kawai

kawai

Volume 1, Chapter 3: Tetanggaan Dengan Loli



Volume 1, Chapter 3: Tetanggaan Dengan Loli


TL: Pedrosa




Aku harus dianggap  benar-benar luar biasa karena berusaha semaksimal mungkin untuk membuat seorang gadis cantik membenci ku.



Saat berjalan dalam perjalanan pulang, rasa sakit didadaku terasa seperti di tembak dengan anak panah, apakah ini yang mereka maksud dengan teguran hati nurani?



Seorang gadis yang pemalu, akhirnya berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk menyatakan cinta padaku, namun aku telah telah melakukan hal seperti ini, aku benar-benar ingin menggunakan  pisau untuk menusuk tubuhku!



"Haishh....!"




Aku menghela napas, mungkin aku harus meminta maaf  pada Ma Qing Xue suatu hari nanti, dia jauh lebih baik dengan orang lain, selama aku mengatkan padanya aku bahwa aku tidak menyukainya, dan juga aku tidak memiliki niat untuk memiliki hubungan saat bersekolah, kemungkinan besar dia akan meyerah saat itu. Aku sampai rumah, saat tiba-tiba ponsel ku berdering, aku lihat nomor panggilan, ini ibu ku.


"Weeii, Xiao Jian ~ Bagaimana sekolahan yang baru, apakah kamu sudah terbiasa dengan sekolahmu? Apakah kamu cocok dengan teman sekelas baru mu? Jika kau punya sesuatu yang ingin di katakan, ingat tinggal beritahu mama mu ini, ok!"

(TL: Pikirkan "Wei" sebagai "moshimoshi", atau "helloo")



"Ma, aku baik-baik saja sekarang! Sekolahnya sangat bagus dan teman-temannya sangat ramah."


Meski aku mengucapkannya dengan baik, aku benar-benar menghadapi masalah yang sangat serius saat ini.


Aku menutup telepon, dan berbaring di sofa sambil melihat mei instanku yang hampir siap.



Kehidupan seperti ini tentu agak seru dan menyenangkan......


Mungkin aku terlalu terburu-buru saat meninggalkan sekolah, karena telah menjatuhkan dopet ku; didalamnya tidak hanya berisi uang, tapi juga kartu identitas dan kartu bank milikku.


Uang yang tersisi di rumah ku masih bisa bertahan cukup lama untuk makan mie instan, mudah-mudahan bisa membantu aku mengatasi masa ini sampai aku mendapatkan kembali kartu identitas baru.


Tiba-tiba , "Hua~la~"


Ketika kita manusia tidak beruntung kita bahkan akan mendapat sendakan di gigi kita saat  minum air putih*, untuk mie instan.... mereka benar-benar tumpah kelantai......

(TL: Sendakan di gigi kita saat minum air putih adalah sindiran, pada dasarnya kadang kala kalian mendapatkan sendakan makanan yang menempel digigi saat makan makanan kan? itu terjadi karena makanan adalah benda padat tapi untuk ini terjadi saat kalian minum air biasa? kemungkinan hal itu terjadi berarti sungguh ketidak beruntungan kalian sangat parah)


"Jangan katakan bahwa sekarang ini adalah hukuman karena bermain dengan hati seorang gadis?"


Aku menggumamkan sebuah kalimat yang tidak jelas, dan bersiap untuk merebus secangkir mie insatan lagi ketika aku menyadari bahwa aku kehabisan Gas.


"Jangan takut, aku masih punya kompor listrik."


Tapi, setelah menancapkan ke saklar tidak ada respon dari kompor listrik sama sekali.


Kabel saklar telah dipotong....


"Aku masih punya korek api!!"


Meski aku tidak merokok, satu hobi kecil ku adalah mengumpulkan korek api.


Aku pergi kedapur untuk mengabil teko, dan ketika aku ingin menuangkan air keteko, tau-taunya tidak ada air yang keluar dari keran sama sekali, yang hanya bisa dijelaskan oleh satu hal.


"Pasokan air sudah di potong.."


Ini dunia sengaja ingin memusnahkan ku, bukan!?


Tanpa tujuan berjalan menuju rauang keluarga, aku mentapa mie instan yang tumpah ke lantai; itu membuatku menjilat bibirku tanpa sadar.


Itu benar, aku sudah jatuh.


"Bahkan jika aku sakit perut, aku harus mengisi perut ini terlibih dahulu bukan?"


Aku menggumamkan sebuah kalimat untuk diriku sendiri, dan baru saja akan memulai berpesta dengan mie yang tumpah di lantai saat suara pintu di ketuk terdengar.



"Aku datang"


Siapa itu, aku berpikir, aku tidak memiliki orang yang ku kenal di kota ini, jangan bilang itu pengelolah properti? Mereka datang untuk memecahkan masalah ku saat ini?


Aku membuka pintu, dan melihat seorang gadis kecil di depan ku, sepertinya dia masih pergi kesekolah dasar; dia mengenakan gaun wanita tipis di bawa rompi, dan tidak mengenakan celana apa pun di bawahnya, tapi langsung menggunakan sepasang kaus kaki panjang di kakinya. Karena rompinya sedikit besar, sepertinya dia mengenakan gaun yang terhubung sekilas.



"Umm.... nin hao.... aku tinggal disamping sini... pakaianku tertiup angin ke rumahmu disini, bisakah kamu mengijinkan ku mengambillnya kembali?


(TL: ni hao = "halo apakabar"; nin hao = "halo apakabar tapi dengan nada yang lebih formal dan hormat..Intinya dia berbicara agak formal")


Sambil menggetarkan tubuhnya dengan cara yang tampaknya gugup, bahkan saat dia menyapa ku, dia menggunakan istilah "nin", sepertinya dia anak yang baik yang tahu sopan santun dengan baik.


"Tentu saja tidak ada masalah dengan itu, aku akan membawanya ke sini untuk mu!"


Mengatakan itu, aku bersiap berbalik untuk membantunya mengabil pakaiannya.


"Tidak.... tidak perlu kau bantu, tidak masalah kalau aku sendiri yang mengabilnya!"



Sepertinya anak ini agak malu.



"Jangan khawatir, jangan khawatir! Menjadi tetangga, kita harus saling membantu!"


"T-.....Tapi....."



"Tidak apa-apa, aku suka membantu orang lain!"


Mengabaikan sensibilitasnya aku berlali menuju balkon, dan di lantai memang ada sehelai pakaian yang bukan miliku.


Tidak, berbicara keintinya itu adalah celana dalam!


Bahkan ada juga bentuk stroberi di atasnya.



Ini memang agak tidak nyaman bagiku untuk membantu mengambilnya, tapi karena aku orang yang agak dewasa, aku menahan rasa malu dalam diriku, dan mengembalikan pakaian itu padanya.


"Terima kasih banyak, jika tidak telalu merepotkan, tolong datang ke rumahku untuk makan!"


Sepertinya dia melihat mie instan tumpah yang tegeletak di lantai, anak yang benar-benar bijak! dia persis seperti malaikat!


"Um .... baik, itu sedikit merepotkan..."


Aku menolak dengan sopan sedikit, karena aku tidak bisa benar-benar menerima gagasan untuk makan di tempat lain secara gratis setelah membatu mengerjakan tugas sederhana semacam itu.


"Tidak apa-apa, sungguh, malam ini akan ada reparasi pemeliharaan manajemen, gege kamu masih belum mengetahuinya, kan?


(TL:gege = kaka yang penyebutannya imut)


Dia melirik mie instan yang tumpah ke lantai sekali lagi, karena perutku yang tidak taat membuat suara gerurutan pada saar bersamaan.


"Aku baru saja selesai makan malam, tapi secara tidak sengaja aku masak terlalu banyak, jika gege tidak keberatan maka datanglah dan bantu aku makan beberapa makanan, akan sangat sia-sia jika aku membuangnya..."


Dia memegang tanganku, dan tersenyum saat menatapku, tapi yang tidak dia ketahui adalah, pada saat itu hatiku berangsur-angsur meleleh karena terlalu besyukur seperti  hampir ingin menangis.



Demi membuat tidak terlalu canggung, dia secara khusus berbohong bahwa dia telah membuat lebih banyak porsi.


"Baiklah... kalau begitu, dari pada bersikap sopan aku akan mengikuti takdirku saat itu juga!"


Aku bermuka tebal tertawa dengan nada yang kering, seperti mengisi perut lebih di utamakan dari hal lain.


Setelah aku masuk ke rumahnya, aku menyadari bahwa rumahnya agak luas, yang tiba - tiba sadar bahwa mengapa mereka membiarkan gadis kecil seperti ini yang saat ini berada di sekolah dasar untuk memasak makan malam untuk dirinya sendiri?


"Um.... dimana orang tuamu?"


"Mereka sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, biasanya mereka pulang kerumah tiap minggu.."


Dia melepaskan ekspresi kesepian, meski itu berbohong dengan baik, tapi aku masih bisa melihatnya karena cuma anak-anak.


"Kau sangat bijaksana, jujur saja kamu lebih baik dari pada beberapa orang seumuran ku!"



Aku membelai kepalanya dengan lembut, karena dia masih kecil, jadi dia seharusnya agak senang jika terkadang aku memujinya.


"Hehehehehee....."



Dia tertawa terbahak-bahak beberapa kali, sebelum menepuk nepuk tanganku seperti seekor kucing yang sedang marah.


"Jangan memperlakukanku seperti anak kecil Humphh---"


Tiba-tiba dia menjadi marah, tapi jelas itu terjadi, Wajahnya yang cemberut dan ekspresi marahnya di kombinasikan membuatnya sangat lucu.


Seperti anak yang baik, aku benar-benar ingin memeluknya didalam pelukanku dan mengelusnya, mencubitnya, meringkukinya - -


................ Tunggu, tunggu, kalau memang seperti itu maka bukankah itu membuatku jadi seperti penjahat!!



Sambil mengelap keringat di dahiku, aku segera mengubah pembicaraan.


"Oh.. iya, siapa namamu?


"Aku dipanggil Xia Ling, Xia dari kata Musim panas, dan Ling dari kata Lonceng~"


(TL: catatan, dia berbicara dengan nada yang sangat lucu disini jadi TL yang nerjemahin dari Novel Aslinya jadi kesulitan - - Ngomong2, Xia berati musim panas di cina, dan Ling adalah bagian dari 2 kata untuk lonceng di cina)


"Oh~ itu adalah nama yang sangat imut, bukankah itu ` lonceng musim panas bukan? Hanya mendengarnya saja memberi perasaan yang agak menenangkan~"


"Tentu saja ~ juga bukankah tampangku menenangkanmu juga kan?


Pada saat itu aku benar-benar menilai tubuhnya dari kepalai sampai kaki, meskipun aku merasa dia agak dewasa di bagian dalam, dia masih memiliki tubuh anak kecil.


Untungnya, aku bukan tipe orang yang memiliki ketertarikan khusus pada tubuh anak kecil.


Perasaan yang diberikan Xia Ling kepadaku sama sekali bukan anak kecil, apa yang dia berikan lebih seperti anak perempuan yang lucu.


"Oh... iya, namaku Zhang Jian Zhang dari kata Open, dan Jian dari kata simple."


(TL: Lagi, Zhang berarti terbuka di cina, dan Jian adalah bagian dari dua kata yang berarti sederhana)


"Mm, nama ini sangat cocok untuk gege~, terutama dengan kepala gege~"


Aku memikirkan dengan mendalam apa arti kata-katanya, apakah dia bermaksud mengatakan bahwa kepalaku sederhana, yang berarti bahwa aku bodoh?


"Oh ya, aku lupa memberi tahumu, aku adalah pedagang manusia! aku sangat suka menculik gadis-gadis muda, terutama anak perempuan sepertimu!"


"Tentu!tentu! baiklah dimana gege akan menjualku? aku tidak menyetujuinya kecuali jika aku di jual seharga 1 miliar!"

(TL: 1 miliar Yuan = $ 145,5 juta USD)


"Ai~yoh~ kau benar-benar anak kecil pengeruk uang."


Setelah melakukan pengenalan diri yang sederhana, perutku bergemuruh sekali lagi, tidak bisakah kau memberiku beberapa wajah di sini?

"Nasi akan dingin, ayo kita makan, jian ge~!"


(TL:ge adalah kependekaan dari gege dalam konteks ini, ini juga dapat berarti bahwa seseorang memperlakukanmu dengan sangat dekat karena biasanya memanggil seseorang yang sangat dekat denganmu secara informal)



Anak ini benar-benar cepat nyaman sama seperti memanggil namaku secara langsung, tapi aku benar-benar tidak terlalu keberartan, memiliki anak yang aktif seperti itu pasti membuat moodku jadi lebih baik.


"Mm...? Ini enak! Ini bahkan lebih enak dari pada masakan restoran di luar, lain kali siapa pun yang menikah denganmu pasti akan senang!!"


Dengan tulus aku memujinya dari dasar lubuk hatiku, agar anak kecil itu memiliki kemampuan kuliner yang bagus, dia pasti telah berusahan dengan usaha yang taktebayangkan didalamnya.


"Lalu bagaimana kalau Jian ge menikahiku lain kali~?


"Tentu, aku akan sangat menyambutnya"


"Tch ~ tunggu lama kalau begitu~"


"Tidak bisakah kamu menghormati gege sedikit lagi~?


Anak ini sebenarnya mulai mengolok - olokku, apakah semua anak saat ini seperti itu?


Tidak, aku harus mengolok-olok dia juga!



"Apakah kau percaya bahwa aku akan memetikmu sekarang juga?"

(TL: pasti tau maksudnya)



"Halo, 110? ada orang mesum dirumahku!"



(TL: 110 nomor polisi)




Dia mengeluarkan ponsel, dan yang mengejutkan adalah dia benar-benar menekan nomornya!


"Xia Ling xiaojie, aku sudah terlalu lancang dalam hal ini, maafkan kau"


(TL: Bahwa ada banyak kata dalam bab ini yang bisa membingungkan mu, tapi itu bahasa cina untukmu, xiaojie berarti "nona" dalam bahasa indonesia)



Ketika seorang pria berada di bawah atap, dia kadang - kadang menurunkan kepalanya, yang sekarang mengatkan bahwa ku saat ini, karena aku telah makan makanan gratis disini, jadi tidak masalah jika aku di olok-olok olehnya.


(TL: Ungkapan lain, ini secara praktis berarti, bila anda tidak berdaya tanpa otoritas atau uang, karena tidak dapat bertahan dengan kesepian secara mandiri, anda akan perlu bekerja dengan seseorang yang lebih kaya dari pada anda, sehingga anda harus mematuhi dan mendengar setiap perintahnya)


Meski aku benar-benar merasa seperti orang idiot karena dimainkan dalam linkaran olehnya...


Setelah selesai makan malam, atas permintaan keras kepalaku, aku terus mencuci piring, yang benar-benar menggambarkan diriku pada sebuah idiom saat ini:<Untuk memuaskan kesombongan yang meyedihkanku saat ini dalam diriku>

(TL: TL originalnya gk tau idiom ini)


"Jian ge, kau benar-benar contoh model untuk pria!"


Dia benar-benar masih mengacungkan jempol pada ku.



Tapi! Dipuji oleh anak kecil adalah hal yang sama sekali hal yang yang tidak menyenangkan! itu benar, sama seklai tidak menyenangkan!


Meski hatiku agak tidak setuju sedikit dengan apa yang aku katakan...



Baiklah, aku akui sekarang tindakan kecil untuk melakukan tsun, yang di puji olehnya justru membuatku agak senang.


Cuaca di luar sudah gelap, seharusnya sudah waktunya pulang ke rumah.


"Xiao Ling, aku akan pulang sekarang~"


Setelah mencuci piring, aku besiap untuk pulang, tapi dia tetap terlihat sangat tidak mau mebiarkanku pergi.


"Jangan terburu-buru malam ini ada pemadaman listrik, ini sangat gelap dan menakutkan... aku takut..."


Sambil mengatakan dengan nada menyedihkan, dia memilki ekspresi yang sangat menyedihkan dan matanya berkaca-kaca saat menatapku.


Tidak bisa tertolong, aku paling tidak bisa menagani anik kecil.



"Aku akan pulang kerumah setelah kau tidur, oke?


"Tidak bisakah kau kembali kerumah besok...?


Senyum muncul di wajahnya, tapi aku tidak berani tinggal disini dalam semalam, bagaimana jika besok orang tuanya kembli, maka aku harus meluangkan waktuku di penjara....




Vol 1 chp 3 ~ END




No comments:

Pageviews past week