Volume 1, Chapter 8: Waktu makan yang berbahaya
TL: Pedrosa
Xia Ling tampak agak senang melihat aku tunduk padanya, meski aku tidak tahu apa yang akan dia tanyakan kepadaku selanjutnya, tapi semua ini layak menurut pendapatku.
Untuk variasi daging babi panggang! Hidup makanan daging!
"Kalau begitu, bersalaman!"
"Woof ~ woof~"
Meniru perilaku seekor anjing kecil, aku menyalami tangan kanannya, ada beberapa kapalan ringan di tangannya, meski dia hanya anak kecil, hidup sendirian harus menjdi tugas yang melelahkan,
"Berbaring!"
"Woof~"
Masih meniru prilaku anjing kecil dan berbaring, untungnya lantai di rumahku agak bersih sehingga ini sama sekali tidak akan mengotori pakaianku.
"Berguling~"
"Woof~"
Masih meniru perilaku anjing kecil untuk berguling di lantai, aku merasa sedikit mulai malu.....
"Anak baik ~ anak baik ~"
Dia menggunakan kedua tangannya untuk dengan lembut mengusap bagian atas kepalaku; Meskipun itu adalah hal yang memalukan, mengapa perasaan ini agak adiktf?
"Selanjutnya....... Jilat wajahku ~"
"..............."
Inilah salah satu perintah yang sangat ingin aku lakukan tapi tidak beraniku lakukan, karena aku khawatir setelah menjilatinya, aku akan membangunkan beberapa sifat tersembunyi didalam diriku.
"Tidak mau melakukannya? baiklah, makan malam ini akan aku berikan pada doggy kecil yang sungguhan yang mematuhi perintah ku."
"Jian ge ~ daging babi panggang akan segerah meninggalkanmu ~ sama dengan steak juga ~ kaki ayam...."
"Woooooof~"
Karena terbuai oleh makanan. sekali lagi aku menyerah dan menjatuhkan semua penalaran yang dimiliki seoran manusia, dan merentangkan lidahku ke wajah Xiao Ling, dan akan menjilatnya saat dia menghentikan ku.
"L-Lupakan saja ini, ini sedikit memalukan!"
Dia menutupi kepalanya dengan satu tangan, dan matanya tertuju ke dinding. Pipinya yang imut agak kemerahan karena malu, yang benar-benar membuatku tergoda untuk mencoba menggigitnya.
"Sebenarnya aku berencana mengirim apapun yang telah aku rekam barusan ke bàbà untuk dilihat, tapi sebagi peringatan aku rasa akan menyimpannya ke dalam koleksi ku......."
(TL: bàbà = dibacanya "papa")
Dia melepas bros kecil dari dadanya, dari di atas bros ada titik hitam yang sangat kecil sekali, ketika aku melihatnya dengan seksama, itu benar-benar sebuah spycam.
Seperti yang diharapkan seorang anak perempuan dari keluarga mafia. bahkan dengan taser yang dimiliki, dia memang memiliki banyak barang bagus.....
Tapi....
"Xiao.... Xiao Ling.... jika kamu benar-benar mengirim klip yang baru kau rekam ke bàbà mu maka tubuhku pasti akan di tenggelamkan ke laut!"
"Dia tidak akan - meski bàbà terlihat agak galak dan mengintimidasi, tapi dia masih orang yang sangat baik - berdasarkan gayanya dia paling tidak akan mengurangi gege untuk hanya menjadi uap dari dunia ini saja~"
"Omong-omong, adakah perbedaan dari penguapan dan tenggelam ke lautan?"
"Ada perbedaan beesssar - apakah kau ingin mencobanya?"
Dia memberikan senyuman yang sangat mengingatkan pada setan kecil, dan aku mulai merasa bahwa ini sebenarnya adalah sifat aslinya.
"Xiao Ling.... ayo kita makan malam dulu, aku sudah sedikit lapar,,,,"
Aku tidak bisa membiarkan pembicaraan ini berlanjut, aku khawatir aku akan tahu hal lain yang tidak seharusnya aku tahu.
"Seorang gadis muda yang khususnya membantu memasak makan malam untuk anak laki-laki, bagaimana anak laki-laki itu tidak berterima kasih padanya ~?"
"Jika kau menjawab dengan salah maka tidak ada makan malam untuk mu~"
Dia menambahkan kalimat lain setelah itu, Hanya dengan menggunakan fakta bahwa aku belum makan untuk mengancam ku, itu sudah terlalu banyak....
"Xiao Ling, ayo kita menikah!"
Aku menggunakan ekspresi kesal yang ekstrem untuk mengatakannya untuk menggodanya, karena aku ingin melihat reaksi macam apa yang akan dia lakukan.
"Tentu ~ tentu ~, pertama-tama aku akan menelpon bàbà untuk memberi tahunya, ada lolicon yang cabul tinggal di sebelah ku yang baru saja melamarku~. dan jika bàbà setuju, kita akan bisa langsung mengabaikan umur yang legal untuk menikah dan mengabil surat nikah dari biro urusan sipil besok~"
Ayah mu benar-benar hebat!!
"Hei, lao ba ~, tinggal disamping aku ada se......."
Dia mengeluarkan teleponya, dan menekan sebuah nomor panggilan.
Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin! Aku akan mati, aku akan mati, aku akan mati!
"Baiklah kita cerai!"
Aku segera berlari ke depan untuk meraih telepom darinya, tapi aku menyadari bahwa Xiao Ling benar-benar tahu seni bela diri, karena dia bisa menahanku untuk tunduk hanya dengan satu tangan.
Hal ini membuat batinku benar-benar sakit, karena tidak peduli bagaimana kau akan melihatnya, Xiao Ling hanyalah seorang gadis kecil, apalagi kekuatannya dibandingkan dengan pria, dia akan benar-benar kurang normal.
"Jian ge, berhenti, aku akan jatuh!"
Perlawananku nampaknya sedikit terlalu kuat, karena Xiao Ling yang tidak seimbang jatuh dengan pantanya terlebih dahulu, dan aku yang telah kehilangan kendali pada target jatuh juga.
Kepalaku mendarat di bawah roknya.... dan aku melihat seikat setroberi....
Mm, itu benar, stroberi.
"Jian ge..... Aku sudah merekam adegan ini, jika kau memiliki kata-kata terakhir, aku sarankan agar kau katakan sekarang, aku akan mencoba yang terbaik untuk membantu mu memenuhinya."
Aku sudah akan mati, huh.... karena ini akan menjadi seperti itu, aku mungkin langsung dan melakukan hal-hal semacam itu terhadap Xiao Ling.....
Tunggu ..... baru saja aku sepertinya baru saja memikirkan gagasan yang sangat buruk.
Apa yang harus aku lakukan selama waktu ini, adalah dengan terus meminta maaf.
Aku merangkak ke atas, dan mengubah ekspresiku menjadi permintaan maaf yang paling benar dan tulus.
"Xiao Ling, semua ini , itu salahku!'
"Lanjutka saja dan bunuh aku, jika dengan melakukannya, kau bisa sedikit merendahkan sakit hati mu yang menyakitkan."
"Aku tidak akan memiliki keluhan sama sekali, selama kau memaafkanku, jadi bagaimana jika aku harus mengalami berbagai macam penyiksaan?"
Aku meniru adegan-adegan yang menyentuh dari tayangan drama televisi, dan sesuai dengan apa yang dimaksud dengan plot, biasanya aku harus dimaafkan.....
Dia memiringkan kepalanya yang imut ke samping, karena kedua tangannya diletakan di pinggulnya, sedikit mengernyit, lalu tampak seolah tersenyum kecil, tampaknya memikirkan beberapa skema yang kejam.
Dia mendekatiku, dan mengeluarkan sepotong permen yang ada dimulutnya dan dengan cepat memasukannya ke dalam mulutku.
"Ini pil yang sangat beracunm, jika Jiam ge berbohong ~ maka malam ini dia akan mati dengan sangat meyakitkan dan menyiksa ~~~"
Xiao Ling kemudian dengan nakal tertawa kecil, Permen di mulutku jelas terasa stroberi, tapi rasanya agak manis dibanding stroberi yang menyebar ke seluruh hatiku.
Pada saat itu, aku memiliki semacam perasaan aneh, seolah-olah sebuah pintu besar baru terbuka untuk diriku.
Beberapa fetish aneh akan terbangun di dalam diriku!
"Baiklah ~ Sudah waktunya makan ~"
Berjalan ke rumahnya, dan duduk di meja makan, aku melihat piring besar yang mempesona di atasnya dan tahu saat itu, apa pun yang kulakukan sebelumnya tidak sia-sia.
Akhirnya aku bisa makan makan malamku, dan bisa dikatakan bahwa aku telah mempertaruhkan dengan nyawaku untuk makanan ini, jadi aku tidak peduli dengan image ku dan dengan cepat menyapu semua piring dengan metode makan yang tidak enak dilihat.
Tapi, mengapa apapun yang aku makan semuanya ada rasa stroberi didalamnya!
Potongan permen itu, benar-benar memiliki racun didalamnya!!
Sebuah meja penuh piring besar, sebenarnya ada banyak piring diatasnya, tapi setelah sekitar sepuluh menit aku menyapu bersih semuanya, dan setelah aku kenyang, tiba-tiba aku punya pertanyaan kecil.
"Xiao Ling.... tidakkah kau mengatakan bahwa ayah dan ibu mu selalu bekerja larut malam dan biasanya tidak akan kembali secepat itu, tapi mengapa kau membuat sangat begitu banyak makanan, bahkan jika kau bisa makan cukup banyak, Kau tidak mungkin bisa makan semua ini, kan?"
"Seorang gadis adalah makhluk yang biasanya memiliki dua perut ~!"
"Tapi kau sama sekali tidak menyentuh makananmu..."
Aku teringat kembali kepadanya yang terus menatapku saat makan, dan sepertinya aku bahkan tidak ingat apakah dia meminum sesendok sup.
"Jian ge kau benar-benar orang yang bodoh, kan..."
Dia meletakan telapak tangannya di dahinya, dan menghela napas tak berdaya.
"Apa yang kau maksud dengan bodoh? Ucapan mu bahwa aku cukup Bodoh?
Mengatakan bahwa aku bodoh walaupun aku akui bahwa aku bukan orang yang cerdas, tapi nilai ku masih jauh di dalam batas wilayah yang bagus di sekolah aku terakhir kali.
"Jika kau terus bertanya lagi, sedikit bahaya bisa terjadi, oke?"
Tangan kanannya mengeluarkan sesuatu berwarna hitam, dan di atasnya ada percikan listrik yang bergerak dan melonjak.
Itu taser.....
Dengan enggan aku tersenyum singkat, buru-buru mengumpulkan piring dan membawa ke dapur; Karena makan makanan gratis dan mencuci piring sesudahnya adalah hal yang wajar dan benar untuk dilakukan.
"Xiao Ling, kalau tidak ada yang lain, kalau begitu aku akan kembali?"
"Tidak, kau harus tidur denganku!"
"Umm, tidak ada listrik padam malam ini...."
"Tidur bersamaku!"
"Aku sedikit sibuk dengan sesuatu yang lain nanti...."
"TIDUR BERSAMAKU!"
Dia menekan suaranya, saat tangannya mengeluarkan taser itu sekali lagi.
Aku langsung benar-benar mengerti maksudnya, dan berhenti mencari alasan untuk pergi, karena menggunakan cara semacam ini untuk meringkukku, bagiku adalah yang pertama yang pernah kulihat.......
"Jian ge, kau baru saja membuat keputusan yang benar, jika Jian ge pulang, aku yang akan kesepian, bisa mengirim rekaman apa pun yang aku rekam sebelumnya ke baba, dan jika itu baba, dia pasti akan datang kembali dengan cemas untuk menemaniku tidur~"
Poin ini aku harus sepenuhnya setuju tapi aku akan memperkirakan bahwa setelah beberapa tahun dari hari ini, akan terjadi insiden di mana mereka menarik tubuh yang tidak di kenal dari laut....
"Kalau begitu, aku akan mandi dulu, Jian ge jangan mengintip aku, ok~?"
"Mm, aku akan menuju balkon untuk mendapat udara segar."
Dia masuk ke kamar mandi, dan manutup pintu; begitu kudengar suara pintu tertutup, seringi licik meluncur ke wajahku.
"Xiao Ling, kau memang terlalu muda dan naif!"
Operasi Hancurkan Rekaman dimulai!
Menjelang dekat kamar mandi, melewati pintu, aku bisa dengan jelas mendengar Xiao Ling menyadungkan melodi, dan tepat di luar pintu, ada sebuah rak, dan di atasnya ada pakaian yang baru saja dilepas Xiao Ling.
Aku mencari-cari disekitar makanan itu dengan seksama tapi tidak bisa menemukan kamera spy kecil itu di dalamnya, dan yang mebuatku kecewa saat hendak pergi aku melihat seikat stroberi.
Aku menyentuhnya, mm sepertinya masih hangat, dan seikat stroberi itu sepertinya memiliki kekuatan magis yang menarik perhatianku kepadanya, yang membuatku tanpa sadar mengambilnya,
Tiba-tiba ada dorongan untuk mengendusnya.
Tapi alasan telah menghambat tindakanku yang berikutnya, dan saat bersiap untuk meletakan stroberi, "Ka Cha", pintu kamar mandi terbuka.
"Jian ge, tolong aku untuk ambilkan topi mandiku, itu disamping rak...."
Dia belum menyelesaikan kalimatnya dan menatapku kaget, bersama dengan stroberi yang masih kupegang di tanganku.
"Jian ge cabul, tolong berlutu di ruang tamu sambil menungguku selesai mandi, oke? Oh ya, tolong bantu aku untuk mengabil topi mandiku."
Dia memberikan senyuman yang sangat manis, dan aku agak terkesan padanya saat itu bahwa dia masih agak tenang meski menghadapi situasi seperti ini.
Tapi aku tahu itu, aku satu langkah lagi mendekati kematian lagi.
Vol 1 chp 8 ~ END

No comments:
Post a Comment