Volume 1, Chapter 5: Penjaga Perpustakaan Terlarang
TL: Pedrosa
"Zhang jian ..... bisakah aku berbicara denganmu?"
Tepat setelah pelajaran berakhir, Ma Qing Xue datang untuk mencariku, kupikir apa yang telah kulakukan kemarin sudah cukup jauh, tapi mengapa efeknya sama sekali tidak berpengaruh?
"Kau lupa apa yang aku katakan kemarin?"
Aku melambaikan tangan kepadanya seperti mengusir lalat rumahan yang berdengung, bahkan tanpa melirik ke arahnya, tapi di dalam hatiku aku sudah merobek diriku menjadi saratus juta keping untuk melakukan tindakan seperti itu.
"Aku benar-benar minta maaf, aku telah mengganggu waktu mu!"
Seperti itu jawaban yang dia duga, karena dia kemudian dengan sedih berbalik dan berbaring dimejanya, tidak bisa benar-benar mengerti apa yang sedang di pikirkannya saat ini.
"Zhang jian! ayo keluar sekarang!"
Berberapa siswa laki-laki menyaksikan apa yang terjadi sekarang, mengepalkan tinjunya, mereka menyeretku ke luar, tempat tujuannya adalah balkon sekolah kita, aku sangat jelas tentang apa yang telah mereka rencanakan denganku.
"Kau mengerti mengapa kau diseret kemari?"
Seorang siswa dengan marah mengangkat keraku, dan meletakan tinjunya di depanku. Sepertinya jika jawabanku tidak memuaskan mereka, aku akan di pukul seperti bubur kertas, huh.
"Sepuluh buku!"
Berurusan dengan mereka sebenarnya sangat mudah faktanya.
Aku menatap ke arah mereka, dan mengatakan sebuah kalimat yang tidak di ketahui oleh sebagian besar dari mereka, tapi aku yakin mereka mengerti arti kata-kata ini.
"Kau pikir siapa kami?"
Orang-orang yang mendengar apa yang aku katakan menjadi semakin marah, mereka tidak dapat menahan rasa ingin memukulku.
"Dua negara, dua puluh buku!"
Kepalannya sedikit kendur, saat mereka saling berhadapan, seolah-olah merekaa merasa sedikit jengkel membiarkanku pergi begitu saja.
Tapi mereka saat ini masih dalam keadaan ragu, mungkin karena hati nurani mereka mereka sendiri.
"Tiga ras, tiga puluh buku!"
"Hsss!"
Mereka menarik napas dalam-dalam karena kondisi ini bagi mereka dianggap sangat murah hati.
Setelah itu mereka kemudian menghirup udara sedalam-dalamnya, namun teteap tidak setuju.
"Apakah kalian benar-benar bisa menahan diri untuk tidak melihat Xiao Xue di tipu oleh manusia sampah ini!"
Pria yang mengangkat kerahku mengertakan giginya dengan rasa kesal yang menyakitkan dan menolak tawaranku, karena orang lain juga memiliki ekspresi kasihan dalam ekspresi mereka , tapi cukup cepat sikap mereka kembali seperti semula dan bersiap menyerangku sekali lagi.
"Empat arah berbeda, empat puluh buku!"
Seperti yang diharapkan, di dunia yang indah ini, tidak ada satu laki-lakipun yang tidak menyukai veteran tua, tidak ada pengecualian.
Sekali lagi, mereka terjebak dalam keputusan mereka.
"Dia akan menikahi seseorang suatu hari nanti."
Aku mengajukan kalimat realistis ke arah mereka, tapi kalimat ini di telinga mereka mirip dengan bel yang berdering.
Mereka tahu fakta ini di dalam hati mereka, tapi tidak mau meyebutkannysa saja.
"Dia akan melahirkan anak cepat atau lambat, dan akan menjadi tua!"
"Aku tidak mendengarkan, aku tidak mendengarkan!"
Salah satu dari orang itu mental dirinya hancur, saat dia menutup telinganya dengan bergetar.
Yang lain hanya sedikit kuat dari dia, tapi semangat juang mereka sejak awal sudah tidak ada lagi.
Selam mereka laki-laki, mereka tidak akan pernah bisa berdiri melawan seorang veteran tua.
"Buku adalah tangga untuk perbaikan umat manusia, mereka tidak akan pernah menikah, mereka tidak akan pernah menjadi tuam dan mereka akan selalu jadi milikmu."
Mereka diam; pandangan mereka telah berhasil diubah olehku.
Beberapa kalimat sederhana seperti ini dan itu menghancurkan pertahanan mental mereka,
Dari saat yang mereka semua coba temui, setengah dari kaki mereka sudah naik ke mobil
(TL: Permainan kata pada istilah pengemudi tua, yang berearti veteran tua)
Mereka saat ini hanya menbutuhkan pilar dukungan.
"Lima puluh enam ras, lima puluh enam buku!"
"Lain kali, kau akan menjadi Da'ge kami."
Mereka menatapku dengan mata menyembah, sementara aku sedikit mendesah di dalam diriku.
Tidak bisakan kalian memiliki sedikit kerendahan hati?
"Malam ini, Su Cai park, toilet umum ketiga, dari bilik, lima puluh enam buku, mengerti?"
Setelah mengucapkan kata-kata ini, aku berjalan turun dari balkon sendirian.
Sakit kepala terbesar aku ini adalah bagaimana menangani hubungan antara aku dan teman sekelasku.
Setelah memikirkan banyak rencana tindakan, tidak peduli rencana apa itu yang diperlukan, aku harus membuat Ma Qing Xue membenciku, atau yang paling minimal baginya untuk menjauh dariku.
Aku menggunakan teleponku untuk terhubung ke WEB, dan mencoba untuk meminta solusi yang mungkin.
Pertanyaan "Bagaimana kau membuat seorang gadis yang menyukaimu, membenci mu?"
Beberapa menit kemudian, pertanyaanku mendapat jawaban dari empat orang secara online.
Jawaban pertama: "Apakah kamu gila?"
Kau satu-satunya yang gila!
Jawaban kedua:" Aku dokter dari rumah sakit jiwa, aku sangat tertarik dengan kondisi anda...."
Seorang pria datang untuk membuat iklan......
Jawaban ketiga:"Lao Xiong, jangan katakan bahwa kau seorang gay, ingat untuk menghubungi diriku~!
(TL: Lao Xiong mengacu pada "Bro"dengan sangat akrab)
Kau yang gay disini, seluruh keluargamu adalah gay!!!
Jawaban keempat: Perkos* dia!"
Xiong di, apakah kau baru saja keluar dari penjara?
(TL: Sebenarnya keempat jawaban tadi adalah sebuah idiom, aku hanya menyatakan itu artinya secara langsung demi efek komedi yang penulis coba katakan disini,"Xiong di" mengacu pada "Bro/Friend")
Setelah melihat keempat jawaban ini aku tahu bahwa tidak ada gunanya mencoba meminta bantuan.
Aku hanya bisa bergantung pada diriku sendiri.
"Hai~ apakah kamu membenciku?"
Aku memblokir seorang siswa perempuan yang sedang lewat, dan mencoba untuk meminta sebuah kalimat.
"Tolong pergi dan mati~"
Dia memngunakan ekspresi tersenyum ke arahku saat dia berbicara, ekspresi itu seperti melihat ke arah belatung, apakah aku benar-benar dibenci?
"Bisakah kau beri tahu alasanya mengapa?"
"Dapatkah kau melepaskan tanganmu dulu?":
"Oh, Maaf, itu hanya kecelakaan"
Dia kemudian kabur setelah memberiku tamparan keras, yang membuktikan bahwa apapun yang aku lakukan kemarin terhadap Ma Qing Xue seharusnya menibulkan rasa jijik yang kuat terhadap para wanita.
"Zhang jian, apa yang terjadi dengan wajahmu?"
Sebuah suara tiba-tiba muncul dari belakangku/
Ia Ma Qing Xue, jangan bilang bahwa dia mengikutiku selama ini?
Pagi ini juga, dia benar-benar meungguku di pintu masuk distrikku.
"Tidak kenapa-kenapa, aku baru saja kepentok jendela, oh ia, dimana rumahmu?"
"Um..um... ayah dan ibuku akan di rumah malam ini... minggu depan mereka akan keluar negeri...jadi..."
Dia bergumam tak jelas, dengan kalimat seterusnya mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal dengan yang lain, yang membuat aku agak cemas.
"Di mana tepatnya rumah mu!"
"Aku benar-benar tidak bisa melakukannya malam ini! Aku bisa pergi kerumah mu.. atau mungkin hotel..."
Aku katakan , menjadi seorang gadis, tidak bisakah pola pikirmu sedikt lebih bersih...
Tapi dipikirkan kembali, dia terangsang seperti ini mungkin karena apa yang aku katakan terakhir kali.
Aku benar-benar orang yang berdosa, pikirku saat aku diam membayangkan diriku ditikam oleh beberapa pisau.
Melihat koridor sepi di sekitar kita, ada beberapa siswa, tapi akan sulit untuk menemukan kami ditempat ini.
Sekali lagi aku memggunakan teknik manusia sampah utamaku ke Ma Qing Xue, <pepet di tembok>
Tapi kali ini aku tidak akan melakukan hal aneh, aku hanya akan meraba-raba tubuhnya.
Itu benar, aku hanya akan meraba-raba disana-sini, karena tujuanku adalah kartu identitas atau murid saja.
"Mm..."
Dia memberikan suara rintihan aneh tapi terdengar agak bahagia...
Akhirnya, aku meraba-raba bentuk benda kartu, dan setelah mengelurakannya , benar ini kartu pelajar dia.
Dia tinggal di.. sebuah distrik yang sangat jauh dari rumahku.
Bahkan jika dia naik mobil, dibutuhkan waktu tempuh hampir 20 menit, jika berjalan, mungkin akan memakan satu jam.
Jam 6 pagi menunggu di pintuk masuk distrik rumah ku....
Tidak ada angkutan umum jam 6 pagi sama sekali
Meskipun aku tidak bisa mengesampingkan kemungkinan dia naik taksi atau sarana transaportasi lainya...
Tapi tidak peduli masalahnya apa, fakta bahwa dia membututiku sudah cukup membuat aku merasa panik.
Pada saat ini, aku dengan hati-hati menilai gadis ini yang menyatakan cinta padaku di hari pertama sekolah.
Dia memang sangat cantik, meski dia tampak pemalu seperti kelinci, seolah-olah ada orang yang bisa dengan mudah membuatnya ketakutan saat dia bersandar dengan postur tubuh sedikit gemetar; Gadis ini setidaknya sungguh membuat orang ingin memujanya.
Demi untuk tidak menyakitimu dimasa depan, aku hanya bisa menyakitimu sekarang.
Logika macam apa yang aku utarakan? Yang terakhir kali mungkin akan memberiku pukulan.
"Ma Qing Xue, aku sudah punya pacar"
Mengucapkan kata-kata ini, aku meninggalkannya sendirian dan berjalan manjauh dari koridor itu.
Aku tidak berbohong, aku memang punya pacar, sampai dia benar-benar melupakanku, kalau tidak kita aka selalu bersama.
Ketegaranya, dia benar-benar bisa membuat orang diteror sampai mereka hampir tidak bisa bernafas.
Menempatkan jarak antara aku dengan Ma Qing xue, adalah untuk kebaikannya sendiri, juga untuk diriku.
Sekali lagi, pikiran ini terlintas di benakku.
Sebaiknya aku pergi dan menghabiskan waktuku di penjara setidaknya itu mencegahku menyakiti orang lain!
Secara tidak sadar aku memiliki konsep kasar mendadak seperti ini yang ingin ku lakukan.
"Aku sangat ingin memiliki hubungan cinta yang normal!!!
Aku tertawa pahit saat menatapa langit, dan meneriakan harapan terbesar yang bisa kuharapkan.
Ma Qing Xue sedang duduk di kursinya, matanya sedikit memerah, saat gadis yang duduk di sampingnya terus menunjuk dan menggumamkan diriku.
Gadis itu yang telah aku hentikan tadi.
"Setelah keputusan yang telah kami buat sekarang, selamat kepada Zhang jian untuk menjadi Manusia sampah ke lima di Su Hua pada hari kedua pindahnya!"
"Tepuk tangan!"
Selain orang-orang yang berada di bawah sayapku sebelumnya, sisanya bertepuk tangan, akhirnya aku dianggap sebagai salah satu legenda sekolah.
Mengabaikan semua obrolan mereka yang ribut, aku mempertimbangkan apakah aku akan pindah sekolah lagi.
Pindah kesekolah ini, ini seperti bencana! Tapi kenalan ibuku ada di sekolah ini, yang akan membuatku sulit ditemukan dari orang itu, jika aku mengganti sekolah, dengan standar orang itu, aku akan mudah ditemukan dalam sekejap mata.
bahkan jika aku harus di isolasi dari semua orang di sekitarku, aku masih akan memilihnya dari pada kembali kegaya hidup lamaku sebelumnya.
Sudah cukup disiksa oleh pacarku, aku sudah cukup!
"Tentang aku menjadi manusia sampah, sebenarnya ini adalah kesalahpahaman!"
Meski hanya menyangkal, aku masih perlu membalas sedikit, karena tetap diam hanya kan memperburuk keadaan.
"Oh, kami melihat kau menyeret Xiao Xue ke balkon kemarin, dan meskipun setelah dia kembali mengatakan kau tidak melakukan apapun padanya, tapi melihat pakaianya yang berantakan, kami sama sekali tidak percaya!"
"Kau pasti sudah menggunakan cara untuk mengancam Xiao xue, kan!?"
"Pasti handponya yang merekam rekaman video yang memalukan, kami ingin memeriksa handphonmu sekarang juga!"
Jika sudah tau hal ini sebelumnya, aku seharunya menahan semua ucapanku, Meskipun tidak ada apa-apa di handponku yang bisa mengancam Ma Qing Xue, tapi apa yang ada didalamnya masih belum benar-benar nyaman bagi mereka untuk dilihat...
Tapi karena aku sendiri, aku tidak dapat membalasnya kembali dan ponselku telah di rebut.
Setelah sepuluh menit, mereka seharusnya sudah mencari seluruh isi handphoneku, Untungnya aku bukan tipe orang yang suka melakukan selfie, selain beberapa kontak di telponku, sisanya akan menjadi bukti identitas pribadiku.
"Seratus delapan buku, masing-masing bertingkat juga!"
Orang yang memeriksa teleponku sudah sangat asyik dengan isi layar, dia sudah tidak bisa mengalihkan pandanyanya dari situ.
"Kau,... Apakah kau salah satu dari semua Veteran tertua yang membawa gelar terkenal <Penjaga perpustakaan terlarang>?"
Kata-kata murid ini membuatku segera meneteskan keringat dingin, aku sudah dikenali, periode sejarah Chuunibyou ku telah terungkap!
"Bagaimana... bagaimana mungkin!"
Aku tidak akan pernah mengakuinya, jika tidak title ini sebagai manusia sampah kelima akan ditetapkan dengan pasti.
"Aku tidak akan mengenalinya dengan salah, tuan veteran tua , tolong terima hormatku!"
Dan dia sebenarnya sangat membungkuk padaku.
Dan semua murid laki-laki lain dengan malu-malu menundukan kepala mereka.
"Selama malam yang sepi itu, ada baiknya kau berkeliling!"
Dia menepuk bahuku dengan hangat, karena ketulusan sejati bersinar dari pandanganya yang sangat bersyukur,
"Penjaga perpustakaan terlarang, apa artinya?"
Seorang gadis penasaran yang jelas tidak tahu apa yang ditanya, dan pertanyaan ini, mohon maafkan aku karena tidak akan pernah menjawabanya, tidak akan.
"Di antara rumor legendaris, dikatakan bahwa dia memiliki 103.000 buku berkualitas terbaik!"
Sesorang membantuku untuk menjawab pertanyaan itu, itu adalah orang yang baru saja mengungkapkan sejarah hitamku yang lampau.
Aku sudah selesai, tidak hanya aku yang mengonfirmasi Manusia samapah kelima Su Hua yang kelima, sejara masa laluku juga dikenal oleh oran lain juga.
Bahkan menipu diri sendri dengan sedikit kenyamanan, inilah fakta bahwa hubunganku di antara para siswa laki-laki telah baik sekarang karena hal ini.
Aku tidak kalah... saat aku menolak meneteskan air mata, kataku pada diri sendiri.
Tentu saja, aku harus sangat berhati-hati sekarang, karena aku telah menajdi musuh publik bagi semua murid perempuan.
TL: Pedrosa
"Zhang jian ..... bisakah aku berbicara denganmu?"
Tepat setelah pelajaran berakhir, Ma Qing Xue datang untuk mencariku, kupikir apa yang telah kulakukan kemarin sudah cukup jauh, tapi mengapa efeknya sama sekali tidak berpengaruh?
"Kau lupa apa yang aku katakan kemarin?"
Aku melambaikan tangan kepadanya seperti mengusir lalat rumahan yang berdengung, bahkan tanpa melirik ke arahnya, tapi di dalam hatiku aku sudah merobek diriku menjadi saratus juta keping untuk melakukan tindakan seperti itu.
"Aku benar-benar minta maaf, aku telah mengganggu waktu mu!"
Seperti itu jawaban yang dia duga, karena dia kemudian dengan sedih berbalik dan berbaring dimejanya, tidak bisa benar-benar mengerti apa yang sedang di pikirkannya saat ini.
"Zhang jian! ayo keluar sekarang!"
Berberapa siswa laki-laki menyaksikan apa yang terjadi sekarang, mengepalkan tinjunya, mereka menyeretku ke luar, tempat tujuannya adalah balkon sekolah kita, aku sangat jelas tentang apa yang telah mereka rencanakan denganku.
"Kau mengerti mengapa kau diseret kemari?"
Seorang siswa dengan marah mengangkat keraku, dan meletakan tinjunya di depanku. Sepertinya jika jawabanku tidak memuaskan mereka, aku akan di pukul seperti bubur kertas, huh.
"Sepuluh buku!"
Berurusan dengan mereka sebenarnya sangat mudah faktanya.
Aku menatap ke arah mereka, dan mengatakan sebuah kalimat yang tidak di ketahui oleh sebagian besar dari mereka, tapi aku yakin mereka mengerti arti kata-kata ini.
"Kau pikir siapa kami?"
Orang-orang yang mendengar apa yang aku katakan menjadi semakin marah, mereka tidak dapat menahan rasa ingin memukulku.
"Dua negara, dua puluh buku!"
Kepalannya sedikit kendur, saat mereka saling berhadapan, seolah-olah merekaa merasa sedikit jengkel membiarkanku pergi begitu saja.
Tapi mereka saat ini masih dalam keadaan ragu, mungkin karena hati nurani mereka mereka sendiri.
"Tiga ras, tiga puluh buku!"
"Hsss!"
Mereka menarik napas dalam-dalam karena kondisi ini bagi mereka dianggap sangat murah hati.
Setelah itu mereka kemudian menghirup udara sedalam-dalamnya, namun teteap tidak setuju.
"Apakah kalian benar-benar bisa menahan diri untuk tidak melihat Xiao Xue di tipu oleh manusia sampah ini!"
Pria yang mengangkat kerahku mengertakan giginya dengan rasa kesal yang menyakitkan dan menolak tawaranku, karena orang lain juga memiliki ekspresi kasihan dalam ekspresi mereka , tapi cukup cepat sikap mereka kembali seperti semula dan bersiap menyerangku sekali lagi.
"Empat arah berbeda, empat puluh buku!"
Seperti yang diharapkan, di dunia yang indah ini, tidak ada satu laki-lakipun yang tidak menyukai veteran tua, tidak ada pengecualian.
Sekali lagi, mereka terjebak dalam keputusan mereka.
"Dia akan menikahi seseorang suatu hari nanti."
Aku mengajukan kalimat realistis ke arah mereka, tapi kalimat ini di telinga mereka mirip dengan bel yang berdering.
Mereka tahu fakta ini di dalam hati mereka, tapi tidak mau meyebutkannysa saja.
"Dia akan melahirkan anak cepat atau lambat, dan akan menjadi tua!"
"Aku tidak mendengarkan, aku tidak mendengarkan!"
Salah satu dari orang itu mental dirinya hancur, saat dia menutup telinganya dengan bergetar.
Yang lain hanya sedikit kuat dari dia, tapi semangat juang mereka sejak awal sudah tidak ada lagi.
Selam mereka laki-laki, mereka tidak akan pernah bisa berdiri melawan seorang veteran tua.
"Buku adalah tangga untuk perbaikan umat manusia, mereka tidak akan pernah menikah, mereka tidak akan pernah menjadi tuam dan mereka akan selalu jadi milikmu."
Mereka diam; pandangan mereka telah berhasil diubah olehku.
Beberapa kalimat sederhana seperti ini dan itu menghancurkan pertahanan mental mereka,
Dari saat yang mereka semua coba temui, setengah dari kaki mereka sudah naik ke mobil
(TL: Permainan kata pada istilah pengemudi tua, yang berearti veteran tua)
Mereka saat ini hanya menbutuhkan pilar dukungan.
"Lima puluh enam ras, lima puluh enam buku!"
"Lain kali, kau akan menjadi Da'ge kami."
Mereka menatapku dengan mata menyembah, sementara aku sedikit mendesah di dalam diriku.
Tidak bisakan kalian memiliki sedikit kerendahan hati?
"Malam ini, Su Cai park, toilet umum ketiga, dari bilik, lima puluh enam buku, mengerti?"
Setelah mengucapkan kata-kata ini, aku berjalan turun dari balkon sendirian.
Sakit kepala terbesar aku ini adalah bagaimana menangani hubungan antara aku dan teman sekelasku.
Setelah memikirkan banyak rencana tindakan, tidak peduli rencana apa itu yang diperlukan, aku harus membuat Ma Qing Xue membenciku, atau yang paling minimal baginya untuk menjauh dariku.
Aku menggunakan teleponku untuk terhubung ke WEB, dan mencoba untuk meminta solusi yang mungkin.
Pertanyaan "Bagaimana kau membuat seorang gadis yang menyukaimu, membenci mu?"
Beberapa menit kemudian, pertanyaanku mendapat jawaban dari empat orang secara online.
Jawaban pertama: "Apakah kamu gila?"
Kau satu-satunya yang gila!
Jawaban kedua:" Aku dokter dari rumah sakit jiwa, aku sangat tertarik dengan kondisi anda...."
Seorang pria datang untuk membuat iklan......
Jawaban ketiga:"Lao Xiong, jangan katakan bahwa kau seorang gay, ingat untuk menghubungi diriku~!
(TL: Lao Xiong mengacu pada "Bro"dengan sangat akrab)
Kau yang gay disini, seluruh keluargamu adalah gay!!!
Jawaban keempat: Perkos* dia!"
Xiong di, apakah kau baru saja keluar dari penjara?
(TL: Sebenarnya keempat jawaban tadi adalah sebuah idiom, aku hanya menyatakan itu artinya secara langsung demi efek komedi yang penulis coba katakan disini,"Xiong di" mengacu pada "Bro/Friend")
Setelah melihat keempat jawaban ini aku tahu bahwa tidak ada gunanya mencoba meminta bantuan.
Aku hanya bisa bergantung pada diriku sendiri.
"Hai~ apakah kamu membenciku?"
Aku memblokir seorang siswa perempuan yang sedang lewat, dan mencoba untuk meminta sebuah kalimat.
"Tolong pergi dan mati~"
Dia memngunakan ekspresi tersenyum ke arahku saat dia berbicara, ekspresi itu seperti melihat ke arah belatung, apakah aku benar-benar dibenci?
"Bisakah kau beri tahu alasanya mengapa?"
"Dapatkah kau melepaskan tanganmu dulu?":
"Oh, Maaf, itu hanya kecelakaan"
Dia kemudian kabur setelah memberiku tamparan keras, yang membuktikan bahwa apapun yang aku lakukan kemarin terhadap Ma Qing Xue seharusnya menibulkan rasa jijik yang kuat terhadap para wanita.
"Zhang jian, apa yang terjadi dengan wajahmu?"
Sebuah suara tiba-tiba muncul dari belakangku/
Ia Ma Qing Xue, jangan bilang bahwa dia mengikutiku selama ini?
Pagi ini juga, dia benar-benar meungguku di pintu masuk distrikku.
"Tidak kenapa-kenapa, aku baru saja kepentok jendela, oh ia, dimana rumahmu?"
"Um..um... ayah dan ibuku akan di rumah malam ini... minggu depan mereka akan keluar negeri...jadi..."
Dia bergumam tak jelas, dengan kalimat seterusnya mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal dengan yang lain, yang membuat aku agak cemas.
"Di mana tepatnya rumah mu!"
"Aku benar-benar tidak bisa melakukannya malam ini! Aku bisa pergi kerumah mu.. atau mungkin hotel..."
Aku katakan , menjadi seorang gadis, tidak bisakah pola pikirmu sedikt lebih bersih...
Tapi dipikirkan kembali, dia terangsang seperti ini mungkin karena apa yang aku katakan terakhir kali.
Aku benar-benar orang yang berdosa, pikirku saat aku diam membayangkan diriku ditikam oleh beberapa pisau.
Melihat koridor sepi di sekitar kita, ada beberapa siswa, tapi akan sulit untuk menemukan kami ditempat ini.
Sekali lagi aku memggunakan teknik manusia sampah utamaku ke Ma Qing Xue, <pepet di tembok>
Tapi kali ini aku tidak akan melakukan hal aneh, aku hanya akan meraba-raba tubuhnya.
Itu benar, aku hanya akan meraba-raba disana-sini, karena tujuanku adalah kartu identitas atau murid saja.
"Mm..."
Dia memberikan suara rintihan aneh tapi terdengar agak bahagia...
Akhirnya, aku meraba-raba bentuk benda kartu, dan setelah mengelurakannya , benar ini kartu pelajar dia.
Dia tinggal di.. sebuah distrik yang sangat jauh dari rumahku.
Bahkan jika dia naik mobil, dibutuhkan waktu tempuh hampir 20 menit, jika berjalan, mungkin akan memakan satu jam.
Jam 6 pagi menunggu di pintuk masuk distrik rumah ku....
Tidak ada angkutan umum jam 6 pagi sama sekali
Meskipun aku tidak bisa mengesampingkan kemungkinan dia naik taksi atau sarana transaportasi lainya...
Tapi tidak peduli masalahnya apa, fakta bahwa dia membututiku sudah cukup membuat aku merasa panik.
Pada saat ini, aku dengan hati-hati menilai gadis ini yang menyatakan cinta padaku di hari pertama sekolah.
Dia memang sangat cantik, meski dia tampak pemalu seperti kelinci, seolah-olah ada orang yang bisa dengan mudah membuatnya ketakutan saat dia bersandar dengan postur tubuh sedikit gemetar; Gadis ini setidaknya sungguh membuat orang ingin memujanya.
Demi untuk tidak menyakitimu dimasa depan, aku hanya bisa menyakitimu sekarang.
Logika macam apa yang aku utarakan? Yang terakhir kali mungkin akan memberiku pukulan.
"Ma Qing Xue, aku sudah punya pacar"
Mengucapkan kata-kata ini, aku meninggalkannya sendirian dan berjalan manjauh dari koridor itu.
Aku tidak berbohong, aku memang punya pacar, sampai dia benar-benar melupakanku, kalau tidak kita aka selalu bersama.
Ketegaranya, dia benar-benar bisa membuat orang diteror sampai mereka hampir tidak bisa bernafas.
Menempatkan jarak antara aku dengan Ma Qing xue, adalah untuk kebaikannya sendiri, juga untuk diriku.
Sekali lagi, pikiran ini terlintas di benakku.
Sebaiknya aku pergi dan menghabiskan waktuku di penjara setidaknya itu mencegahku menyakiti orang lain!
Secara tidak sadar aku memiliki konsep kasar mendadak seperti ini yang ingin ku lakukan.
"Aku sangat ingin memiliki hubungan cinta yang normal!!!
Aku tertawa pahit saat menatapa langit, dan meneriakan harapan terbesar yang bisa kuharapkan.
Ma Qing Xue sedang duduk di kursinya, matanya sedikit memerah, saat gadis yang duduk di sampingnya terus menunjuk dan menggumamkan diriku.
Gadis itu yang telah aku hentikan tadi.
"Setelah keputusan yang telah kami buat sekarang, selamat kepada Zhang jian untuk menjadi Manusia sampah ke lima di Su Hua pada hari kedua pindahnya!"
"Tepuk tangan!"
Selain orang-orang yang berada di bawah sayapku sebelumnya, sisanya bertepuk tangan, akhirnya aku dianggap sebagai salah satu legenda sekolah.
Mengabaikan semua obrolan mereka yang ribut, aku mempertimbangkan apakah aku akan pindah sekolah lagi.
Pindah kesekolah ini, ini seperti bencana! Tapi kenalan ibuku ada di sekolah ini, yang akan membuatku sulit ditemukan dari orang itu, jika aku mengganti sekolah, dengan standar orang itu, aku akan mudah ditemukan dalam sekejap mata.
bahkan jika aku harus di isolasi dari semua orang di sekitarku, aku masih akan memilihnya dari pada kembali kegaya hidup lamaku sebelumnya.
Sudah cukup disiksa oleh pacarku, aku sudah cukup!
"Tentang aku menjadi manusia sampah, sebenarnya ini adalah kesalahpahaman!"
Meski hanya menyangkal, aku masih perlu membalas sedikit, karena tetap diam hanya kan memperburuk keadaan.
"Oh, kami melihat kau menyeret Xiao Xue ke balkon kemarin, dan meskipun setelah dia kembali mengatakan kau tidak melakukan apapun padanya, tapi melihat pakaianya yang berantakan, kami sama sekali tidak percaya!"
"Kau pasti sudah menggunakan cara untuk mengancam Xiao xue, kan!?"
"Pasti handponya yang merekam rekaman video yang memalukan, kami ingin memeriksa handphonmu sekarang juga!"
Jika sudah tau hal ini sebelumnya, aku seharunya menahan semua ucapanku, Meskipun tidak ada apa-apa di handponku yang bisa mengancam Ma Qing Xue, tapi apa yang ada didalamnya masih belum benar-benar nyaman bagi mereka untuk dilihat...
Tapi karena aku sendiri, aku tidak dapat membalasnya kembali dan ponselku telah di rebut.
Setelah sepuluh menit, mereka seharusnya sudah mencari seluruh isi handphoneku, Untungnya aku bukan tipe orang yang suka melakukan selfie, selain beberapa kontak di telponku, sisanya akan menjadi bukti identitas pribadiku.
"Seratus delapan buku, masing-masing bertingkat juga!"
Orang yang memeriksa teleponku sudah sangat asyik dengan isi layar, dia sudah tidak bisa mengalihkan pandanyanya dari situ.
"Kau,... Apakah kau salah satu dari semua Veteran tertua yang membawa gelar terkenal <Penjaga perpustakaan terlarang>?"
Kata-kata murid ini membuatku segera meneteskan keringat dingin, aku sudah dikenali, periode sejarah Chuunibyou ku telah terungkap!
"Bagaimana... bagaimana mungkin!"
Aku tidak akan pernah mengakuinya, jika tidak title ini sebagai manusia sampah kelima akan ditetapkan dengan pasti.
"Aku tidak akan mengenalinya dengan salah, tuan veteran tua , tolong terima hormatku!"
Dan dia sebenarnya sangat membungkuk padaku.
Dan semua murid laki-laki lain dengan malu-malu menundukan kepala mereka.
"Selama malam yang sepi itu, ada baiknya kau berkeliling!"
Dia menepuk bahuku dengan hangat, karena ketulusan sejati bersinar dari pandanganya yang sangat bersyukur,
"Penjaga perpustakaan terlarang, apa artinya?"
Seorang gadis penasaran yang jelas tidak tahu apa yang ditanya, dan pertanyaan ini, mohon maafkan aku karena tidak akan pernah menjawabanya, tidak akan.
"Di antara rumor legendaris, dikatakan bahwa dia memiliki 103.000 buku berkualitas terbaik!"
Sesorang membantuku untuk menjawab pertanyaan itu, itu adalah orang yang baru saja mengungkapkan sejarah hitamku yang lampau.
Aku sudah selesai, tidak hanya aku yang mengonfirmasi Manusia samapah kelima Su Hua yang kelima, sejara masa laluku juga dikenal oleh oran lain juga.
Bahkan menipu diri sendri dengan sedikit kenyamanan, inilah fakta bahwa hubunganku di antara para siswa laki-laki telah baik sekarang karena hal ini.
Aku tidak kalah... saat aku menolak meneteskan air mata, kataku pada diri sendiri.
Tentu saja, aku harus sangat berhati-hati sekarang, karena aku telah menajdi musuh publik bagi semua murid perempuan.
Vol 1 chp 5 ~ END
No comments:
Post a Comment