlu melakukan mode manusia sampah sekali lagi.
Dia berjalan sangat dekat denganku, menurunkan kursi dari meja di hadapanku. dan langsung duduk di depanku.
Aku bisa merasakan tatapannya. Dia menatapku seperti ini untuk waktu yang sangat lama.
"Wajah tidur yang imuutt~"
Dia menggunakan jari-jarinya untuk meyodok wajahku, dan dengan lembut mencubit sedikit juga.
Aku katakan, tidak bisakah kau menggunakan istilah 'tampan' untuk menggambarkan wajahku yang sedang tidur, mengapa harus menggunakan kata 'imut'!
"Hehe ~"
Dia dengan bodohnya tersenyum beberapa kali, dan terus bermain dengan wajahku.
Aku tidak tahu berapa lama dia kemudian terus bermain dengan wajahku seperti ini, tapi akhirnya dia berhenti beberapa lama.
Tepat saat aku hendak mengintip, aku lalu mendengar apa yang dia katakan selajutnya, membuatku hampir pingsan.
"Tidak apa-apa kalau aku menciumnya sedikit, karena dia tidak akan tahu...."
Sialan, kenapa dia sangat imut!!
sial, ini akan dikutuk dika terus berlajut! Aku perlu memikirkan rencana dengan cepat.
Dan suara napasnya, perlahan dan dengan perlahan mendekati wajahku, bahkan jika aku tidak membuka mata, aku sudah bisa merasakan bahwa wajahnya sangat dekat dengan perkiraan ku.
Dan saat ini, hatiku memompa dengan liar seperti bagaimana senapan mesin menembak dengan kecepatan gila, yang membuat otakku tidak dapat memfungsikan pemikiran dengan benar dengan baik.
Sebenarnya, aku tidak membencinya, lebih dari itu aku memiliki perasaan yang kuat untuknya, aku bahkan memiliki sedikit harapan di hatiku untuk apa yang akan terjadi selanjutnya.
Rasanya sudah lama berlalu, padahal sebenarnya waktu yang cukup singkat.
Tetapi tanpa mempunyai pilihan selain membuka mataku, aku melihatnyan.Dengan mata terpejam, saat dia menciumku.
Di wajahku, terasa lembut dan lembut itu agak tak terbayangkan, dan itu memberiku perasaan indah.
Hatiku yang semula memompa sangat cepat menjadi beku seperti balok es pada saat ini.
Embusan angiin hangat bertiup dari jendela yang terbuka, dan aroma dari rambutnya melayang ke wajahku, yang membuatku agak gatal.
Sinar redup dari mata hari yang terbenam menyinari wajahnya, yang ditambah dengan wajah yang merah kemerahan di wajahnya, membuatnya sangat menawan sehingga agak tidak nyata.
Semua ini sangat tampak sunyi, dan sepertinya waktu telah berhenti pada saat itu.
"Seperti.... seperti yang di duga itu cukup memalukan...."
Matanya masih tertutup, dia menggunakan tanganya untuk menutupi wajahnya yang terengah-engah
saat menggelengkan kepalanya.
Aku masih bertingkah sama seperti sebelumnya, mata terpejam saat bepura-pura tidur, bagaimanapun rencanaku adalah untuk melihat bagaimana kelanjutannya dari sini.
Akhirnya, dia meniggalkan tempat duduknya, dan berjalan ke pintu masuk dan membuka pintu, sebelum berbalik untuk memberiku sebuah teriakan keras.
"Pelajaran ~ ~ ~ ~ ~ telah ~~~~~~~~ berakhir ~~~~~~"
Setelah berteriak, dia bahkan tidak memeriksa apakah aku terbangun atau tidak, dan langsung berlari sambil bersenandung sebuah melodi untuk dirinya sendiri.
"Fiuh...."
Aku menghela napas panjang.
Aku menggerakan punggungku yang sedikit sakit. dan teringat apa yang telah terjadi barusan.
Rasa bibirnya masih berakar di dalam otakku; Dan saat aku menyentuh wajahku, masih ada sensasi basah yang sedikit hangat di atasnya.
"Sangat Imut...."
Sekarang aku harus mengakui satu hal, bahwa aku benar-benar telah jatuh cinta padanya....
Hal ini membuat ku agak jengkel, bagaimana aku bisa menjadi kejam untuk membiarkannya membenciku sekarang? dan bagaimana aku bisa mengatakan sesuatu yang kasar baginya sekarang untuk menyakitinya?
Tapi karena aku menyukainya, aku tidak bisa membiarkannya memiliki perasaan positif terhadap aku lagi.
Untuk itu sangat berbahaya berada disampingku, apalagi orang yang mengaku sebagai pacarku.
Jika dia tahu, Ma Qing Xue pasti berada dalam bahaya, demi melindunginya, aku tidak punya pilihan selain membuatnya menjauh dariku.
"Betapa menyedihkan ini!"
Aku memiliki ekspresi pahit di wajahku saat meniggalkan sekolah.
Kembali kerumah, aku langsung berselancar ke dalam buku ku; Buku-buku ini adalah koleksi berhargaku.
"Seperti yang diharapkan, hanya sumber daya ini yang bisa menyembuhkan rasa sakit batinku!"
Meski mulutku telah mengatakannya seperti itu, tapi otakku untuk pertama kalinya merasa agak acuh tak acuh terhadap buku-buku itu.
Apa yang membuat ini semakin menyedihkan adalah aku masih belum menyelesaikan masalah makan malamku.
Mie istan, meski aku memiliki sisa sekotak besar, tapi pikiran untuk bertahan hidup di setiap hariku mie instan itu sendiri membuatku kehilangan nafsu makanku,
Suara mengetuk tiba-tiba terdengar, dan setelah aku membuka pintu, aku menyadari bahwa itu adalah tetanggaku, Xia Ling.
"Aku telah dengan tidak sengaja sudah membuat banyak makan malam ~ Jian ge jika kamu belum makan ayo datang ketempatku untuk makan ~ tidak membuang-buang makanan adalah salah satu kebijakan tradisonal kita ~"
(TL: kita mengacu pada negara tempat mereka berada, China)
Seorang malaikat telah muncul Aku benar-benar merasa ingin memeluknya dan menangis sekarang juga.
"Benar, menjadi pemuda yang baik dalam masyarakat modern ini, aku harus memiliki tanggung jawab untuk makan makanan itu untuk mencegah pemborosan."
Secara tidak sadar aku berbicara dengan ekspresi serius; Mencoba untuk menutupi perilakuku yang agak memalukan sekarang.
"Kau makan makanan gratis, namun kau memiliki ekspresi serius seperti wajah tidak berguna yang membuatku merasa lebih baik membuangnya dari pada memberikannya dengan rasa hormat!"
Dia tersenyum saat dia mengucapkan sebuah kalimat yang sangat jahat.
"Aku bisa memberi mu hadiah!"
"Baiklah ~ ~ hadiah macam apa yang bisa kau berikan padaku ~?
Aku melirik ke sekelilingku rumahku yang agak luas, itu tampak seperti selain kebutuhan sehari-hari yang aku miliki, ini hanya sumber daya yang tersisa.
Aku tidak punya apa-apa yang bisa kuberikan pada Xiao Ling.....
Melihat ekspresi bingung di wajahku, dia tertawa bahkan sangat senang.
"Bagaimana dengan menggunakan tubuhmu sebagai pembayarannya?"
Demi mubuatnya terdengar lebih realistis, dia bahkan terus saja menjilat bibirnya saat dia berkata,
Apakah Kau Om-Om yang memberikan pinjaman yang tinggi kepada ibu rumah tangga yang lemah lembut!
"Mari kalau begitu, bukankah ini hanya pembayaran tubuh? Lakukan apa yang kau suka."
Aku ingin melihat, bagaimana dia bisa membuat aku melakukan pelunasan tubuh, karena hatiku perlahan-lahan mengalami sedikit perasaan cemas.
"Oh... benar, apakah kau tahu mengapa ayah dan ibuku tidak ada di rumah pada malam hari ~?"
"Bukankah mereka sibuk dengan pekerjaan mereka?"
"Ituu benar ~, karena tidak peduli apakah mereka berkeliling mengumpulkan uang mereka, atau untuk merebut wilayah baru, atau untuk menghabisi beberapa orang yang agak menjengkelkan, semuanya harus dilakukan di malam hari bukan?"
"................................"
Itu sebenarnya mafia!!!
"Xia Ling da xiao jie, aku tidak lapar lagi..."
(TL: da xiao jie = wanita muda, biasanya memanggil seorang gadis muda dari keluarga berpengaruh dengan hormat)
Kalimat ini diucapkan meski pertku bergemuru seperti drum.
"Kalau saja Jian ge bisa bertingkah seperti anjing kecil dan bermain denganku maka aku akan memberimu makanan untuk dimakan."
Xiao Ling dengan angkuh memberiku permintaan yang agak menjengkelkan.
"Menurut mu siapa aku melakukan hal semacam itu!!"
"Menu malam ini terdiri dari babi panggang, kaki ayam, kaki babi, daging rebus, daging domba rebus ~ ~"
Dia mengibaskan jarinya, setiap kali dia mengatakan hidangan tertentu, penalaran pikiranku turun satu point.
"Woof ~ woof ~ "
Demi makanan, akhirnya aku membuang harga diriku.
Vol 1 chp 7 ~ END

No comments:
Post a Comment