kawai

kawai

Volume 1, Chapter 2: Ditemukan oleh yandere



Volume 1, Chapter 2: Ditemukan oleh yandere


TL: Pedrosa





“Um….. apakah ada masalah?”


Tanyaku santai, meski firasat buruk mulai tumbuh didalam diriku.


“Aku…..”


Dia mulai berbicara tapi kemudian berhenti tiba-tiba, melirik sekelilingnnya, sebelum menundukkan kepala, dan terus mengulangi “aku”.


“Su-…..”


Akhirnya, dia berhasil berusaha mengucapkan kata lain, dan wajahnya pada titik ini sudah menjadi merah terang, dan jarinya terus berputar satu sama lain tanpa henti.


“Mm?”


Teman sekelas di sekeliling kami berkata “Mm” tanpa henti, karena sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi padaku; dan suasana kelas tiba-tiba menjadi berat.


Mati aku! mati aku! mati aku!


Itulah satu-satunya pikiran yang muncul di otak ku saat ini.


Berangsur-angsur, mulutnya sedikit bergerak, dan kali ini berbentuk menjadi bentuk “-ka”, sementara pada saat yang sama, kedua matanya terus menatap ke kiri dan kekanan berulang kali, seolah-olah proses itu bisa meredakan kegugupannya.


Sejujurnya, jika seorang gadis menyatakan cinta kepada mu pada hari pertama pindah sekolah membuat aku agak senang, tapi aku mengerti omong kosong tentang cinta pada pandangan pertama hanya untuk lelucon, dan terlebih lagi, gadis cantik yang akan menyatakan cinta pada ku di hari pertama hanya akan menghasilkan satu kesimpulan.
Dia , punya penyakit ketergantungan cinta!
Juga, itu cukup parah!


Jangan katakan, jangan katakana itu! Kau akan menghancurkan hubungan yang baru saja aku bangun dengan murid laki-laki!


Aku tidak ingin gaya hidup di sekolah menengah dimana tidak ada anak laki-laki dan perempuan yang ingin bersosialisasi dengan ku!!


“Oh, aku mengerti, jangan katakan kalau kau juga menyukai sumber daya yang ku sebutkan tadi, tidak mengherankan jika kau sulit mengutarakannya, jangan khawatir, aku akan memberikannya kepadamu nanti, jadi itu, aku agak terburu-buru jadi aku akan pulang duluan!!”


[Ketika kau sakit, kau dengan cemas mencari dokter dengan acak], idiom ini benar-benar diterapkan dengan baik pada situasi ku sekarang, namun saaat menenangkan diri dan berpikir secara logis, mengapa ada seorang gadis yang ingin naik ke mobil pengemudi tua?]


(TL: itu adalah sebuah kata, seorang sopir tua mengacu pada seorang veteran p*rno, dan memasuki mobilnya, berarti dia akan membawa mu untuk berlayar di sekiar koleksi p*rnonya seperti pemandu wisata)


Sekali lagi, dia meraih ujung bajuku, dan menggelengkan kepalanya dengan kuat sementara wajahnya yang merah kemerahan menatapku. Melihatku yang mencoba mencari alasan untuk pergi, dia menjadi sangat cemas sampai pada titik dimana dia benar-benar menyentakan kakinya karena frustasi.


“Um,  tongxue ini, jika ada yang tidak menyenangkan untuk dikatakan, kita akan cari tempat yang sepi untuk membicarakannya lain kali, oke?”


Mengekspresikan wajahku dengan kaku membuat senyuman kecil; aku tidak bisa tinggal di tempat ini lebih lama lagi! Aku harus cepat kabur!


“Aku mengalami masa-masa sulit…… untuk membuat keputusan ini….”


Dia tampaknya menggumamkan sebuah kalimat untuk dirinya sendiri, saat dia mengangkat kepalanya; wajahnya masih merah tua, tapi ekspresi wajahnya Nampak sedikit lebih seriius dan sedikit lebih masam kali ini.


Tepat saat kakiku mendarat diluar kelas, sebuah suara yang sangat menyenangkan, melayang dari belakangku.

“Zhang jian! Aku…. Aku….. aku…. Suka kamu!!!”


Tampaknya takut aku tidak bisa mendengarnya, dia berteriak dengan keras.


Pada saat ini, banyak pemikiran mengalir di kepala ku, baik kebahagiaan atau kesedihan, aku belum bisa membedakan banyak hal di antarnya.


Singkatnya, aku sudah selesai! Kehidupan sekolah menengahku, seperi itu, menghabiskannya sendiri di kursi yang menyedihkan itu, dihembus angin sepoi-sepoi yang menjadi rekan yang tak terlihat.


Ahi hampir bisa melihat pristiwa kehidupan masa depan ku berlangsung di depanku.


“Ma Qing Xue….. Kamu hanya bercanda kan, lelucon ini tidak lucu…..”


Seorang murid laki-laki yang tampak sebagai murid paling tampan di kelas memiliki ekspresi seperti disambar petir serta tampang ketidak pastian yang terlukis di atasnya.


“Xiao Xue……. Dia adalah calon manusia sampah seperti ini”


“Itu benar, apa yang baik dari manusia sampah seperti ini!”


“Baru sekarang barang-barang yang dia tawarkan kepadaku, aku pikir itu adalah semacam bahan pembelajaran sekolah, tapi sekarang ketika aku memikirkannya lagi, kemungkinan besar barang yang semacam itu, dia sebenarnnya ingin merusak kita!”


Hei, bukankah kau yang tadi ingin meneraktirku barusan, dan ingin menyebarkan cinta keseluruh dunia? Bagaimana kau bisa membalikan pengemudi mobil tua ini begitu saja, aku diam-diam mendesah di hatiku.


“Kau… Ma Qing Xue, kan? Mari kita bicara sebentar, pasti ada kesalah pahaman disini, mungkin aku terlihat mirip dengan cinta pertama mu, atau mungkin seperti salah sartu kerabat dekat mu yang telah meninggal dunia dan jadi, kesalah pahaman semacam ini bisa terjadi juga, iya kan!”


Aku harus mencari kesemalatan lagi, selama aku bisa membuat Ma Qing Xue tidak menyukai ku, maka aku dapat terus menjalani hubungan baik dengan murid laki-laki, walaupun bagi perempuan mereka masih akan mengabaikan ku begitu…


Dengan seperti itu, mengabaikan tatapan para siswa di seluruh kelas, aku menarik tangannya dan berjalan menuju balkon sekolah. Balkon sekolah ini memiliki teleskop observatorium diatasnya, sehingga tidak terkunci, dan saat ini mungkin tidak akan ada orang yang akan mengunjunginya juga.


Ini tempat yang bagus untuk menyendiri.


Aku tidak menyukaimu, yang berati bahwa kita akan kembali menjadi teman sekelas yang normal, dan walaupun dia masih memiliki penyakit ketergantungan cinta, secara alami dia akan memiliki perasaan yang baik terhadapa ku, jadi sebaiknya aku membuat dia benar-benar membenci ku.


Semakin benci, semakin baik!


Karena murid-murid perempuan sudah memanggilku manusia sampah, jadi aku akan menjadi manusia sampah untuk saat ini saja.


Aku menarik nafas panjang, dan bersiap untuk beralih ke mode manusia sampah.


Sama seperti itu, biarlah kebaikan ku untuk sementara menjadi neraka!


“Kamu bilang kamu menyukaiku kan? Baiklah, berciuman dan seterusnya akan menjadi hal yang menyenangkan bagimu, kan? Keterampilan ciumanku lumayan bagus, setiap wanita yang pernah menciumku sebelumnya semuanya memberi tahuku itu sebelumnya!”


Aku mengunci pintu balkon sekolah, dan persis seperti itu menyudutkannya di depan pintu.


Pada saat yang sama aku secara tidak langsung mengatakan sebuah pesan padanya, bahwa wanita yang aku miliki bukan hanya satu.


Itu benar, ini adalah salah satu metode utama manusia sampah,  menikung didinding!


“Mm…. ini pertama kalinya untukku, jadi…. Tolong lakukan dengan lembut padaku.”


Dia memejamkan matanya, dan menunggu langkahku selanjutnya. Bulu matanya yang indah berkedip-kedip bersamaan dengan kegugupannya.


Terus terang, gadis cantik yang telah menutup matanya seperti ini menunggu untuk di cium, jika ada orang biasa dia pasti kan lepas kendali saat itu. Aku diam-diam dengan kuat mencibit pahaku, dan rasa sakit membuat otakku sedikit lebih sadar dan focus, dan aku terus merencanankan apa yang harus dilakukan untuk langkah selanjutnya.


Mungkin hanya dengan memulai mode manusia sampah yang ekstrim!


“Lupakan saja, kita bisa melakukan hal seperti ini kapan saja kita mau, karena tidak ada orang di sekitar sini sekarang, ayao kita lakukan  beberapa hal lain”


Aku menatap dadanya dengan ganas, dan kedua tangnku membuat beberapa gerakan meraba-raba yang tidak-tidak.

“lembut sedikit…..”



Dia menjawabku dengan suara mungil, dan memiringkan kepalnya kesamping, sambil menekan payudaranya lebih dekat ke arahku, membuat posisi dimana mudah bagiku untuk menyalurkan hasrat hati ku.


Ya tuhan, tidak bisakah kau memberiku tamparan sebelum meniggalkan tempat ini?


Karena semua sudah sampai pada tahap ini, sepertinya aku perlu menggunakan keahlian utama ku, aku tidak percaya kalua kau tidak akan membenciku setelah ini!


Memulai mode manusia sampah gila!


“Heh heh, kau pikir bahwa hanya ini saja yang akan membuat aku puas, ya?  Kau terlalu naif, lepaskan pakaianmu sekarang juga… roknya juga!”


Aku mengeluarkan senyuman jahat yang mengerikan yang mengingatkan pada sampah khas manusia, saat mataku terus menilai seluruh tubuhnya, samabil mengusap telapak tanganku dengan penuh semangat, semua disertai ekspresi di wajahku, jika memang normal, dia akan segera sembuh. Berjalan mendekat dan menamparku tanpa ragu.


“Ini…. Tentang ini kamu harus menunggu sampai kita menikah…”


Dia tampak sedkit tidak nyaman, ini bisa berhasil!! Rancana ini mungkin berhasil!


“Apa? Setelah menikah, Laozi hanya menginginkannya sekarang! Jika tidak, maka semua pembicaraan selesai! Aku pergi!”


(TL: Laozi adalah ungkapan mengatakan ketika seorang ingin dengan angkuh atau sombong menggambarkan diri mereka di posisi yang lebih tinggi dari pada yang lain dalam konteks ini. Ini dianggap vulgar.)


Demi untuk berakting manusia sampah dengan baik, aku bahkan mengucapkan kata-kata kasar, mudah-mudahan dia akan membenci ku sekarang.


“Ja…. Jangan … setidaknya sampai setelah kita lulus dari sekolah menengah…”


Dia benar-benar memperluas jangkauannya, aku tertawa pahit dalam diriku sendiri, sepertinya hal-hal akan berjalan dengan buruk jika hal ini terus berlanjut.


“Aku bilang, sekarang juga!jika kau menolak, maka lain kali jangan pernah berbicara dengan ku lagi”


Dengan wajah yang sangat kejam, aku membuat postur tubuh <lepas pakaian mu>, jika ada orang lain yang melihat ku sekarang, bahkan jangan membicarkan tentang aku yang kesepian di kehidupan sekolah menengah, aku kemunginan besar akan berakhir di penjara untuk ini.

Dalam hatiku, aku menghela napas panjang, sepertinya sudah cukup, setelah itu aku akan mengancamnya beberapa kali sebelum pergi!


“Ayolah”


Sebelum aku sempat mengatkan sesuatu yang mengancam, aku mendengar suara yang tersendak sendak, dan pada saat itu otakku menjadi pendek.

Melihat kearahku, yang akan pergi, dia benar-benar menyerah perlawanannya, matanya berlinang air mata, menangis, dan hanya duduk dilantai seperti itu, dengan mata tertutup, dan tubuhnya yang rapuh gemetaran bersamaan dengan alisnya yang bergetar.


Ya tuhan, apakah ini benar-benar layak?

Aku menahan hati nurani ku yang dengan cepat memarahi ku saat ini, dan meluncurkan mode manusia sampah terakhir ku.

“Humph, kau begitu mudah menyerah pada ancaman ku, pasti tidak ada yang menginginkan mu, atau ini bukan pertama kalinya bagimu! Aku sudah kehilangan minat ku! Lain kali jangan pernah mendekati ku lagi!”


Bahkan aku sendiri merasa bahwa aku terlalu banyak melakukan dengan cara manusai sampah ini untuk berbicara dengan seorang gadis, aku seharusnya masuk neraka untuk ini!

Maafkan aku, Ma Qing Xue!


Aku hanya bisa meminta maaf kepadanya di dalam hati.





Vol 1 - chp2 ~ END



No comments:

Pageviews past week