kawai

kawai

Oh Tidak! Setelah reinkarnasi, Aku menumukan bahwa ibuku memiliki Son-kompleks yang parah!


Penulis : 川香麻辣鸡肉锅
Type Novel : Chinese Web Novel


Tags: yandere, tsundere, two moms, son-complex



Synopsis:


Suatu hari, aku jatuh ke sungai dan tenggelam.

Dewa sungai memandangiku, dan berkata: " Kau sangat pemberani pemuda, jadi biar kuberikan padamu seorang ibu sebagai hadiah. Maukah kau seorang ibu elf  berambut emas dan berdada besar dengan keperibadian yandere yang ekstrem, Atau ibu manusia sadis berambut hitam dengan kepribadian tsundere?"


Aku: "Aku memilih... ibumu, sial! yang aku inginkan cepat reinkarnasi!!"

Dewa sungai tersenyum padaku: "Kamu memang anak yang jujur, jadi biar kuberikan kau dua ibu, Mulai dari sekarang, kamu memiliki dua ibu!"


Aku: "Apakah kau bahkan mendengarkan apa yang aku katakan?!"


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Volume 1, Chapter 9: Diminta untuk tidur bersama

Volume 1, Chapter 9: Diminta untuk tidur bersama


TL: Pedrosa



"Apa yang terjadi selanjutnya tergantung jawaban Jian ge, aku akan mempertibangkan untuk membiarkan Jian ge diuapkan dari dunia ini atau membiarkan tubuhnya tenggelam di bawah lautan."


Xiao Ling melangkah keluar dan kamar mandi; Dengan rambutnya yang masih sedikit lembab dan tubuhnya kering sebagaian, pakaian tipis itu menempel erat di kulitnya, yang membuatku mampu membedakan sosok yang agak bernafsu di bawahnya. Aku mulai secara tidak sadar memikirkan beberapa pemikiran yang agak menyimpang karena hal itu.


"Jian ge Sepertinya kau berpikir bahwa pilihan yang aku berikan kepada mu masih agak ringan, kan? Kalau begitu, nyalakan lentera atau menjadi manusia kayu, pilih satu!!"

(TL: dua pilihan di bakar atau di tenggelamkan)


Dia mentapku yang saat ini yang sedang asik dengan pemikiran yang agak tidak sehat, dan nampaknya menjadi sedikit marah, sehingga mengambil [ pringkat sepuluh besar metode penyiksaan Dinasty Qing] untuk aku pilih.


"Xiao Ling, aku akan menggunakan hak ku untuk bersaksi, ini sebenarnya adalah kesalahpahaman yang sangat besar, aku tidak akan pernah memiliki niat aneh terhadap mu, aku sumpah!"


"Benarkah? Pertama-tama aku tidak akan membicarakan apa yang terjadi tadi, tapi sekarang bukankah kau meremahkan figurku?"


"Aku tidak akan meremehkan mu, tapi menjadi orang dewasa , itu berarti aku tidak akan pernah memiliki perasaan terlarang terhadap seorang anak!"


"Waah ~ aku sangat sedih, meski Jian ge telah melakukan ini dan itu padaku, sekarang dia menggunakan taktik tak bersalah ini untuk mencoba menyingkirkan tanggung jawabnya.... Seperi yang diharapkan , aku haru menelepon bàbà untuk menyelesaikan masalah ini."


"Tidak, tidak ,aku benar-benar ingin...."


Aku belum menyelesaikan penjelasanku saat Xiao Ling menatapku dengan tajam, membuatku terdiam dan terintimidasi. Sepertinya dia benar-benar membenci siapa pun yang menyebutkan tenang fakta bahwa dia masih kecil.


"Kau benar-benar menyukai sosok  tubuh loli ku, benar~?"


"Tidak, bagaimana mungkin...."


"Sungguh?"


Dia mengeluarkan teleponya dan mengibaskannya di hadapanku.


"Aku sangat menyukai loli!"


"Dada rata adalah keadilan!"


"Tongxues kecil adalah yang terbaik!"

(TL: Tongxue = pelajar, dalam kata lain Anak SD)


Karena tidak punya pilihan, aku harus membuat pernyataan yang  akan di ucapkan oleh seorang lolicon sungguhan.


"Apa pun yang kau katakan tadi aku rasa aku secara tidak sengaja merekam semuanya!"


Anak ini persis seperti iblis! Aku yang terakhir kali berpikir bahwa dia adalah seorang malaikat adalah seorang yang sangat idiot!


"Tapi karena Jian ge telah mengakui fakta bahwa dia memiliki pikiran tidak sehat tentang tubuhku, dan karena itulah dia mencitai ku, aku akan dengan ramah melangkah mundur dan memaafkan mu kali ini!"


Eh? hanya seperti itu untuk memaafakan ku dengan mudah? seperti yang diduga, hati seorang wanita seperti menemukan jarum di lautan.


"Terimaksih banyak kepada Xia Ling da xiao jie atas kebaikan hati mu yang sangat pemaaf!"

(TL: da xiao jie = noan muda keluarga terpandang)


Akhirnya aku telah melarikan diri dari diriku yang hampir sekarat, ini bukan tugas yang mudah bagiku.....


"Ahh ~ aku mulai merasa sedikit lelah setelah mandi, Jian ge tidur denganku sekarang ~"


Dia menguap, dan menyeretku ke kamar tidurnya, yang masih meiliki dekorasi sederhana yang sama seperti kemarin, dan ada wangi yang agak menarik yang berasal dari dalam ruangan.


"Baiklah hari ini, izinkan aku menceritakan sebuah cerita yang menarik... ini sudah lama sekali, ada........"


Dia tiba-tiba mencubit pinggangku, dan menatapku jijik.


"Aku tidak meminta Jian ge untuk menceritakan kisah kekanak-kanakan seperti itu, aku pikir baru saja mengatakannya sebelumnya karena Jian ge tidur dengan ku kan?"


Selesai mengatkan bahwa, dia kemudian berbalik ke sampingnya saat  berbaring di tempat tidurnya, dan tempat tidur ratu yang besar ini, sekarang memiliki cukup ruang bagi dua orang untuk tidur di atasnya.


"Xiao.... Xiao Ling, tidakkah ini, bagi kita, nampaknya sedikit sedikit menstimulasi...."


Aku menyeka keringat dingin yang menumpuk di dahiku. Melakukan tindakan semacam ini tentunya merupakan tidakan kriminal.


"Jian ge, apa yang sebenarnya kamu pikirkan? Kamu hanya sekedar bantal peluk saja!"


Sepertunya aku sudah terlalu memikirkan ini, tapi meski begitu aku masih menganggap ini bukan ide yang bagus!


"Jika kau tidak  melakukannya.... bàbà ku besok akan memberikan terimakasih yang tulus kepada Jian ge atas semua perawatan mu hari ini, oke?"


"Aku akan melakukannya, aku akan melakukannya dengan baik! Apapun!"


Tiba-tiba aku merasa bahwa Xiao Ling dan identitasku telah bertukar pada titik ini, dia adalah saudara laki-laki tua yang jahat dari rumah tetangga, sementara aku hanyalah seorang gadis kecil tak berdaya yang tidak berdaya menghadapi tindakannya.


"Itu anak baik~"


Menekan rasa malu batin didalam hatiku dan penampakan tak terduga dari kegembiraan liar, aku menyelinap kedalam selimutnya, dan aku bahkan diperlakukan olehnya seperti anjing kecil saat dia membelai kepalaku dengan lembut.


Setelah itu...


Aku menjadi bantal pelukan, aku dipeluk erat-erat, dan segera rasa lembut sengera mengisi semua pikiran didalam otakku.


"Amitabha...Prajnaparamita.... Nafsu adalah kekosongan, kekosongan adalah nafsu...."


(TL: Mantra Buddhis, nama sutra, dari sebuah mantra yang memiliki pikiran hampa)


Aku meneriakan sutra itu, dan mencoba menyingkirkan semua pikiran semua pikiran tidak sehat yang terakumulasi di dalam pikiranku, dan efeknya agak seketika.


Menjadi veteran pengemudi tua yang telah membaca banyak sekali literatur, mengendalikan hasratku seperti permainan yang ekstrem bagiku.


Tidak lama kemudian, akhirnya aku membersikan semua kotoran di dalam diriku!


Saat itu, suara napas yang merata melayang ke telingaku.


Apakah akhirnya sudah tidur? Dengan lembut aku memindahkan tubuhnya, seperti yang diharapkan dari seorang anak kecil, dia bisa tidur nyenyak.....


Diam-diam meninggalkan rumahnya, aku kembali lagi ke tempat tinggalku.


Hari ini, mirip dengan kemarin, telah mengalami terlalu banyak hal yang mungkin bisa membuat aku tinggal di penjara.


Ada peribahasa yang mengatakan, jika Anda sering berjalan di sepanjang sungai, kau pasti membuat kaki mu basah.


Bahkan jika aku kelaparan besok, aku pasti tidak akan jatuh lagi ke telapak tangan Xiao Ling!


Setelah mengalami hari penuh kesulitan dan kelelahan, aku dengan mudah jatuh tertidur.


"Selamat pagi, anak-anak terkasihku~"


Hal pertama yang harus dilakukan saat terbangun di pagi hari, tentu saja untuk menyapa koleksi kesayangan ku, karena ini menandakan dimulainya setiap hari ku.


Melihat jam di dinding, jam 7.30 pagi, inilah saat yang tepat dimana aku bisa berjalan perlahan menuju sekolah dan belum terlambat pada saat bersamaan.


Saat baru saja keluar dari pintu masuk distrik kecil sepasang tangan meraih ujung bajuku, ini entah bagaimana memberi aku perasaan deja vu yang agak akrab.


"Selamat...selamat pagi, Zhang Jian , aku baru saja lewat disini aku tidak tahu bahwa aku bisa menemuimu di sini, betapa kebetulannya ~"


".................."


Ma Qing Xue, kemampuan aktingmu sedikit terlalu sub-par sudah.... Aku baru saja melangkah keluar dari distrik kecil itu untuk bertemu dengan mu, kalau memang bgitu, maukah kau mempercayainya?


"Umm....Ummm..... Sudahkah kamu makan sarapann, ini kue yang aku buat, kalau kamu tidak keberatan makanlah..."


Setelah dia selesai mengatakannya, bahkan tidak peduli dengan jawaban aku selanjutnyam dia mengeluarkan kue yan agak bagus dari tas tangannya yang di bawa secara diagonal, dan sejujurnya, sejauh ini aku hanya makan dua kali di hari sebelumnya lebihnya bahwa aku hanya mengunyah roti kukus pada sore hari, sementara aku melakukan perdagangan dalam dihidupku untuk bisa makan di malam hari, ini membuar hidungku berdenyut sedikit.


"Terima kasih...."


Setelah menerima kue aku dengan tidak enak memakannya, kue itu dibuat dengan sangat baik, baik itu pada raa manisnya, atau kelembutannya sangat tinggi, tapi mengapa rasanya stroberi!


Aku benci stroberi !!


"Oh ya... sebenarnya aku juga tidak sarapan, bisakah kau tinggalkan beberapa untukku juga?"


Dia memiliki ekspresi serius di wajahnya saat dia bertanya sambil melihat kue yang telah aku gigit, jangan katakan bahwa ini adalah motif sebenarnya?


"Ah... ini dia..."


Aku memberikan kue itu kepadanya tanpa sedikit pun merasa tidak enak hati, dia langsung memakannya dengan bahagia, terutama di beberapa area di mana aku mnggigitnya, dia bahkan sengaja meninggalkan nya sedikit dan memasukannya ke tasnya,


Mengapa gadis imut seperti dia ada di dunia ini !!


Seperti itu, aku mempertahankan eksprei wajah poker yang dingin, saat dia terus mengobrol tanpa henti ke telingaku saat kami berjalan dan akhirnya sampai di sekolah.


"Yosh! Penjaga perpustakaan terlarang  ~ Selamat pagi ~"


Suara itu itba-tiba muncul saat aku langsung dipeluk erat-erat, pelukan semacam ini di mana aku tidak bisa bergerak satu inci pun setelah langsung memberitahuku pelukan siapa itu.


Ini Aihua Amelia, memproklamirkan diri sebagai Men Hunterss. Mirip denganku, dia adalah salah satu dari Su Hua lima manusia sampah, murid dengan darah campuran itu.


"Kau... Kau dan Zhang Jian sendang dalam hubungan seperti apa?!"


Ma Qing Xue tiba-tiba menjadi cemas, aku  harus mengatakan, apa hubunganmu denganku juga....?


"Oh, hubungan kita antara satu sama lain, ya, ada di sekolah ini, satu-satunya hubungan cowok-cowek yang bisa saling mengerti!"


Oi, jangan sembarangan mengatakan omong kosong! Tidak apa-apa jika kau mengerti tentang aku, tapi aku sama sekali tidak mengerti kau!"


"Apa?!"


Ma Qing Xue terngangah lebar, dan melangkah mundur agak jauh dengan ekspresi kaget yang luar biasa.


"Jangan dengarkan omongannya yang tidak masuk akal, itu hanya dengan rangking yang sama, Lima
Manusia Sampah!"


"Tapi bukankah itu berarti, itu hanya sebuah hubungan yang bisa dimengerti Lima Manusia sampah satu sama lain? jadi bagus... aku telah memutuskan aku akan menjadi manusia sampah keenam  Su Hua!"


Ma Qing Xue sepertinya telah membuat sebuah pengumuman yang sangat menakjubkan


Tapi

"Tidak, tidak, tidak peduli seberapa keras kau mencoba aku tidak akan pernah mnjadi manusia sampah.... karena melihat kau, apakah kau benar-benar tahu apa arti sampah manusia?"


Aku tidak punya pilihan lain selain memecah gagasan dirinya yang menakjubkan, apa gunanya menjadi manusia sampah?"


"Tapi kenapa..."


Jika ada murid lain yang mengetahui bahwa salah satu dari Tiga kekayaan besar Su hua, Ma Qing Xue menajdi Manusi Sampah keenam hanya untuk kepentingan ku, aku pikir aku mingkin akan dipukuli sampai mati.


Bahkan jika murid laki-laki sama sekali tidak mengambil tindakan, aku sudah cukup dari murid perempuan,


 Terutama murid perempuan yang terakhir malam yang sudah berencana menikam ku....


"Jika Kau tidak mengerti, aku selalu bisa mengajari mu ~ Selamat datang di kapal, dengan ini dua dari Tiga kekayaan Besar Su Hua akan menjadi manusia sampah~~~"


Kata-kat Aihua amelia, tampaknya memiliki pesan yang agak berat dan penting di dalamnya setelah beberapa saat melewatinya  aku kembali menilainya sekali lagi.


Dia jelas memiliki kulit yang lebih putih dari pada kebanyakan orang Asia, bersama dengan rambut emas dan mata biru, sosok langsing tinggi, ditambah dengan wajah oriental samua gabungan ini yang membuatnya tampak agak enak dilihat.



Memang, dia pasti layak menerima kata "Mei nu", tapi... sayang sekali dia manusia sampah.

(TL: Mei nu singkatan dari gadis cantik/bishoujo)


"Jika kau tidak pergi, berhati-hatilah untuk terlambat - Wise sage's Enlightenment~"


Suara lain muncul dari sampingku, kali ini adalah Flipper skirt Demon, dan saat dia berjalan melewatinya embusan angin kencang bertiup kencang.


Terkahir kali, aku tidak siap, tapi kali ini...


Teknik rahasia veteran <Unforgeting Memory>!


Dengan penghlihatan aku yang sangat bagus saat angin kencang bertiup hanya dalam waktu singkat, aku merekam dunia bunga dan tanaman hijau dan menyimpannya ke dalam hard disk yang tersimpan di otak ku.


Ma Qing Xue mengenakan celana pendek, jadi dia tidak merasa terguncang, tapi karena ini adalah awal musim panas sekarang kebanyakan cewek lain sudah mengenakan rok mereka.


Seperti ini darah campuran  mei nu berdiri disampingku.


Bagaimana aku menarunya, Sebuah tali? ini agak berani, jujur saja.





Vol 1 chp 9 ~ END


Sebelumnya  -   LDD  -  Selanjutnya






Volume 1, Chapter 8: Waktu makan yang berbahaya



Volume 1, Chapter 8: Waktu makan yang berbahaya


TL: Pedrosa



Xia Ling tampak agak senang melihat aku tunduk padanya, meski aku tidak tahu apa yang akan dia tanyakan kepadaku selanjutnya, tapi semua ini layak menurut pendapatku.


Untuk variasi daging babi panggang! Hidup makanan daging!


"Kalau begitu, bersalaman!"


"Woof ~ woof~"


Meniru perilaku seekor anjing kecil, aku menyalami tangan kanannya, ada beberapa kapalan ringan di tangannya, meski dia hanya anak kecil, hidup sendirian harus menjdi tugas yang melelahkan,


"Berbaring!"

"Woof~"


Masih meniru prilaku anjing kecil dan berbaring, untungnya lantai di rumahku agak bersih sehingga ini sama sekali tidak akan mengotori pakaianku.


"Berguling~"

"Woof~"


Masih meniru perilaku anjing kecil untuk berguling di lantai, aku merasa sedikit mulai malu.....


"Anak baik ~ anak baik ~"


Dia menggunakan kedua tangannya untuk dengan lembut mengusap bagian atas kepalaku; Meskipun itu adalah hal yang memalukan, mengapa perasaan ini agak adiktf?


"Selanjutnya....... Jilat wajahku ~"


"..............."


Inilah salah satu perintah yang sangat ingin aku lakukan tapi tidak beraniku lakukan, karena aku khawatir setelah menjilatinya, aku akan membangunkan beberapa sifat tersembunyi didalam diriku.


"Tidak mau melakukannya? baiklah, makan malam ini akan aku berikan pada doggy kecil yang sungguhan yang mematuhi perintah ku."


"Jian ge ~ daging babi panggang akan segerah meninggalkanmu ~ sama dengan steak juga ~ kaki ayam...."


"Woooooof~"


Karena terbuai oleh makanan. sekali lagi aku menyerah dan menjatuhkan semua penalaran yang dimiliki seoran manusia, dan merentangkan lidahku ke wajah Xiao Ling, dan akan menjilatnya saat dia menghentikan ku.


"L-Lupakan saja ini, ini sedikit memalukan!"


Dia menutupi kepalanya dengan satu tangan, dan matanya tertuju ke dinding. Pipinya yang imut agak kemerahan karena malu, yang benar-benar membuatku tergoda untuk mencoba menggigitnya.


"Sebenarnya aku berencana mengirim apapun yang telah aku rekam barusan ke bàbà untuk dilihat, tapi sebagi peringatan aku rasa akan menyimpannya ke dalam koleksi ku......."


(TL: bàbà = dibacanya "papa")

Dia melepas bros kecil dari dadanya, dari di atas bros ada titik hitam yang sangat kecil sekali, ketika aku melihatnya dengan seksama, itu benar-benar sebuah spycam.


Seperti yang diharapkan seorang anak perempuan dari keluarga mafia. bahkan dengan taser yang dimiliki, dia memang memiliki banyak barang bagus.....


Tapi....


"Xiao.... Xiao Ling.... jika kamu benar-benar mengirim klip yang baru kau rekam ke bàbà mu maka tubuhku pasti akan di tenggelamkan ke laut!"


"Dia tidak akan - meski bàbà terlihat agak galak dan mengintimidasi, tapi dia masih orang yang sangat baik - berdasarkan gayanya dia paling tidak akan mengurangi gege untuk hanya menjadi uap dari dunia ini saja~"


"Omong-omong, adakah perbedaan dari penguapan dan tenggelam ke lautan?"


"Ada perbedaan beesssar - apakah kau ingin mencobanya?"


Dia memberikan senyuman yang sangat mengingatkan pada setan kecil, dan aku mulai merasa bahwa ini sebenarnya adalah sifat aslinya.


"Xiao Ling.... ayo kita makan malam dulu, aku sudah sedikit lapar,,,,"


Aku tidak bisa membiarkan pembicaraan ini berlanjut, aku khawatir aku akan tahu hal lain yang tidak seharusnya aku tahu.


"Seorang gadis muda yang khususnya membantu memasak makan malam untuk anak laki-laki, bagaimana anak laki-laki itu tidak berterima kasih padanya ~?"


"Jika kau menjawab dengan salah maka tidak ada makan malam untuk mu~"


Dia menambahkan kalimat lain setelah itu, Hanya dengan menggunakan fakta bahwa aku belum makan untuk mengancam ku, itu sudah terlalu banyak....



"Xiao Ling, ayo kita menikah!"


Aku menggunakan ekspresi kesal yang ekstrem untuk mengatakannya untuk menggodanya, karena aku ingin melihat reaksi macam apa yang akan dia lakukan.


"Tentu ~ tentu ~, pertama-tama aku akan menelpon bàbà untuk memberi tahunya, ada lolicon yang cabul tinggal di sebelah ku yang baru saja melamarku~. dan jika bàbà setuju, kita akan bisa langsung mengabaikan umur yang legal untuk menikah dan mengabil surat nikah dari biro urusan sipil besok~"


Ayah mu benar-benar hebat!!

"Hei, lao ba ~, tinggal disamping aku ada se......."


Dia mengeluarkan teleponya, dan menekan sebuah nomor panggilan.


Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin! Aku akan mati, aku akan mati, aku akan mati!


"Baiklah kita cerai!"


Aku segera berlari ke depan untuk meraih telepom darinya, tapi aku menyadari bahwa Xiao Ling benar-benar tahu seni bela diri, karena dia bisa menahanku untuk tunduk hanya dengan satu tangan.


Hal ini membuat batinku benar-benar sakit, karena tidak peduli bagaimana kau akan melihatnya, Xiao Ling hanyalah seorang gadis kecil, apalagi kekuatannya  dibandingkan dengan pria, dia akan benar-benar kurang normal.


"Jian ge, berhenti, aku akan jatuh!"


Perlawananku nampaknya sedikit terlalu kuat, karena Xiao Ling yang tidak seimbang jatuh dengan pantanya terlebih dahulu, dan aku yang telah kehilangan kendali pada target jatuh juga.


Kepalaku mendarat di bawah roknya.... dan aku melihat seikat setroberi....


Mm, itu benar, stroberi.


"Jian ge..... Aku sudah merekam adegan ini, jika kau memiliki kata-kata terakhir, aku sarankan agar kau katakan sekarang, aku akan mencoba yang terbaik untuk membantu mu memenuhinya."


Aku sudah akan mati, huh.... karena ini akan menjadi seperti itu, aku mungkin langsung dan melakukan hal-hal semacam itu terhadap Xiao Ling.....


Tunggu ..... baru saja aku sepertinya baru saja memikirkan gagasan yang sangat buruk.


Apa yang harus aku lakukan selama waktu ini, adalah dengan terus meminta maaf.


Aku merangkak ke atas, dan mengubah ekspresiku menjadi permintaan maaf yang paling benar dan tulus.


"Xiao Ling, semua ini , itu salahku!'


"Lanjutka saja dan bunuh aku, jika dengan melakukannya, kau bisa sedikit merendahkan sakit hati mu yang menyakitkan."

"Aku tidak akan memiliki keluhan sama sekali, selama kau memaafkanku, jadi bagaimana jika aku harus mengalami berbagai macam penyiksaan?"


Aku meniru adegan-adegan yang menyentuh dari tayangan drama televisi, dan sesuai dengan apa yang dimaksud dengan plot, biasanya aku harus dimaafkan.....


Dia memiringkan kepalanya yang imut ke samping, karena kedua tangannya diletakan di pinggulnya, sedikit mengernyit, lalu tampak seolah tersenyum kecil, tampaknya memikirkan beberapa skema yang kejam.


Dia mendekatiku, dan mengeluarkan sepotong permen yang ada dimulutnya dan dengan cepat memasukannya ke dalam mulutku.


"Ini pil yang sangat beracunm, jika Jiam ge berbohong ~ maka malam ini dia akan mati dengan sangat meyakitkan dan menyiksa ~~~"


Xiao Ling kemudian dengan nakal tertawa kecil, Permen di mulutku jelas terasa stroberi, tapi rasanya agak manis dibanding stroberi yang menyebar ke seluruh hatiku.


Pada saat itu, aku memiliki semacam perasaan aneh, seolah-olah sebuah pintu besar baru terbuka untuk diriku.


Beberapa fetish aneh akan  terbangun di dalam diriku!


"Baiklah ~ Sudah waktunya makan ~"


Berjalan ke rumahnya, dan duduk di meja makan, aku melihat piring besar yang mempesona di atasnya dan tahu saat itu, apa pun yang kulakukan sebelumnya tidak sia-sia.


Akhirnya aku bisa makan makan malamku, dan bisa dikatakan bahwa aku telah mempertaruhkan dengan nyawaku untuk makanan ini, jadi aku tidak peduli dengan image ku dan dengan cepat menyapu semua piring dengan metode makan yang tidak enak dilihat.


Tapi, mengapa apapun yang aku makan semuanya ada rasa stroberi didalamnya!


Potongan permen itu, benar-benar memiliki racun didalamnya!!


Sebuah meja penuh piring besar, sebenarnya ada banyak piring diatasnya, tapi setelah sekitar sepuluh menit aku menyapu bersih semuanya, dan setelah aku kenyang, tiba-tiba aku punya  pertanyaan kecil.


"Xiao Ling.... tidakkah kau mengatakan bahwa ayah dan ibu mu selalu bekerja larut malam dan biasanya tidak akan kembali secepat itu, tapi mengapa kau membuat sangat begitu banyak makanan, bahkan jika kau bisa makan cukup banyak, Kau tidak mungkin bisa makan semua ini, kan?"


"Seorang gadis adalah makhluk yang biasanya memiliki dua perut ~!"


"Tapi kau sama sekali tidak menyentuh makananmu..."


Aku teringat kembali kepadanya yang terus menatapku saat makan, dan sepertinya aku bahkan tidak ingat apakah dia meminum sesendok sup.


"Jian ge kau benar-benar orang yang bodoh, kan..."


Dia meletakan telapak tangannya di dahinya, dan menghela napas tak berdaya.


"Apa yang kau maksud dengan bodoh? Ucapan mu bahwa aku cukup Bodoh?


Mengatakan bahwa aku bodoh walaupun aku akui bahwa aku bukan orang yang cerdas, tapi nilai ku masih jauh di dalam batas wilayah yang bagus di sekolah aku terakhir kali.


"Jika kau terus bertanya lagi, sedikit bahaya bisa terjadi, oke?"


Tangan kanannya mengeluarkan sesuatu berwarna hitam, dan di atasnya ada percikan listrik yang bergerak dan melonjak.


Itu taser.....

Dengan enggan aku tersenyum singkat, buru-buru mengumpulkan piring dan membawa ke dapur; Karena makan makanan gratis dan mencuci piring sesudahnya adalah hal yang wajar dan benar untuk dilakukan.


"Xiao Ling, kalau tidak ada yang lain, kalau begitu aku akan kembali?"


"Tidak, kau harus tidur denganku!"


"Umm, tidak ada listrik padam malam ini...."


"Tidur bersamaku!"


"Aku sedikit sibuk dengan sesuatu yang lain nanti...."


"TIDUR BERSAMAKU!"


Dia menekan suaranya, saat tangannya mengeluarkan taser itu sekali lagi.


Aku langsung benar-benar mengerti maksudnya, dan berhenti mencari alasan untuk pergi, karena menggunakan cara semacam ini untuk meringkukku, bagiku adalah yang pertama yang pernah kulihat.......


"Jian ge, kau baru saja membuat keputusan yang benar, jika Jian ge pulang, aku yang akan kesepian, bisa mengirim rekaman apa pun yang aku rekam sebelumnya ke baba, dan jika itu baba, dia pasti akan datang kembali dengan cemas untuk menemaniku tidur~"


Poin ini aku harus sepenuhnya setuju tapi aku akan memperkirakan bahwa setelah beberapa tahun dari hari ini, akan terjadi insiden di mana mereka menarik tubuh yang tidak di kenal dari laut....


"Kalau begitu, aku akan mandi dulu, Jian ge jangan mengintip aku, ok~?"


"Mm, aku akan menuju balkon untuk mendapat udara segar."


Dia masuk ke kamar mandi, dan manutup pintu; begitu kudengar suara pintu tertutup, seringi licik meluncur ke wajahku.


"Xiao Ling, kau memang terlalu muda dan naif!"


Operasi Hancurkan Rekaman dimulai!


Menjelang dekat kamar mandi, melewati pintu, aku bisa dengan jelas mendengar Xiao Ling menyadungkan melodi, dan tepat di luar pintu, ada sebuah rak, dan di atasnya ada pakaian yang baru saja dilepas Xiao Ling.


Aku mencari-cari disekitar makanan itu dengan seksama tapi tidak bisa menemukan kamera spy kecil itu di dalamnya, dan yang mebuatku kecewa saat hendak pergi aku melihat seikat stroberi.


Aku menyentuhnya, mm sepertinya masih hangat, dan seikat stroberi itu sepertinya memiliki kekuatan magis yang menarik perhatianku kepadanya, yang membuatku tanpa sadar mengambilnya,


Tiba-tiba ada dorongan untuk mengendusnya.


Tapi alasan telah menghambat tindakanku yang berikutnya, dan saat bersiap untuk meletakan stroberi, "Ka Cha", pintu kamar mandi terbuka.


"Jian ge, tolong aku untuk ambilkan topi mandiku, itu disamping rak...."


Dia belum menyelesaikan kalimatnya dan menatapku kaget, bersama dengan stroberi yang masih kupegang di tanganku.


"Jian ge cabul, tolong berlutu di ruang tamu sambil menungguku selesai mandi, oke? Oh ya, tolong bantu aku untuk mengabil topi mandiku."

Dia memberikan senyuman yang sangat manis, dan aku agak terkesan padanya saat itu bahwa dia masih agak tenang meski menghadapi situasi seperti ini.


Tapi aku tahu itu, aku satu langkah lagi mendekati kematian lagi.





Vol 1 chp 8 ~ END




Volume 1, Chapter 7: Dicium


Volume 1, Chapter 7: Dicium


TL: Pedrosa




Sore.

Setiap saat setelah pelajaran selesai, Ma Qing Xue akan berusaha mendekati ku, mencari kesempatan untuk berkomunikasi denganku, tetapi aku selalu bersembunyi darinya dengan pura-pura tidur di mejaku.


"Apakah..... apakah kamu masih tidur? Sudah waktunya pulang.... bangun.... baanguunnn!"


Dengan gagap saat menghampiri diriku, dia bahkan menggunakan tangannya untuk menyenggol tubuhku.


Aku sangat idiot, rencana yang lebih bijaksana adalah bahwa sepulang sekolah seharusnya aku mengatakan bahwa aku memiliki sesuatu dan kemudian dengan cepat kabur, dan aku baru saja memikirkannya, sekarang yang malahan terjadi mengarah pada kesempatan untuk sendirian dengannya lagi.


Singkat cerita, ini saatnya untuk pura-pura tidur, aku tidak percaya bahwa kau tidak akan pulang.


"Apakah dia sudah tidur ~ apakah dia benar-benar sudah tidur ~ Heeey ~ "


Dia mendektai wajahku lebih dekat lagi, dan bahkan dengan lembut meniup telingaku, dan setelah dia menyadari bahwa tidak ada tanda-tanda diriku terbangun dia duduk di kursi di sampingku.



Setelah beberapa lama berlalu, para siswa di kelas seharusnya sudah pergi.


"Xiao Xue, kamu masih belum pulang? Ayo cepat, sebelum manusia sampah terbangun dan melakukan sesuatu yang kotor terhadapmu lagi."


Mendengar suara itu, ia adalah murid wanita yang polos yang telah aku coba untuk raba payudaranya sebelumnya, anda datang pada saat yang tepat, cepat dan bawa dia pergi!


"Umm, aku punya sesuatu yang ingin kukatakan padanya, jadi aku akan menunggu disini sampai dia terbangun."


"Tapi dia manusia sampah, manusia sampah! Apa kau mengerti maksud manusia sampah?"


"Tidak, dia bukan manusia sampah! Dia hanya disal pahami oleh kalian semua !!"


Ma Qing Xue mengatakannya  dengan tepat, aku benar-benar disalahpahami secara mendalam


Apa yang aku lakukan, adalah hanya melakukan hal-hal semacam itu terhadap mu di balkon sekolah, dan mencoba meraba-raba payudara murid polos yang kebetulan lewat, dan membantu menyebarkan suber daya.....


Tunggu, sial!! Bukankah tindakan ini adalah tindakan yang dilakukan oleh manusia sampah?


Meskipun segala sesuatu di atas memiliki alasan yang kulakukan, tapi aku tidak bisa menyangkal hal itu; Aku sebenarnya tidak disalahpahami saat ini.


"Manusia sampah ini mungkin tidak akan terbangun dalam waktu singkat, ayo kita bangunkan dia."


"Jangan, dia terlihat agak lelah, biarkan dia tidur sebentar lagi, setelah beberapa saat aku akan membangunkannya."


"Mengapa kau memperlakukan manusia sampah ini dengan baik, jangan katakan bahwa dia entah bagaimana telah mencui otakmu?"


Murid perempuan yang tidak bersalah yang aku coba raba dadanya mendesah panjang.



"Xiao Xue, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk bangin lagi!"


Setelah dia selesai mengucapkan kata-kata ini, aku dengan jelas mendengar suara pisau yang menajam, temanku, apakah keluargamu tahu bahwa ini luar biasa!?


(TL: ^ frase terakhir itu adalah perumpamaan dalam bahasa cina, untuk mengambarkan betapa menyeramkannya dia)


Aku benar-benar ingin membuka mataku dan melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini, dia tidak mungkin serius melangkah maju untuk memberiku berberapa tikaman bukan?


Jangan beritahu aku bahwa niatku ingin ditikam sedang didengar oleh tuhan?


Aku mulai panik, dan otakku terus memikirkan apakah aku seharusnya melarikan diri, atau tidak.



"Jika.... jika kau ingin membunuhnya maka kkau hars melngggkahi mayatku dullu!"


Aku bisa merasa dengan jelas bahwa dia tiba-tiba berdiri di depanku.


Tapi, jangan gigit lidahmu saat kau mencoba mengucapkan kalimat menyentuh, oi!


"Dan jika kau melakukan ini, Kau juga akan di tangkap!"


"Baiklah, lupakan saja, sebenarnya aku juga tidak berniat membunuhnya, karena memang merupakan kejahatan jika dilakukan, paling banyak aku akan menikamnya beberapa kali.... karena dia dia manusia sampah di sekolah, dan aku juga memiliki saksi mata sekitar saat dia mencoba meraba ku pada siang hari ini, ketika waktu tiba, aku akan memberi tahu polisi bahwa dia yang pertama kali menyerangku, tindakan ku ini paling dianggap sebagai bela diri, kau pikir bahwa polisi akan mempercayainya atau aku?"


Uwa.... Apa motif yang mendalam, ia gadis yang menyeramkan...


"Aku akan pulang dulu kalu begitu, jika dia melakukan sesuatu yang aneh terhadapmu tolong beritahu aku, oke?"



"Mm, sampai jumpa besok ~"


Begitu gadis yang ingin menikamku beberapa kali meninggalkan kelas, Ma Qing Xue kemudian berjalan ke pintu masuk kelas, apakah dia juga bersiap untuk pergi juga?


Tapi yang terjadi selanjutnya adalah suara "Pak" yang nyaring.


Itu bunyi pintu yang sedang di kunci, dia berjalan ke pintu belakang, dan suara mengunci yang sama juga terdengar dari sana.


aku sedang di kunci


Mataku diam-diam membuka celah kecil, dan di kelas yang luas, hanya ada dua dari kita yang tertinggal.


Sementara tidak bisa memikirkan gagasan bagus, aku tidak punya pilihan lain kecuali terus berpura-pura tidur.


Bergantung pada situasinya, aku bahkan mungkin perlu melakukan mode manusia sampah sekali lagi.


Dia berjalan sangat dekat denganku, menurunkan kursi dari meja di hadapanku. dan langsung duduk di depanku.


Aku bisa merasakan tatapannya. Dia menatapku seperti ini untuk waktu yang sangat lama.


"Wajah tidur yang imuutt~"


Dia menggunakan jari-jarinya untuk meyodok wajahku, dan dengan lembut mencubit sedikit juga.


Aku katakan, tidak bisakah kau menggunakan istilah 'tampan' untuk menggambarkan wajahku yang sedang tidur, mengapa harus menggunakan kata 'imut'!


"Hehe ~"


Dia dengan bodohnya tersenyum beberapa kali, dan terus bermain dengan wajahku.


Aku tidak tahu berapa lama dia kemudian terus bermain dengan wajahku seperti ini, tapi akhirnya dia berhenti beberapa lama.


Tepat saat aku hendak mengintip, aku lalu mendengar apa yang dia katakan selajutnya, membuatku hampir pingsan.


"Tidak apa-apa kalau aku menciumnya sedikit, karena dia tidak akan tahu...."


Sialan, kenapa dia sangat imut!!


sial, ini akan dikutuk dika terus berlajut! Aku perlu memikirkan rencana dengan cepat.


Dan suara napasnya, perlahan dan dengan perlahan mendekati wajahku, bahkan jika aku tidak membuka mata, aku sudah bisa merasakan bahwa wajahnya sangat dekat dengan perkiraan ku.


Dan saat ini, hatiku memompa dengan liar seperti bagaimana senapan mesin menembak dengan kecepatan gila, yang membuat otakku tidak dapat memfungsikan pemikiran dengan benar dengan baik.


Sebenarnya, aku tidak membencinya, lebih dari itu aku memiliki perasaan yang kuat untuknya, aku bahkan memiliki sedikit harapan di hatiku untuk apa yang akan terjadi selanjutnya.


Rasanya sudah lama berlalu, padahal sebenarnya waktu yang cukup singkat.


Tetapi tanpa mempunyai pilihan selain membuka mataku, aku melihatnyan.Dengan mata terpejam, saat dia menciumku.


Di wajahku, terasa lembut dan lembut itu agak tak terbayangkan, dan itu memberiku perasaan indah.


Hatiku yang semula memompa sangat cepat menjadi beku seperti balok es pada saat ini.


Embusan angiin hangat bertiup dari jendela yang terbuka, dan aroma dari rambutnya melayang ke wajahku, yang membuatku agak gatal.


Sinar redup dari mata hari yang terbenam menyinari wajahnya, yang ditambah dengan wajah yang merah kemerahan di wajahnya, membuatnya sangat menawan sehingga agak tidak nyata.


 Semua ini sangat tampak sunyi, dan sepertinya waktu telah berhenti pada saat itu.


"Seperti.... seperti yang di duga itu cukup memalukan...."



Matanya masih tertutup, dia menggunakan tanganya untuk menutupi wajahnya yang terengah-engah
saat menggelengkan kepalanya.


Aku masih bertingkah sama seperti sebelumnya, mata terpejam saat bepura-pura tidur, bagaimanapun rencanaku adalah untuk melihat bagaimana kelanjutannya dari sini.


Akhirnya, dia meniggalkan tempat duduknya, dan berjalan ke pintu masuk dan membuka pintu, sebelum berbalik untuk memberiku sebuah teriakan keras.


"Pelajaran ~ ~ ~ ~ ~ telah ~~~~~~~~ berakhir ~~~~~~"


Setelah berteriak, dia bahkan tidak memeriksa apakah aku terbangun atau tidak, dan langsung berlari sambil bersenandung sebuah melodi untuk dirinya sendiri.



"Fiuh...."


Aku menghela napas panjang.


Aku menggerakan punggungku yang sedikit sakit. dan teringat apa yang telah terjadi barusan.



Rasa bibirnya masih berakar di dalam otakku; Dan saat aku menyentuh wajahku, masih ada sensasi basah yang sedikit hangat di atasnya.


"Sangat Imut...."


Sekarang aku harus mengakui satu hal, bahwa aku benar-benar telah jatuh cinta padanya....



Hal ini membuat ku agak jengkel, bagaimana aku bisa menjadi kejam untuk membiarkannya membenciku sekarang? dan bagaimana aku bisa mengatakan sesuatu yang kasar baginya sekarang untuk menyakitinya?


Tapi karena aku menyukainya, aku tidak bisa membiarkannya memiliki perasaan positif terhadap aku lagi.


Untuk itu sangat berbahaya berada disampingku, apalagi orang yang mengaku sebagai pacarku.


Jika dia tahu, Ma Qing Xue pasti berada dalam bahaya, demi melindunginya, aku tidak punya pilihan selain membuatnya menjauh dariku.


"Betapa menyedihkan ini!"


Aku memiliki ekspresi pahit di wajahku saat meniggalkan sekolah.



Kembali kerumah, aku langsung berselancar ke dalam buku ku; Buku-buku ini adalah koleksi berhargaku.


"Seperti yang diharapkan, hanya sumber daya ini yang bisa menyembuhkan rasa sakit batinku!"


Meski mulutku telah mengatakannya seperti itu, tapi otakku untuk pertama kalinya merasa agak acuh tak acuh terhadap buku-buku itu.


Apa yang membuat ini semakin menyedihkan adalah aku masih belum menyelesaikan masalah makan malamku.


Mie istan, meski aku memiliki sisa sekotak besar, tapi pikiran untuk bertahan hidup di setiap hariku mie instan itu sendiri membuatku kehilangan nafsu makanku,


Suara mengetuk tiba-tiba terdengar, dan setelah aku membuka pintu, aku menyadari bahwa itu adalah tetanggaku, Xia Ling.


"Aku telah dengan tidak sengaja sudah membuat banyak makan malam  ~ Jian ge jika kamu belum makan ayo datang ketempatku untuk makan ~ tidak membuang-buang makanan adalah salah satu kebijakan tradisonal kita ~"


(TL: kita mengacu pada negara tempat mereka berada, China)


Seorang malaikat telah muncul Aku benar-benar merasa ingin memeluknya dan menangis sekarang juga.


"Benar, menjadi pemuda yang baik dalam masyarakat modern ini, aku harus memiliki tanggung jawab untuk makan makanan itu untuk mencegah pemborosan."


Secara tidak sadar aku berbicara dengan ekspresi serius; Mencoba untuk menutupi perilakuku yang agak memalukan sekarang.


"Kau makan makanan gratis, namun kau memiliki ekspresi serius seperti wajah tidak berguna yang membuatku merasa lebih baik membuangnya dari pada memberikannya dengan rasa hormat!"


Dia tersenyum saat dia mengucapkan sebuah kalimat yang sangat jahat.


"Aku bisa memberi mu hadiah!"


"Baiklah ~ ~ hadiah macam apa yang bisa kau berikan padaku ~?


Aku melirik ke sekelilingku rumahku yang agak luas, itu tampak seperti selain kebutuhan sehari-hari yang aku miliki, ini hanya sumber daya yang tersisa.


Aku tidak punya apa-apa yang bisa kuberikan pada Xiao Ling.....


Melihat ekspresi bingung di wajahku, dia tertawa bahkan sangat senang.


"Bagaimana dengan menggunakan tubuhmu sebagai pembayarannya?"


Demi mubuatnya terdengar lebih realistis, dia bahkan terus saja menjilat bibirnya saat dia berkata,


Apakah Kau Om-Om yang memberikan pinjaman yang tinggi kepada ibu rumah tangga yang lemah lembut!


"Mari kalau begitu, bukankah ini hanya pembayaran tubuh? Lakukan apa yang kau suka."


Aku ingin melihat, bagaimana dia bisa membuat aku melakukan pelunasan tubuh, karena hatiku perlahan-lahan mengalami sedikit perasaan cemas.


"Oh... benar, apakah kau tahu mengapa ayah dan ibuku tidak ada di rumah pada malam hari ~?"


"Bukankah mereka sibuk dengan pekerjaan mereka?"


"Ituu benar ~, karena tidak peduli apakah mereka berkeliling mengumpulkan uang mereka, atau untuk merebut wilayah baru, atau untuk menghabisi beberapa orang yang agak menjengkelkan, semuanya harus dilakukan di malam hari bukan?"


"................................"


Itu sebenarnya mafia!!!


"Xia Ling da xiao jie, aku tidak lapar lagi..."


(TL: da xiao jie = wanita muda, biasanya memanggil seorang gadis muda dari keluarga berpengaruh dengan hormat)


Kalimat ini diucapkan meski pertku bergemuru seperti drum.


"Kalau saja Jian ge bisa bertingkah seperti anjing kecil dan bermain denganku maka aku akan memberimu makanan untuk dimakan."


Xiao Ling dengan angkuh memberiku permintaan yang agak menjengkelkan.


"Menurut mu siapa aku melakukan hal semacam itu!!"


"Menu malam ini terdiri dari babi panggang, kaki ayam, kaki babi, daging rebus, daging domba rebus ~ ~"


Dia mengibaskan jarinya, setiap kali dia mengatakan hidangan tertentu, penalaran pikiranku turun satu point.


"Woof ~ woof ~ "


Demi makanan, akhirnya aku membuang harga diriku.





Vol 1 chp 7 ~ END


Sebelumnya  -   LDD  -  Selanjutnya




Volume 1, Chapter 6: Berkumpulnya 5 sampah


Volume 1, Chapter 6: Berkumpulnya 5 sampah


TL: Pedrosa



Waktu makan siang. Karena aku kekurangan uang, aku dengan kesepian duduk di balkon sekolah dan mengunyah roti kukus yang tidak ada rasanya, Bagiku sekarang, bahkan sepotong ikan asin pun akan tersa mewah.


"Uhuk Uhuk..."


Aku tiba-tiba tersendak roti yang kumakan.... yang merupakan masalah yang sangat serius sekarang adalah, karena aku tidak memiliki uang tambahan untuk membeli minuman apaun.


Dengan paksa aku berusaha memukul punggungku sendiri, tapi hasilnya malah membuat semakin parah.


Sekarang ini hanya menahan tenggorokanku, dan setelah beberapa kali gagal, bukan hanya tidak tertelan ke perut, tapi malah masuk ke saluran nafas.


Tidak bisa bernafas jika ini terus berlanjut, aku akan mati, tersendak sampai mati oleh roti kukus, ini pasti merupakan retribusi surga!


Ke tolilet kamudian, air alami juga dianggap air, cukup gunakan yang tersedia saat sekarang.


Dengan cepat aku berpikir, karena ketidak bisaan bernafas membuatku sangat menderita.


Aku membuka pintu balkon, dan melihat Ma Qing Xue sedang menaiki tangga, apakah dia juga berencana makan siang di balkon?


Tapi ini bukan inti disini, intinya adalah dia memegang sekotak susu di tangannya, meski ia dengan senang sedang meminumnya melalui sedotan. Tetapi aku yang hampir sekarat ini tidak dapat berpikir banyak di waktu ini.


Menggunakan kecepatan tercepatku untuk berlari kedepannya; ia tidak begitu beraksi terhadap ku yang tiba-tiba dengan cepat meluncur ke arahnya, dan merampas susunya dari tanganya untuk ku minum, dan setelah aku meneguk sedalam-dalamnya sekali saja, aku merasa paru-paruku akhirnya berhasil merasakan kehadiran udara sekali lagi.


"Apa yang kau lihat, aku hanya meminum susumu ok? Ambilah, aku masih punya persoalan untuk dilakukan, aku pergi!"

(TL: susu disini, mudah di salahpahami karena ini juga kata dua sisi untuk susu payudara, aku tidak yakin apakah penulis bermaksud membuatnya tidak sengaja mengatakannya)


Aku harus memanfaatkan kesempatan ini sebelum pemikiran dia kembali lagi, dan dengan cepat kabur....


Baru sekarang, aku juga agak mengagumi tingkah lakuku, karena aku bisa sangat terang-terangan dan acuh tak acuh merebut minuman orang lain yang mereka minum di tengah jalan.


Ketika aku hendak sampai kekelas di lantai tiga aku menyadari bahwa sepertinya aku telah meninggalkan kunciku di balkon.


Kembali ke balkon sekolah sekali lagi, Ma Qing Xue duduk di bangku yang sama dengan tempatku tadi mengunyah roti kukus, dan tepat di pinggir bangku, adalah kunciku yang telah hilang aku jatuhkan.


Dengan diam-diam aku mendekati kunci yang terjatuh, karena aku tidak berencana membiarkan Ma Qing Xue melihatku, karena aku tidak boleh membiarkan kemungkinan aku dan dia memiliki waktu bersama sendirian.

(TL: Aku lupa menyebutkan detail yang sangat sepesifik ini sejauh ini, perhatikan bahwa MC terus memanggil pihak lain dengan nama lengkapnya, ini agak penting karena dia memperlakukan seperti orang asing)


"Sekarang ini, ini benar-benar ciuman tidak langsung, benarkan~? benarkan ~! sedotan~"


"Baiklah, kalau begitu, aku pasti dianggap melakukan ciuman tidak langsung sekarang, benarkan~?benarkan~? sedotan~?"


"Sedotan~ kauuuu terlihattt sangaaaat enaak~biarkan aku menghisapmu~!


Dan mulutnya perlahan mendekati sedotan yang telah aku gunakan tadi, dan dengan sangat kuat menghisapnya dengan mulutnya.


Seketika, dia memberikan ekspresi penuh kebahagiaan, dan saat aku berdiri di belakangnnya, aku bisa melihat wajahnya hampir sangat merah-kemerahan.


"Ada rasa roti kukus di dalam susu....."

Seperti itu, dia terus meminum sekotak susu dan berulang kali tersenyum bodoh saat dia sedang meminumnya.


Sial, aku harus segera lari, aku bahkan tidak ingin kunci lagi...


Kenapa dia sangat imut! Hatiku terus bedebar kencang, pemandangan yang baru saja aku saksikan membuat aku lebih menyukainya.


Pada tingkat ini sekarang bagaimana aku bisa tahan menjadi cukup kejam untuk membuatnya membenciku!!


Tanpa tujuan hanya berjalan di sekitar sekolah, menunggu pelajaran sore dimulai, periode waktu ini akan sangat membosankan.


Apalagi bagiku yang sama sekali tidak punya teman.


Tiba-tiba, sebuah tangan dari belakang menepuk pundakku..


Berbalik untuk melihatnya, ia adalah murid laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal.


"Temanku, kita sedang mencarimu"


dibelakangnya, ada dua orang lagi .


"Halo, anda?"


"Salah satu dari Lima Manusia sampah Su Hua, [ Demon Skirt Flipper/Iblis Pengangkat Rok ]"


Apa...? Kupikir teman sekelas wanita itu hanya bercanda, tapi ternyata memang benar ada  Empat Manusia sampah di sini.


Dan tentang Lima Manusia Sampah yang dia bicarakan, telingaku secara otomatis menyaringnya menjadi hanya Empat.


" Tongxue ini, kamu hanya bercanda kan?"



Aku menatapnya dengan sikap agak mencurigakan.


"Kalau begitu aku akan membiarknmu melihat teknik rahasiaku saat ini juga, <Rising Airflow>!!"


Tiba-tiba, angin bertiup sangant kencang, dan pada saat ini semua rok gadis di koridor terangkat. Koridor, tiba-tiba menjadi dunia yang penuh bungan dan tanaman hijau.


Apakah orang ini memiliki semacam kekuatan ? Oi!


"Aku sudah kalah"

Aku menundukan kepala, untuk mengungkapkan ketulusanku terhadap diriku sendiri yang mencurigainya sebelumnya.


Tertawa, dia menatapku, dan mengenalkan kedua orang di belakangnya.


"Orang ini adalah [Master of Stalkers], teknik rahasianya adalah untuk secara akurat mengatakan setiap alamat murid perempuan di Su Hua, atau nomor telepon, atau informasi pribadi apa pun yang tersedia melaui internet, termasuk tiga ukurannya."


Dia menunjuk ke arah seorang pria yang sedikit gemuk, dan mengenalkannya padaku.


Hal ini membuatku agak berhati-hati terhadapnya seketika.


Aku katakan, orang ini, kau sudah melakukan kejahatan, apakah kau tahu itu?


"Dan ini adalah.."


"Tidak perlu, aku akan mengenalkan diriku sendiri."


Seorang pria yang sangat tampan kemudian melangkah maju didepanku, dengan gaya rambut keriting yang trendi, bentuk wajah yang agak jelas tampan, sosok tubuh yang tampak kokoh, jari-jari yang elegan, semua yang meliputi fakta bahwa dia adalah pria tampan.


Jika aku menjadi seorang gadis, mungkin aku akan segera jatuh cinta padanya sampai tidak terpisahkan sepenuhnya.


"Aku disebut sebagai [Anal Calamity]


"....................."



Tiba-tiba aku merasa keganasan yang ekstrem, yang terkumpul disekitar bagian belakang tubuhku.


Tidak mengherankan jika pria tampan itu adalah salah satu dari Empat Manusia Sampah; jadi di memiliki minat terhadap jenis kelamin yang sama...


"Oh, benar, bukankah ada satu lagi?"
(Salah satu dari empat sampah)


"Dia? Aku tidak tahu kemana dia pergi, mungkin ...dia ada disini, dia ada disini, tepat di belakang mu"


[Demon skirt flipper] lalu menunjuk ke belakangku, dan aku belum sadar lagi saat aku tiba-tiba dipeluk oleh seseorag gadis, Cara dia memelukku agak terampil, karena sekarang semua gerakan tubuhku telah dikunci sepenuhnya olehnya.


"Ya ~ hoo ~ aku Aihua Amelia ~ tubuhmu agak fantastis ~!


Dengan susah payah aku berhasil berbalik, dan meyadari bahwa gadis yang memelukku memiliki warna rambut emas, dan dia adalah orang asing yang memiliki mata biru, tapi sebaliknya dia tampak lebih seperti gadis cantik oriental, yang mungkin berarti dia campuran.


"Nama cina ku adalah He Mi, dan orang memanggilku...."


Dia tiba-tiba meletakan bibirnya sangat dekat dengan telingaku, dan dengan lembut meniupnya.


Uuu.... sangat nyaman....


"[Men Huntress]"


Setelah selesai meniup, dia membisikan sisa kalimatnya yang lengkap tadi.


Ini segera membuat aku begidik, aku bertemu seorang ahli !!


"Cepat lihat, ini adalah Berkumpulnya dari Lima Manusia Sampah, Apa yang akan mereka lakukan?"


"Aku tidak tahu, tapi mari kita cepat pergi...."


Para siswa yang tidak sadar yang berada di sekitar kami dengan cepat ketakutan oleh aura intimidasi Empat manusia sampah.



"Selamat begabung dengan kami, [Forbidden Librarian keeper], kami pernah mendengar nama mu yang terkenal sejak lama."


[Demon Skirt flipper] tongxue, jangan bilang begitu !! saat ini, hanya teman sekelasku yang tahu tentang ini, jangan biarkan julukan yang memalukan ini semakin meluas !!


"Tidak.... panggil aku menggunakan namaku...'


Menggunakan julukan yang memalukan seperti itu untuk saling memanggil, bukankah kalian menganggapnya agak memalukan?


"Oh... jangan bilang bahwa menurutmu julukan yang membuktikan identitas mulia kita memalukan?"


Dia segera melihat melalui niat ku, tapi ini memang agak memalukan!


"Baiklah..... kita harus melihat apakah yang lain menyetujuinya atau tidak, bukan begitu? [Holy Light Propagator]? Atau haruskah Aku memanggil mu, [Wise Sage's Enligtenment]?"


Orang ini benar- benar tahu dua julukan memalukanku yang lain.....


Pada saat bersamaan, semua siswa laki-laki di sekitarnya langsung menatapku dengan tatapan memuja.


"Ha ha ha, karena semua orang sudah mengenal kita sebagai Lima Manusia Sampah, jadi seperti ini saling memanggil julukan sama sekali tidak ada pebandingannya!'


Aku tertawa karenanya, seperti jantungku terus berdetak cepat.


"Manusia sampah telah berkumpul, sekarang akan sangat menggairahkan!'


"Yeah, Yeah!'


Banyak siswa di sekitarnya menunjukan kamu secara berulang, dan mereka berempat tampak sangat menikmati pertunjukan semacam ini.


Aku sudah terlibat dengan sekelompok orang yang mentalnya terganggu.


"Kalian.... apa dasar kalian memanggil Zhang jian Manusia sampah!!"


Suara yang familira muncul, bergema disekitar telingaku.


Ia Ma Qing Xue, sepertinya dia kebetulan saja lewat sini.


"Salah satu dari Su Hua's [Three Great Beauties], Ma Qing Xue  berdiri untuk mu, tidak buruk sama sekali, [forbiden Librarian keepper].


[Demon Skirt Flipper] melirik sekilas ke arah Ma Qing Xue dan kepadaku, dengan bibir yang sedikit melenkung dalam senyuman.


"Zhang jian tongxue, semuanya salah mengerti kau, kan?"


Ma Qing Xue ternyata adalah salah satu dari dari gadis cantik yang terkenal di sekolah?


Seperti yang diharpkan dari salah satu [Three Great Beauties], pesonanya langsung memadamkan lingkungan sekitar menjadi diam.


Dia mencoba untuk membantu reputasiku, aku sangat berterima kasih padanya untuk itu.


Tapi dia tidak memikirkannnya, apa yang akan terjadi pada dirinya setelah melakukan hal seperti ini,


Jika saja, dia tidak memiliki LDD Pada dirinya.


Tapi, kalau begitu, maka hubungan kita antara satu sama lain hanya sekedar temansekelas biasa.


Demi dirimu, dan untuk diriku, aku minta maaf.


"Tidak, Mereka tidak salah paham dengan ku, aku hanyalah Manusia sampah, itu saja."


Setelah aku selesai mengatakannya, aku berbalik tanpa melihat ke belakang dan meniggalkan tempat kejadian, sekali lagi sekali lagi melukainya. Jika mungkin aku benar-benar berharap agar dia segera maju sekarang dan memberiku dua pukulan dari belakang.


Paling tidak, sedikit pun bisa mengurangi rasa bersalah dalam hatiku.






Vol 1 chp 6 ~ END




Volume 1, Chapter 5: Penjaga Perpustakaan Terlarang

Volume 1, Chapter 5: Penjaga Perpustakaan Terlarang


TL: Pedrosa



"Zhang jian ..... bisakah aku berbicara denganmu?"


Tepat setelah pelajaran berakhir, Ma Qing Xue datang untuk mencariku, kupikir apa yang telah kulakukan kemarin sudah cukup jauh, tapi mengapa efeknya sama sekali tidak berpengaruh?


"Kau lupa apa yang aku katakan kemarin?"


Aku melambaikan tangan kepadanya seperti mengusir lalat rumahan yang berdengung, bahkan tanpa melirik ke arahnya, tapi di dalam hatiku aku sudah merobek diriku menjadi saratus juta keping untuk melakukan tindakan seperti itu.


"Aku benar-benar minta maaf, aku telah mengganggu waktu mu!"



Seperti itu jawaban yang dia duga, karena dia kemudian dengan sedih berbalik dan berbaring dimejanya, tidak bisa benar-benar mengerti apa yang sedang di pikirkannya saat ini.


"Zhang jian! ayo keluar sekarang!"


Berberapa siswa laki-laki menyaksikan apa yang terjadi sekarang, mengepalkan tinjunya, mereka menyeretku ke luar, tempat tujuannya adalah balkon sekolah kita, aku sangat jelas tentang apa yang telah mereka rencanakan denganku.


"Kau mengerti mengapa kau diseret kemari?"



Seorang siswa dengan marah mengangkat keraku, dan meletakan tinjunya di depanku. Sepertinya jika jawabanku tidak memuaskan mereka, aku akan di pukul seperti bubur kertas, huh.


"Sepuluh buku!"


Berurusan dengan mereka sebenarnya sangat mudah faktanya.



Aku menatap ke arah mereka, dan mengatakan sebuah kalimat yang tidak di ketahui oleh sebagian besar dari mereka, tapi aku yakin mereka mengerti arti kata-kata ini.


"Kau pikir siapa kami?"


Orang-orang yang mendengar apa yang aku katakan menjadi semakin marah, mereka tidak dapat menahan rasa ingin memukulku.


"Dua negara, dua puluh buku!"


Kepalannya sedikit kendur, saat mereka saling berhadapan, seolah-olah merekaa merasa sedikit jengkel membiarkanku pergi begitu saja.


Tapi mereka saat ini masih dalam keadaan ragu, mungkin karena hati nurani mereka mereka sendiri.


"Tiga ras, tiga puluh buku!"

"Hsss!"



Mereka menarik napas dalam-dalam karena kondisi ini bagi mereka dianggap sangat murah hati.


Setelah itu mereka kemudian menghirup udara sedalam-dalamnya, namun teteap tidak setuju.



"Apakah kalian benar-benar bisa menahan diri untuk tidak melihat Xiao Xue di tipu oleh manusia sampah ini!"


Pria yang mengangkat kerahku mengertakan giginya dengan rasa kesal yang menyakitkan dan menolak tawaranku, karena orang lain juga memiliki ekspresi kasihan dalam ekspresi mereka , tapi cukup cepat sikap mereka kembali seperti semula dan bersiap menyerangku sekali lagi.


"Empat arah berbeda, empat puluh buku!"



Seperti yang diharapkan, di dunia yang indah ini, tidak ada satu laki-lakipun yang tidak menyukai veteran tua, tidak ada pengecualian.

Sekali lagi, mereka terjebak dalam keputusan mereka.


"Dia akan menikahi seseorang suatu hari nanti."


Aku mengajukan kalimat realistis ke arah mereka, tapi kalimat ini di telinga mereka mirip dengan bel yang berdering.



Mereka tahu fakta ini di dalam hati mereka, tapi tidak mau meyebutkannysa saja.



"Dia akan melahirkan anak cepat atau lambat, dan akan menjadi tua!"


"Aku tidak mendengarkan, aku tidak mendengarkan!"



Salah satu dari orang itu mental dirinya hancur, saat dia menutup telinganya dengan bergetar.


Yang lain hanya sedikit kuat dari dia, tapi semangat juang mereka sejak awal sudah tidak ada lagi.
Selam mereka laki-laki, mereka tidak akan pernah bisa berdiri melawan seorang veteran tua.



"Buku adalah tangga untuk perbaikan umat manusia, mereka tidak akan pernah menikah, mereka tidak akan pernah menjadi tuam dan mereka akan selalu jadi milikmu."


Mereka diam; pandangan mereka telah berhasil diubah olehku.


Beberapa kalimat sederhana seperti ini dan itu menghancurkan pertahanan mental mereka,


Dari saat yang mereka semua coba temui, setengah dari kaki mereka sudah naik ke mobil



(TL: Permainan kata pada istilah pengemudi tua, yang berearti veteran tua)


Mereka saat ini hanya menbutuhkan pilar dukungan.


"Lima puluh enam ras, lima puluh enam buku!"


"Lain kali, kau akan menjadi Da'ge kami."



Mereka menatapku dengan mata menyembah, sementara aku sedikit mendesah di dalam diriku.


Tidak bisakan kalian memiliki sedikit kerendahan hati?



"Malam ini, Su Cai park, toilet umum ketiga, dari bilik, lima puluh enam buku, mengerti?"



Setelah mengucapkan kata-kata ini, aku berjalan turun dari balkon sendirian.


Sakit kepala terbesar aku ini adalah bagaimana menangani hubungan antara aku dan teman sekelasku.


Setelah memikirkan banyak rencana tindakan, tidak peduli rencana apa itu yang diperlukan, aku harus membuat Ma Qing Xue membenciku, atau yang paling minimal baginya untuk menjauh dariku.


Aku menggunakan teleponku untuk terhubung ke WEB, dan mencoba untuk meminta solusi yang mungkin.


Pertanyaan "Bagaimana kau membuat seorang gadis yang menyukaimu, membenci mu?"


Beberapa menit kemudian, pertanyaanku mendapat jawaban dari empat orang secara online.


Jawaban pertama: "Apakah kamu gila?"

Kau satu-satunya yang gila!


Jawaban kedua:" Aku dokter dari rumah sakit jiwa, aku sangat tertarik dengan kondisi anda...."

Seorang pria datang untuk membuat iklan......


Jawaban ketiga:"Lao Xiong, jangan katakan bahwa kau seorang gay, ingat untuk menghubungi diriku~!

(TL: Lao Xiong mengacu pada "Bro"dengan sangat akrab)

Kau yang gay disini, seluruh keluargamu adalah gay!!!


Jawaban keempat: Perkos* dia!"


Xiong di, apakah kau baru saja keluar dari penjara?


(TL:  Sebenarnya keempat jawaban tadi adalah sebuah idiom, aku hanya menyatakan itu artinya secara langsung demi efek komedi yang penulis coba katakan disini,"Xiong di" mengacu pada "Bro/Friend")


Setelah melihat keempat jawaban ini aku tahu bahwa tidak ada gunanya mencoba meminta bantuan.


Aku hanya bisa bergantung pada diriku sendiri.


"Hai~ apakah kamu membenciku?"

Aku memblokir seorang siswa perempuan yang sedang lewat, dan mencoba untuk meminta sebuah kalimat.


"Tolong pergi dan mati~"


Dia memngunakan ekspresi tersenyum ke arahku saat dia berbicara, ekspresi itu seperti melihat ke arah belatung, apakah aku benar-benar dibenci?


"Bisakah kau beri tahu alasanya mengapa?"


"Dapatkah kau melepaskan tanganmu dulu?":


"Oh, Maaf, itu hanya kecelakaan"


Dia kemudian kabur setelah memberiku tamparan keras, yang membuktikan bahwa apapun yang aku lakukan kemarin terhadap Ma Qing Xue seharusnya menibulkan rasa jijik yang kuat terhadap para wanita.


"Zhang jian, apa yang terjadi dengan wajahmu?"


Sebuah suara tiba-tiba muncul dari belakangku/


Ia Ma Qing Xue, jangan bilang bahwa dia mengikutiku selama ini?


Pagi ini juga, dia benar-benar meungguku di pintu masuk distrikku.


"Tidak kenapa-kenapa, aku baru saja kepentok jendela, oh ia, dimana rumahmu?"


"Um..um... ayah dan ibuku akan di rumah malam ini... minggu depan mereka akan keluar negeri...jadi..."


Dia bergumam tak jelas, dengan kalimat seterusnya mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal dengan yang lain, yang membuat aku agak cemas.


"Di mana tepatnya rumah mu!"


"Aku benar-benar tidak bisa melakukannya malam ini! Aku bisa pergi kerumah mu.. atau mungkin hotel..."


Aku katakan , menjadi seorang gadis, tidak bisakah pola pikirmu sedikt lebih bersih...


Tapi dipikirkan kembali, dia terangsang seperti  ini mungkin karena apa yang aku katakan terakhir kali.


Aku benar-benar orang yang berdosa, pikirku saat aku diam membayangkan diriku ditikam oleh beberapa pisau.


Melihat koridor sepi di sekitar kita, ada beberapa siswa, tapi akan sulit untuk menemukan kami ditempat ini.


Sekali lagi aku memggunakan teknik manusia sampah utamaku ke Ma Qing Xue, <pepet di tembok>


Tapi kali ini aku tidak akan melakukan hal aneh, aku hanya akan meraba-raba tubuhnya.


Itu benar, aku hanya akan meraba-raba disana-sini, karena tujuanku adalah kartu identitas atau murid saja.


"Mm..."


Dia memberikan suara rintihan aneh tapi terdengar agak bahagia...


Akhirnya, aku meraba-raba bentuk benda kartu, dan setelah mengelurakannya , benar ini kartu pelajar dia.


Dia tinggal di.. sebuah distrik yang sangat jauh dari rumahku.


Bahkan jika dia naik mobil, dibutuhkan waktu tempuh hampir 20 menit, jika berjalan, mungkin akan memakan satu jam.


Jam 6 pagi menunggu di pintuk masuk distrik rumah ku....


Tidak ada angkutan umum jam 6 pagi sama sekali


Meskipun aku tidak bisa mengesampingkan kemungkinan dia naik taksi atau sarana transaportasi lainya...


Tapi tidak peduli masalahnya apa, fakta bahwa dia membututiku sudah cukup membuat aku merasa panik.


Pada saat ini, aku dengan hati-hati menilai gadis ini yang menyatakan cinta padaku di hari pertama sekolah.


Dia memang sangat cantik, meski dia tampak pemalu seperti kelinci, seolah-olah ada orang yang bisa dengan mudah membuatnya ketakutan saat dia bersandar dengan postur tubuh sedikit gemetar; Gadis ini setidaknya sungguh membuat orang ingin memujanya.


Demi untuk tidak menyakitimu dimasa depan, aku hanya bisa menyakitimu sekarang.


Logika macam apa yang aku utarakan? Yang terakhir kali mungkin akan memberiku pukulan.


"Ma Qing Xue, aku sudah punya pacar"


Mengucapkan kata-kata ini, aku meninggalkannya sendirian dan berjalan manjauh dari koridor itu.


Aku tidak berbohong, aku memang punya pacar, sampai dia benar-benar melupakanku, kalau tidak kita aka selalu bersama.


Ketegaranya, dia benar-benar bisa membuat orang diteror sampai mereka hampir tidak bisa bernafas.


Menempatkan jarak antara aku dengan Ma Qing xue, adalah untuk kebaikannya sendiri, juga untuk diriku.


Sekali lagi, pikiran ini terlintas di benakku.


Sebaiknya aku pergi dan menghabiskan waktuku di penjara setidaknya itu mencegahku menyakiti orang lain!


Secara tidak sadar aku memiliki konsep kasar mendadak seperti ini yang ingin ku lakukan.


"Aku sangat ingin memiliki hubungan cinta yang normal!!!


Aku tertawa pahit saat menatapa langit, dan meneriakan harapan terbesar yang bisa kuharapkan.


Ma Qing Xue sedang duduk di kursinya, matanya sedikit memerah, saat gadis yang duduk di sampingnya terus menunjuk dan menggumamkan diriku.


Gadis itu yang telah aku hentikan tadi.


"Setelah keputusan yang telah kami buat sekarang, selamat kepada Zhang jian untuk menjadi Manusia sampah ke lima di Su Hua pada hari kedua pindahnya!"


"Tepuk tangan!"


Selain orang-orang yang berada di bawah sayapku sebelumnya, sisanya bertepuk tangan, akhirnya aku dianggap sebagai salah satu legenda sekolah.


Mengabaikan semua obrolan mereka yang ribut, aku mempertimbangkan apakah aku akan pindah sekolah lagi.


Pindah kesekolah ini, ini seperti bencana! Tapi kenalan ibuku ada di sekolah ini, yang akan membuatku sulit ditemukan dari orang itu, jika aku mengganti sekolah, dengan standar orang itu, aku akan mudah ditemukan dalam sekejap mata.


bahkan jika aku harus di isolasi dari semua orang di sekitarku, aku masih akan memilihnya dari pada kembali kegaya hidup lamaku sebelumnya.


Sudah cukup disiksa oleh pacarku, aku sudah cukup!

"Tentang aku menjadi manusia sampah, sebenarnya ini adalah kesalahpahaman!"


Meski hanya menyangkal, aku masih perlu membalas sedikit, karena tetap diam hanya kan memperburuk keadaan.


"Oh, kami melihat kau menyeret Xiao Xue ke balkon kemarin, dan meskipun setelah dia kembali mengatakan kau tidak melakukan apapun padanya, tapi melihat pakaianya yang berantakan, kami sama sekali tidak percaya!"


"Kau pasti sudah menggunakan cara untuk mengancam Xiao xue, kan!?"


"Pasti handponya yang merekam rekaman video yang memalukan, kami ingin memeriksa handphonmu sekarang juga!"


Jika sudah tau hal ini sebelumnya, aku seharunya menahan semua ucapanku, Meskipun tidak ada apa-apa di handponku yang bisa mengancam Ma Qing Xue, tapi apa yang ada didalamnya masih belum benar-benar nyaman bagi mereka untuk dilihat...


Tapi karena aku sendiri, aku tidak dapat membalasnya kembali dan ponselku telah di rebut.


Setelah sepuluh menit, mereka seharusnya sudah mencari seluruh isi handphoneku, Untungnya aku bukan tipe orang yang suka melakukan selfie, selain beberapa kontak di telponku, sisanya akan menjadi bukti identitas pribadiku.


"Seratus delapan buku, masing-masing bertingkat juga!"


Orang yang memeriksa teleponku sudah sangat asyik dengan isi layar, dia sudah tidak bisa mengalihkan pandanyanya dari situ.


"Kau,... Apakah kau salah satu dari semua Veteran tertua yang membawa gelar terkenal  <Penjaga perpustakaan terlarang>?"


Kata-kata murid ini membuatku segera meneteskan keringat dingin, aku sudah dikenali, periode sejarah Chuunibyou ku telah terungkap!

"Bagaimana... bagaimana mungkin!"


Aku tidak akan pernah mengakuinya, jika tidak title ini sebagai manusia sampah kelima akan ditetapkan dengan pasti.


"Aku tidak akan mengenalinya dengan salah, tuan veteran tua , tolong terima hormatku!"



Dan dia sebenarnya sangat membungkuk padaku.


Dan semua murid laki-laki lain dengan malu-malu menundukan kepala mereka.


"Selama malam yang sepi itu, ada baiknya kau berkeliling!"


Dia menepuk bahuku dengan hangat, karena ketulusan sejati bersinar dari pandanganya yang sangat bersyukur,


"Penjaga perpustakaan terlarang, apa artinya?"


Seorang gadis penasaran yang jelas tidak tahu apa yang ditanya, dan pertanyaan ini, mohon maafkan aku karena tidak akan pernah menjawabanya, tidak akan.


"Di antara rumor legendaris, dikatakan bahwa dia memiliki 103.000 buku berkualitas terbaik!"


Sesorang membantuku untuk menjawab pertanyaan itu, itu adalah orang yang baru saja mengungkapkan sejarah hitamku yang lampau.


Aku sudah selesai, tidak hanya aku yang mengonfirmasi Manusia samapah kelima Su Hua yang kelima, sejara masa laluku juga dikenal oleh oran lain juga.


Bahkan menipu diri sendri dengan sedikit kenyamanan, inilah fakta bahwa hubunganku di antara para siswa laki-laki telah baik sekarang karena hal ini.


Aku tidak kalah... saat aku menolak meneteskan air mata, kataku pada diri sendiri.

Tentu saja, aku harus sangat berhati-hati sekarang, karena aku telah menajdi musuh publik bagi semua murid  perempuan.





Vol 1 chp 5 ~ END


Sebelumnya  -   LDD  -  Selanjutnya

Pageviews past week